Bismillahirrahmanirrahim

Tafsir Surat Al-ikhlas
بسم الله الرحمن الرحيم
Puji dan syukur teruntuk Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,shalawat dan salam teruntuk Nabiku tercinta Muhammad shallallahu’alaihi wasalam.
Menjadi hamba yang Ta’at kepada Allah sebuah perintah,tidak sepantasnya seorang hamba inkar dan tidak ta’at kepadaNya. Allah Maha pengasih dan Maha penyayang. Manusia diciptakan Allah untuk menghamba kepadaNya, bumi tempat tinggal manusia yang usianya telah berabad-abad ini memiliki berbagai cerita yang dapat dijadikan pelajaran bagi manusia yang hidup sesudahnya. Qhashash Al-qur’an, itulah pelajaran yang diajarkan oleh para Ustadz kepada Murid-muridnya. Dalam kesempatan yang penuh dengan kenikmatan ini muridnya akan menulis TAFSIR QASHASH AL-QUR’AN. Semoga Allah meridhai ‘amal hamba, semoga anak-anak kaum muslimin dapat membaca dan mengambil pelajaran darinya.Amin.

Surat Al-ikhlas
بسم الله الرحمن الرحيم
قل هو الله احد (1) الله الصمد (2) لم يلد و لم يولد (3) ولم يكن له كفوا احد (4)
Terjemah surat Al-Ikhlas
1. katakanlah (Muhammad) Dialah Allah Ahad
2. Allah tempat meminta segala sesuatu
3.(Allah) tidak beranak dan tidak diperanakkan
4. dan tidak Ada Yang setara denganNya
Tafsir Surat Al-ikhlas
Surat Al-ikhlas, surat yang terdiri dari empat ayat ini termasuk ke dalam surat makkiyah surat ke 112. Asbabunnuzul Surat Al-Ikhlas berkaitan dengan peristiwa ketuhanan yang dibanggakan oleh masyarakat ketika itu. Orang-orang yahudi berkata kami menyembah Uzair Ibnullah, orang-orang nashrani kami menyembah Isa Ibn Maryam, orang-orang majusi berkata kami menyembah Matahari dan Bulan, orang-orang Musyrik berkata kami menyembah berhala, maka ketika Nabi Muhammad-shallalahu’alaihiwasallam- ditanya tentang penisbatan rabnya. Allah menurunkan Surat Al-ikhlas. Demikian, Ibnu Katsir menyebutkan dalam tafsirnya.
Ayat pertama menjelaskan bahwa lafazh Allahu ahad hanya dinistbatkan kepada Allah saja sebagai bentuk kesempurnaan sifatNya dan perbuatanNya.

Hadis yang berkaitan dengan surat Al-ikhlas
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثم نفث فيهما، وقرأ فيهما قل هو الله أحد، وقل أعوذ برب الفلق، وقل أَعُوَذُ بِرَبِّ النَّاسِ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ، يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنِّي أُحِبُّ هَذِهِ السُّورَةَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ

Qashahs yang berkaitan dengan Surat Al-ikhlas
Kisah yang berkaitan dengan Surat Al-ikhlas yaitu tentang orang-orang non muslim yang bertanya kepada Rasullullah tentang penisbatan Rab Al-‘izzah. Allah Subhanah Wa Ta’ala menurunkan Surat Al-Ikhlas sebagai jawaban atas pertanyaan non muslim.
Orang-orang yahudi,orang-orang nashrani dan orang musyrikin menistbatkan rab mereka. tiba saatnya mereka bertanya kepada Rasulullah tentang Rab Al-‘Izzah maka turunlah surat al-ikhlas sebagai jawaban untuk orang-orang yang bertanya tentang Allah Tabaraka Wa Ta’ala.
Pada masa Rasulullah ada seorang sahabat yang Cinta dengan surat Al-Ikhlas hingga dirinya selalu membacanya pada setiap raka’at. Hingga sahabat lainnya bertanya kepada Rasulullah tentang hal yang dilakukan oleh seorang sahabat yang selalu membaca Surat Al-Ikhlas. Maka Rasulullah bertanya kepada seorang sahabat yang selalu membaca Surat Al-Ikhlas dan dirinya menjawab bahwa Ia cinta dengan Surat Al-ikhlas, maka Rasulullah bersabda : Hubbuka Iyyaha Adkhalaka Al-Jannah.

‘ibrah dari Surat Al-ikhlas
1. Kesombongan orang-orang Yahudi, Nashrani,Majusi dan Musyrikin terbungkam dengan turunnya surat Al-Ikhlas, sebab tuhan orang-orang non Muslim keseluruhannya adalah Makhluk sedangkan Allah rab sekalian Alam yang tidak ada setara denganNya.
2. Mengatakan yang hak kepada orang-orang yang berpegang teguh kepada kebathilan merupakan tindakan yang terpuji sebab tidak semua manusia mampu berkata hak kepada orang-orang yang berpegang teguh terhadap kebathilan.
3. Apabila seorang mukmin istiqamah membaca Surat Al-Ikhlas hal tersebut dapat menjadi asbab masuk ke dalam Syurga Allah.

wallahu ta’al ‘alam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s