bismillahirrahmanirrahim

Bismillahirahmanirrahim
Alhamdulillah syukur hamba kepada pemilik langit dan bumi, alhamdulillah untuk kesempatan yang Allah anugrahkan, alhamdulillah terucap untuk Rab yang telah mengajarkan dengan pena, mengajarkan manusia dari perkara yang belum diketahui.
Shalawat dan salam Untuk Nabi tercinta Muhammad-shallallahu’alaihi wasallam- Nabi yang tetap cinta dengan Ummatnya.
Surat al-Kafirun
بسم الله الرحمن الرحيم
قل ياأيهاالكافرون (1) لا اعبد ماتعبدون (2) ولا انتم عابدون ما اعبد (4) ولاانا عبدماعبدتم (5) ولا انتم عابدون ما اعبد (6) لكم دينكم و لي دين (7)

Terjemahan Surat al-Kafirun

1. Katakan wahai orang kafir
2. Aku tidak menyembah apa yang kalian sembah
3. Dan kalian tidak menyembah apa yang aku sembah
4. Dan aku tidak menyenbah apa yang kalian sembah
5. Dan kalian tidak menyembah apa yang aku sembah
6. Bagi kalaianlah agama kalian bagiku agamaku

Tafsir Surat al-Kafirun
Surat al-Kafirun surat ke 109,ayatnya terdiri dari 6 ayat, surat makkiyah. Surat al-Kafirun beratri orang-orang kafir. Surat ini meng-khithab orang-orang kafir secara khusus Kafir Quraisy. Ibn katsir menyebutkan bahwa orang kafir Quraisy menyerukan kepada Rasulullah untuk menyembah berhala selama setahun dan menyembah Allah setahun. Dengan adanya gagasan yang timbul dari kafir qurasiy maka Allah menurunkan ayat agar Nabi Muhammad mengatakan kepada orang-orang kafir.
Ibn Ishaq dan lainya menyebutkan asbab nuzul surat al-Kafirun bahwa Al-walid bin al-Myghirah,al-‘Ash bin Wail,al-aswad bin abd al-Muthalib, dan Umayyah bin khalaf menemui Nabi Muhammad dan berkata kepada Nabi wahai Muhammad hendaklah kalian menyembah apa yang kami sembah,kemudian Kami menyembah apa yang kamu sembah, Kita bersepakat pada setiap urusan. Apabila terdapat kebaikan terhadap apa yang telah kami sepakati akan kami ambil, dan apabila ada kebaikan pada kami hendaklah dirimu mengambilnya kemudian turunlah Surat al-Kafirun.
“{لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ}” berlepas diri dari peribadatan terhadap berhala
{وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ} yaitu Allah ta’ala,lafaz ma pada ayat ke-tiga bermakna man.
Imam al-Syafi’i mengambil dalil dari ayat ke-enam bahwa kekafiran merupah satu millah yang sama. karena semua agama selain islam hakikatnya bathil. Pada ayat ke enam tertera bahwa aqidah tidak dapat dicampur aduk dengan kebathilan.
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Hadis yang berkaitan dengan Surat al-Kafirun
1. وَقَالَ فَرْوَةُ بْنُ نَوْفَلٍ الْأَشْجَعِيُّ: قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي قَالَ: (أقرأ عند منامك (قل يا أيها الْكَافِرُونَ) فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ). خَرَّجَهُ أَبُو بَكْرٍ الْأَنْبَارِيُّ وَغَيْرُهُ. وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: لَيْسَ فِي الْقُرْآنِ أَشَدُّ غَيْظًا لِإِبْلِيسَ مِنْهَا، لِأَنَّهَا تَوْحِيدٌ وَبَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ.
Faurah bin Naufal al-‘Asyja’iy berkata: Seorang lelaki berkata kepada Nabi-shallallahu ‘alaihi wa sallam- berilah wasiat kepadaku, Nabi bersabda: Bacalah ketika hendak tidur “qul ya ayyuha al-kafirun” sesungguhnya ayat tersebut penghindar dari kesyirikan. Dikelurakan oleh Abu Bakr al-Anbariy dan selainya. Dan Ibn Abbas berkata: tidak ada di dalam al-Qur’an yang lebih mengerikan bagi Iblis daripada surat al-Kafirun karena surat al-Kafirun kemurnian tauhid dan penghindar dari syirik.
2. الْحَارِثِ بْنِ جَبَلَةَ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِمْنِي شَيْئًا أَقُولُهُ عِنْدَ مَنَامِي، قَالَ: إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ مِنَ اللَّيْلِ فَاقْرَأْ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكافِرُونَ فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ
Al-Harits bin Jabalah berkata: aku berkata wahai Rasulullah ajarkan kepadaku sesuatu yang aku baca saat ingin tidur, Nabi bersabda: apabila dirimu hendak tidur di malam hari maka bacalah qul ya ayyuha al-kafirun, sesungguhnya surat al-Kafirun itu penghindar dari Syirik.

‘Ibrah dari Surat al-Kafirun
1. Keimanan hidayah Islam yang dimiliki oleh seorang muslim adalah nikmat yang paling tinggi.
2. Aqidah yang murni harus dimiliki oleh setiap muslim
3. Nabi Muhammad adalah sosok yang paling toleran terhadap setiap makhluk di bumi tetapi untuk aqidah tidak dapat dicampur aduk dengan yang lain.
4. Menjadi muslim hendaknya mencerminkan keislaman yang diajarkan oleh makhluk yang paling mulia di bumi dan seluruh alam semesta yaitu berakhlak dengan panduan al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam-
Wallahu Ta’ala A’lam
Allahumma inniy asaluka al-‘Ilm wa al-‘amal ya rabbb…
Allahu musta’an.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s