Tears

8. Teh Ocah Dan Secangkir Capocino
Handphon dengan nada dering lagu teh ocah bergetar, bersuara merdu, lagu teh ocah membanggunkan seorang pria dari tempat tidur. Ibrahim menelphon syahrul dari Cairo, Mesir. Pria arab prancis itu memberi kabar kalau dia dan kekasihnya sedang Syahru ‘Asl di bumi para Nabi. Masjid Amar bin Ash, itulah tempat yang dikunjungi Ibrahim dan Istri tercinta. Seorang wanita yang menerima Ibrahim dengan tangan terbentang tanpa syarat apapun, Fatimah Oglu.
Tut..thutt..
“Innalillahi wa inna ilahi raji’un..mati deh” HP Syahrul law batr
Begegas menuju dapur memanaskan air dan menyeduh secangkir Capocino. Syahrul mulai menulis di buku harian, buku klasik sejak dirinya di Cairo. Pena diambil dari cangkir kramik yang telah retak, di sana ada teman-teman pena seperti pensil, spidol, dan crayon.
Bismillahirrahmaniirahim…
“Sungguh indah episode cerita cinta Ibrahim, perempuan Oglu itu menerimanya tanpa satu syarat pun, tidak banyak perempuan seperti fathimah Oglu, berharap kepada Allah kiranya terwujud dalam hidup perempuan seperti Fathimah Oglu..Amin. tetes air mata Syahrul mengalir bukan karena klilipan benda-benda halus, tidak pula karena bersedih tapi terharu, bercampur bahagia dengan episode cinta Ibrahim dan fathimah Oglu, cinta tanpa syarat materi, cinta tanpa aksesoris dunia, mereka saling mencintai dan hanya ingin balasan dari tuhan.
Pernah terpikir, Saat usianya beranjak dua puluh lima tahun. saat itu pula hendak memberanikan diri menemuinya, tidak hanya bertemu dengannya saja tentunya, juga ingin bertemu dengan keluarga. Saat usianya dua puluh lima tahun dalam benak itulah waktu yang tepat untuk menemuinya, dalam kondisi mapan atau tidak tetap menemuinya, tapi sungguh berbeda dengan Takdir ilahi, rencana itu belum terwujud. Bahkan, Usianya baru menginjak dua puluh tahun telah datang pria menemuinya, pria beruntung yang tidak suka menunda, tidak suka menunggu dan diterima dirinya dengan cinta yang sempurna, berbahagia terlihat di raut wajahnya, senyum ceria seperti pertama kali melihatnya tersenyum, tapi ada satu pertanyaan, matanya tidak sebening pertama kali terlihat, tapi pertanyaan itu langsung terjawab saat dirinya menulis bahwa dirinya begitu mencintainya, SubhanAllah indah sekali episode cintanya.
Berantakan rencana-rencana yang tersusun, sungguh manusia tidak kuasa, Allah yang Maha Kuasa. Terlintas pikiran syethan bahwa perempuan sangat mudah ditahlukan dengan Materi, tapi pikiran itu tidak bertahan lama. Air wudhu’ membasahi tangan dan wajah. di saat itu pula tersadar bahwa kekalahan bukan karena materi, tetapi kalah dalam berdo’a.
Sungguh picik diri memahami do’a, pernah mendengar bahwa do’a mampu merubah ketetapan Allah dengan idzinNya. Tapi diri salah memahami do’a, mengangkat tangan meminta kepadaNya sebatas itulah memahami do’a. padahal Do’a lebih dari sekedar menengadahkan kedua tangan saja. Hati hendaknya tulus, pakaian hendaknya suci, darah hendaknya bersih dari makanan yang syubhat dan haram, tempat hendaknya suci. Dan orang yang sering berdoa menunjukkan dirinya selalu dekat dengan tuhan dan pria beruntung itu lebih banyak melakukan do’a, berdoa tidak sekedar menengadahkan tangan, ternyata datang menghampiri seseorang yang kita cintai dengan niat baik adalah bahagian dari makna berdo’a.
