heart

Serpihan api cinta semankin panas, cinta itu belum juga padam secara total. Memang api cinta sempat redup sebab cintanya pergi untuk sesaat. Air mata mencoba memadamkan kobaran api cinta. Sayang, ya sayang. Masih tetap sayang dan selalu sayang menjadi pilihan.
Perangai cinta seperti sebatang pohon, semakin ditunas bukan malah mencapai titik habis. Tunas-tunas itu justru malah semankin tumbuh bersemi menghijau. Tunas-tunas itu tumbuh subur karena dipupuk oleh air mata cinta. Dimana dahulunya seolah-olah bertindak sebagai peredup api cinta. Kini air mata telah berubah baknya air yang menyejukkan.
Entah harus diapakan api cinta yang mulai tidak tentu arahnya ini, tapi besar harapan serpihan-serpihan cinta tidak membakar segalanya. Dan tetap berdoa agar dipertemukan sang kekasih yang memilih pergi tetapi hakikat semunya adalah cinta. Pergi meninggalkan sebab cintanya akan tetap diperuntukkan untuk cinta karena kepergian adalah cinta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s