Pria


            Ejalah kata pria perlahan kemudian tersenyumlah. Untuk apa tersenyum karna pria suka senyuman. Pria itu memiliki berbagai perangai liar yang memang menjadi bawaan dari alam sana. Sebahagian orang memanfaatkan pria sebagai tameng kekuasaan, sebagiannya lagi memanfaatkan pria untuk meruntuhkan kekuasaan, agar lebih simpel pria suka kekerasan dan peperangan untuk hal yang sepele. Jauh dan begitu berbeda dengan perempuan yang lebih cinta dengan kedamaian, tentram, damai, sejahtra dan sentosa.

Pria diberi label sebagai makhluk yang kuat seperti firman Allah dalam surat al-Nisa tetapi jangan lompat-lompat dulu pria juga diberi label sebagai makhluk yang lemah. Seorang  lelaki dikatankan kuat apabila ia mampu menahan amarahnya dan dikatakan cemen dan lemah bila ia enggan untuk berjuang dijalan Allah subhanahu wa ta’ala. Nongkrong-nongkrong, nganggur dan melala tidak menentu tergolong cemen sebab disisi Allah seorang yang berjuang dijalan Allah subhanah wa ta’ala lebih memiliki keutamaan.

Di zaman Rasulullah pria dimasa itu sangat garang dan macho sebab mereka ditarbiyah oleh seorang manusia pilihan bimbingnya pake wahyu dan jauh dari kepentingan pribadi Rasulullah melainkan untuk kepentingan umat. Saat ini hal itu masih dapat diterapkan sebab Rasulullah mewariskan al-Qur’an al-Karim dan al-Sunnah al-Nabawiyah sebagai jalan hidup. Hidup dengan bimbingan al-Qur’an pasti nikmat, sudah nikmat pakek bangat lagi jadi nikmat banget. Contoh sederhananya berbuat baik karena Allah subhanah wa ta’ala. Saat seorang manusia baik pria atau makhluk yang dicintai para pria yang berbuat baik karena Allah maka hatinya merasakan sesuatu yang sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Kembali ke kata pria, kebanyakan pria suka berbusana layaknya seorang pria sebab ia tahu bila menyalahi tuntunan Tuhan dalam berbusana mereka akan dikelompokkan sebagai manusia setengah pria. Ahh ngak nggenah…!!

Untuk menjadi pria sejati ngak harus repot-repot bawak matras,bading,camp personal atau belati kecil. Kemudian, berteduh dibawa pohon jati. Untuk menjadi pria sejati cukup istiqamah dengan perintah Tuhan, apabila  terjatuh dari jalan istiqamah. jangan menyerah!  tetap bangkit!.. dan kembali menapaki jalan istiqamah. jalan yang lurus dan jalan yang diberi kenikmatan oleh Allah yaitu Islam bukan jalan orang yang tersesat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s