Maafkan diri ini, terlintas dalam benak dan menuduhnya bahwa Ia lebih mencintai materi. Sungguh diri salah dan berdosa memfitnah wanita shalehah dengan tuduhan kecintaan pada materi yang sifatnya fana. Tidaklah mungkin dan itu mustahil bila seorang bidadari yang selalu menutup perhiasannya dengan hijab yang terulur panjang anggun terlihat. Kemudian, menambahkan aksesoris dunia yang nilainya sangat jauh dibandingkan dengan perhiasan yang dipelihara dan ditutup begitu rapat.
Tidak pernah melihat seorang bidadari berhijab kemudian memakai aksesoris emas di pergelangan tangannya dengan jumlah yang banyak, yang terlihat tangan itu tertutup dengan manset katun, ada juga yang memakai sarung tangan, dan arloji cantik. diri ini tidak pernah melihat seorang bidadari yang memakai perhiasan emas disekujur tubuhnya, hanya melihat mereka menutup aurat perhiasan mereka dengan rapi anggun dan meneduhkan hati.
Cara berfikir yang tertolak, sebab data-data sifat wanita shalehah tidak takhluq dengan materi yang sifatnya sementara, data-data menunjukkan bahwa wanita sholehah lebih cinta menghiasi dirinya sebab dirinya adalah sebaik-baik perhiasan dunia, lantas untuk apa aksesoris yang fana bagi wanita sholehah. Meskipun wanita tidak dapat dipisahkan dari berhias dan diperintahkan Allah untuk berhias tetapi tidak bermakna dirinya berubah menjadi emas berjalan di keramaian. Meskipun dirinya memiliki perhiasan emas atau berlian semua itu dijaga tidak semata-mata untuk dirinya melainkan untuk tabungan pendidikan anak-anaknya.
Maafkan semua kesalahan diri dalam berfikir wahai saudari seiman, tapi diri ini hanya seorang manusi yang tentunya memiliki sifat-sifat bodoh dan salah dalam berfikir. Episode cinta Yang ditetapkan Allah pastilah indah, tidak seperti episode cerita fiksi yang mudah untuk ditebak, opisode takdir yang Allah tetapkan sangat Indah. teringat ayat-ayat al-Qur’an yang memberi khabar bahwa terkadang kita membenci sesuatu padahal itu baik untuk diri kita, terkadang kita mencintai sesuatu padahal itu tidak baik untuk diri kita. Ada juga ayat al-Qur’an yang mengkhabarkan bahwa ketika seorang pria membenci perempuan padahal Allah telah menjadikan pada perempuan itu kebaikan-kebaikan yang banyak. Maka mafhum mukhalafahnya saat perempuan membenci seorang pria berkemungkinan terdapat kebaikan-kebaikan pada dirinya.
Sedang apa bidadari saat ini? di Syurgakah dirimu saat ini? Amin. pernah berfikir dan mencoba mempersilahkan untuk menemukan Nasi goreng yang disukai olehnya, padahal sebenarnya diri menginginkan dirinya menikmati Nasi goreng piring hijau. Diri berkeyakinan saat dirinya mencari Nasi goreng lain, Ia tidak akan berpaling dari Nasi goreng piring hijau, tetapi salah. ternyata dirinya tidak suka Nasi goreng yang pedas.Ia suka Nasi goreng yang manis dan gurih. Dan lucunya saat dirinya memilih Nasi goreng manis dan gurih, Diri ini menangis, seperti anak kecil yang mainannya diambil anak kecil lain. 😥
Syahrul mengusap air mata di pipinya, tersenyum dan tertawa bahagia sebab episode cinta yang ditetapkan Allah sangat indah. Keindahan cinta tidak mesti disatukan terkadang saat seseorang dipisahkan oleh jarak, waktu, tempat dan benua terdapat keindahan cinta yang dirasakan oleh para penanti cinta, jarak suatu saat malah mendekatkan, bila tidak dengan kekasih maka dengan pemilik ruh kekasih. Dialah Al-Khaliq..Allah.
