optimis

GADIS GURUN

Sudah terlalu lama rasa kasih sayang tersimpan dalam sanubari, menanti kekasih yang sebenarnya juga mencintai. Gadis gurun, itulah kata yang tertulis di setiap surat-surat yang ia kirimkan lewat burung merpati dari bilik kamar kecilnya.

Dia gadis yang luar biasa, cerdas, berkasih sayang yang peduli sosial. melihat wajahnya pasti terbersit ia gadis yang baik dan terhormat. Menyikapi setiap gerak dan geriknya akan timbul kepercaan tentangnya. Sekalipun hanya sesaat.

Apalah kata yang boleh untuk diucap, sebab cinta hanya untuk yang berhak memperoleh cinta. Ia lebih cinta akan dirinya meskipun penolakkannya bukanlah kebencian atau keegosian tapi cinta yang memaksanya untuk menolak.

Sebuah cinta yang sebenar-benar cinta, mencintai tanpa harus memiliki, mencintai hanya untuk yang dicintai meskipun cintanya dihukum dengan penantian panjang. Satu,dua,tiga,dan seterusnya….bilangan terus berlanjut tetapi pertemuan cinta ada waktunya.

Mungkin ketika segalanya telah berakhir, karir dan studi yang berakhir, cinta yang hanya tetap kekal dalam dirilah yang tidak mungkin berakhir. Mungkin saat cahaya beningnya mata dimiliki gadis gurun untuk terkini milik orang lain. Tetapi, saat matanya mulai redup menjadi pertemuan, maka itulah cinta.

Sungguh luar biasa cintanya, ia rela mengikhlaskan cinta agar cinta dibawa oleh tuhan, dan dipertemukan kembali atas kehendak tuhan. Penantian panjang itulah masa setiap masa memiliki kenangan dan kenangan itu adalah cinta. Cinta yang dipelihara agar tetap hidup dan dipertemukan bila tuhan berkehendak. Amin.

Untuk yang selalu di hati, yang hatinya masih tetap suci, yang cintanya pastinya hanya untuk kekasih yang ia dambakan sebagaimana kekasihnya mendambakan dirinya dan kesucian cintanya.

Karir dan petualangan memiliki limit dan batas akhir. saat tangan tidak mampu lagi mengangkat matras dan rangsel, sata tubuh tidak lagi mampu menahan dinginnya udara malam, saat jarak tempuh mata tidak mampu lagi membedakan siapa yang datang dan siapa yang telah pergi, saat segalanya telah melemah.

Tetapi cinta, tidak demikian ia semangkin subur dan semerbak harumnya karena kesucian cinta tidak diumbar dan dieksploitasi. Ia disirami dengan penantian dan ia dijaga hingga tidak seorangpun yang berhak untuk berlama-lama di hati karena hanya ada seseorang yang menjadi penantian panjangnya, meskipun pertemuan sangatlah mustahil namun di dalam kamus cinta atas kehendakNya dan ke maha kuasan yang dimilikinya tidak ada kata tidak mungkin. Always have always will.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s