Waiting for your time, Allah decided best plan for every one. .
Syahrul menutup lembaran buku catatan miliknya mengemasnya rapi-rapi dan menempatkan pada lemari khusus. Diisi jiwanya dengan penantian panjang dan berharap terwujud untuk orang-orang yang dicintainya.

₪ ₪ ₪
Kring..kring..
suara klekson sepeda milik Syahrul, sudah satu tahun berada di negera pesepak bola ternama Zainedin Zidan. Sepeda didayung sekencang mungkin waktu semangkin mengejar dari belakang. Melintasi tepi sungai, menghirup udara dalam-dalam dan terus mendayung sekuat tenaga. perjuangan untuk mendapatkan sesuap nasi putih baru saja dimulai. Toko bunga tulip adalah tujuan syahrul.
“stop..stop” seorang perempuan melambaikan tangannya.
“eiy…” Syahrul menghentikan laju sepeda dengan kakinya.
“syahrul, bagaimana kabarnya?”
“ohh..kamu pasti adik fatimah, ya kan? Aku baik-baik saja, sedang apa di sini? Pria Itu pacarmu?”
“iya !, sedang santai, benar? dia pacarku!”
“hati-hati jangan sampai dia berubah menjadi gila karenamu”
“ada-ada saja..kapan kita bisa ngobrol-ngobrol?”
“aku sibuk! Sorri!” Syahrul mendayung sepeda, beranjak tiga meter dari adik fathimah syahrul berteriak bahwa hingga sore hari dirinya ada di toko buku bunga Milik Ibrahim.
“ya aku akan ke sana..”
“sampai ketemu”
₪ ₪ ₪
9. Mawar Negeri Paris
Matahari condong ke arah barat, Matahari perlahan redup, Matahari sebentar lagi meninggalkan siang. di belahan bumi Eropa, Matahari masih terlihat terang bersinar menyinari mawar di Negeri paris, Mawar merekah indah, seindah cintaNya.
₪ ₪ ₪
10. Dengarkan Isi hatinya
Adik fathimah itu namanya Sa’idah, dari namanya saja sudah terasa bahwa Sa’idah oranya periang, wajah bersahabat, auranya enjoy. Sa’idah terdaftar di salah satu kampus ternama di prancis jurusan yang dipilih olehnya desainer. Selain hobby dengan mode, Sa’idah sudah memiliki butik untuk kalangan muda-mudi berbelanja, biaya kuliah bukan lagi tanggung jawab orang tuanya mandiri ya seperti itulah kira-kira, bukan kura-kura dalam perahu.
Sa’idah datang bersama kekasihnya, Syahrul menyambut kedatangan kedua makhluk bumi yang sedang merasa dunia milik mereka berdua. Untuk makhluk yang sedang mengalami kondisi seperti itu bagusnya disambut seperti pangeran dan putri yang baru turun dari kereta kencana.
“selamat datang pangeran, selamat datang putri”
“apa tuan menjual bunga melati?”
“Maaf tuan putri di sini hanya ada Tulip”
“ohh..kalau begitu aku harus pergi ke toko bunga sebelah”
“tunggu..tuan putri jangan terburu-buru, melati itu tidak akan layu, mungkin kita bisa ngopi bersama pangeran?”
“apa apaan ini?” Sulaiman berang dengan tingkah Syahrul yang membosankan.
“sayang..calm aja>>” sa’idah merasa tidak terjadi sesuatu apa pun.
“Aku bukan anak kecil Sa’idah,aku tidak suka gurauan gila ini”
“ya sudah, tunggu aku di stasiun”
“Jangan sampai terlambat!” Sulaiman mengangkat tangan memberi ultimatum, maknanya kalau terlambat kita putus.
Sulaiman meninggalkan toko bunga milik Ibrahim, syahrul menyediakan kursi dan mempersilahkan untuk duduk. Secangkir teh disuguhkan untuk sa’idah tetapi sa’idah menolak katanya sudah minum bersama sulaiman tidak baik untuk minum bersama lelaki lain. Syahrul tertawa dan meminum teh yang disuguhkan untuk sa’idah.
“pacarmu suka bercanda?”
“tidak! Sulaiman pria yang serius, tepat waktu, dll”
“bagus, kalau begitu!”
“mengapa?”
“pria pegurau tidak suka serius”
“untuk mencintai seseorang?”
“ya begitulah kira-kira, ada apa gerangan engakau datang?”
“Bisnis!’
“Bisnis Apa?”
“bunga tulip, aku ingin membuka toko bunga tulip disebelah toko butikku, dan sepertinya tempat itu cocok untuk bisnis”
“lalu apa tugasku?”
“Aku sudah telphon Ibrahim, dia setuju dan selanjutnya terserah pada syahrul”
“terserah apa?”
“maksudnya bersediakan tuan mengantar bunga itu ke tokoku?”
“baik, setuju!”
“deal?” Sa’idah mengulurkan tangan.
“deal!” Syahrul tersenyum dan berucap tidak baik berjabat tangan dengan wanita yang sudah punya pacar.
“satu sama” Sa’idah tersenyum.
“Maaf syahrul.. sulaiman sudah menunggu!”
“silahkan …”
Syahrul menatap dua kemochi Ayam jantan, satu tabungan untuk biaya melanjutkan Master di Universitas Cairo, dan yang satunya untuk mempersunting wanita yang didambadambakannya. sejak dirinya di negeri fir’aun uang lima pound mesir Ia sisihkan untuk setiap kemochi. Sudah bertahun-tahun kemochi itu bersamanya, dia juga tidak tahu berapa jumlah pound yang ada di dalamnya.
Semua rencana-rencanya tidak terwujud, untuk melanjutkan Master di Universitas Cairo bukan perkara mudah butuh ribuan pound untuk terdaftar sebagai Mahasiswa. Universitas idamannya hanya sekedar angan-angan, uang yang ada dalam kemochi mungkin hanya ratusan pound saja. Untuk wanita idamannya belum berusia dua puluh lima tahun telah disunting oleh seseorang. Dua kemochi tinggal hiasan dan pajangan.
“Assalamu’alaikum?”
“Wa’alaikum salam”
Dua wanita Asia berhijab dalam mengunjungi toko, Maya dan kakaknya Silvia. Biasanya kedua gadis itu memesan tulip dan bersilaturahmi dengan Baba, Madam dan Syahrul. Maya bertanya kabar dan bagaimana bisnis bunga tulip yang dikelola syahrul. Silvia langsung memulai topik cerita, cerita sosial tentang Nusantara. Dari sabang sampai merauke, silvia memang suka dengan aktivitas sosial sejak dari SMA.
“di sini jual kemochi juga akhi?” maya memotong cerita kakaknya.
“ohh itu tidak dijual ukhty”
“sudah ada yang membelinya?”
“tidak juga, mau mendengar cerita dua kemochi itu?”
“boleh” maya tersenyum.
“kemochi itu yang satu untuk biaya S2 di Cairo University tapi ngak kesampean, yang ke dua itu rencanya untuk mempersunting seorang bidadari tapi senasip dengan kemochi pertama” syahrul beranjak mengambil gelas dan menuangkan teh untuk Maya dan Silvia.
“Aduh sedih dengarnya akhiy” Maya berlagak sedih.
“Biasa aja Ukhty.. ngak usah lebay” syahrul menyuguhkan teh
“Berapa biaya S2 di Cairo University akhiy?” Silvia ingin tahu.
“S2 di sana berkisar empat ribu dolar”
“emm..” Silvia mengerakkan tangannya ingin mengambil sesuatu, maya menahan tangan kakaknya. Mata maya berbicara jangan lakukan tindakan bodoh. Orang seperti ini memiliki ego tinggi, dia tidak suka dianggap lemah, tidak suka dibelaskasihani, orang seperti ini lebih cocok diberi pekerjaan. Mata Silvia juga berbicara aku tidak ingin mengambil uang atau ATM aku ingin mengangkat HP yang bergetar.
“lalu seperti apa sih wanita itu?” Maya mulai kepo
“wah udah Mulai kepo nih sih Maya?”
“Dia seperti Marsha Timothi” syahrul percaya diri.
“apa Marsha Timothi? Ngak salah akhiy? “
“Bahkan lebih..emhmm dari Marsha Timothi”
“Emm oklah kalau ghitu?” Maya menikmati teh bikinan syahrul.
“oh iya Akhiy, kami ingin liburan ke cairo, akhiy ada waktu?”
“kak?” Mata Maya mulai berbicara lagi, aku yang ngajak supaya dia mau kalau kakak terkesan formal bahasanya. Mata silvia juga berbicara tapi aku sekedar membuka pembicaraan may?. Mata maya berbicara lagi, gini cara ngomongnya.
“Cairo itu aman ngak sih akh?”
“untuk cowok aman Insya Allah, untuk cewek aman juga Insya Allah”
“seberapa aman perjalanan untuk akhwat, untuk akhwat lebih baik bawa mahram”
“ohh..” Maya mulai menggiring bola.
“kalau jalan-jalan ke luar cairo aman akh?”
“untuk luar Cairo, kurang aman. Sebab dalam pemikiran warga luar cairo setiap orang asing pasti memiliki banyak uang maka mereka jadi target kejahatan.”
“ohh..”Maya terlihat seolah-olah planingnya tidak berhasil.
“emang pada Mau ke Cairo?”syahrul mulai kepo.
“iya tapi.., setelah mendengar cerita akhiy jadi ngeri, soalnya kami cuman berdua?” Maya melihat dua kemochi milik Syahrul.
“Sebentar..” Syahrul mengambil HP menelpon Sa’idah bahwa bisnis tulip baru bisa di mulai bulan depan.
“kapan ukhty silvia..ukhty maya berangkat?”
“dua minggu lagi InsyaAllah” silvia semuaringah.
“akhiy mau temani kami?” Maya menodong syahrul.
“Tanya aja?” Syahrul pasang tampang serius.
“Yaaaa…gagal deh rencana kita kakkkk” Maya nelangsa.
“udah InsyaAllah lain kali ada kesempatan” Silvia menghibur Maya.
“sebentar..” Syahrul mengambil buku travelling destinasi Egypt.
“silahkan mau kunjungi tempat yang mana?”
“beneran Mas syahrul ikutan?” silvia masih belum percaya.
“Ya nanti, sampai sana ukhty berdua InsyaAllah dianter sama saudara saya”
“al-Hamdulillah, Thank You akhi” Maya terlihat senang.
“Syukran ya akhi..Akhirnya impian kami insyaAllah terwujud”
“afwan..”
“wah berarti kita bisa silaturahmi dengan mbak yang mirip Marsha Timothi dong” Maya penasaran
“InsyaAllah..Ia bekerja di KBRI, suaminya pengusaha di Cairo kadang juga ke eropa”
“ya udah kami pamit dulu akh”
“yup jangan lupa bawa perlengkapan ”
“yoo ii dong Akh..dah ya.. Assalamu’alaikum”
“yup..wa’alaikum salam”
Maya dan Silvia meninggalkan Toko membawa bunga tulip dan buku destinasi milik syahrul. Langkah kedua gadis nusantara ditelan ramainya pejalan kaki. Syahrul kembali menata bunga. Melipat-lipat kenangan tentang wanita yang mirip Marsha Timothi, kini sudah berakhir episode drama tentang syahrul dan wanita berparas seperti Marsha Timothiy, saat ini hanya ada episode Belajar yang rajin, tekun, istiqamah hingga bidadari itu datang.

₪ ₪ ₪

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s