perempuan itu bernama Shafira

Perempuan

Saat kita terdiam dan tidak dapat menulis tentang perempuan dengan sebenar-benarnya dengan segala sifat dan anugerah keindahan pada perempuan maka mengaku dan jujur bahwa kita tidak mengerti tentang perempuan. Sesuatu yang belum diketahui menarik untuk diketahui. Untuk mengetahui siapa perempuan maka cobalah untuk membuka lembaran mushaf dan temukan siapa perempuan
Di dalam Al-qur’an terdapat satu Surat Al-nisa dan berbagai bentuk teks Ayat yang merincikan hal ihwal perempuan. Perempuan siapa Mereka sebenarnya? Terdapat satu Ayat dalam surat Al-qashas yang Menyebutkan sifat dari Perempuan. Istihya.. Sifat Pemalu satu dari Sifat Mulia yang dimiliki oleh perempuan.
Shafira..Liya..dua nama perempuan yang terdapat dalam kita-kitab tafsir klasik. Putri yang suci,terhormat dan menjaga kehormatannya,lembut, cerdas, memiliki intuisi begitu tinggi dan analisanya sangat dalam. Tafsir Surat Al-qhashah membawa pembacanya untuk mengetahui siapa Perempuan.

Allah Ta’ala berfirman : Kemudian datanglah salah seorang dari perempuan itu berjalan dengan Malu-Malu, dia berkata” sesungguhnya Ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas kebaikanmu memberi minum ternak kami” (Terjemah Surat Al-qashas Ayat 25)

Shafira..liya itulah Nama yang disebutkan oleh para Ahli di bidang tafsir Al-qur’an namun kedua nama putri pemalu itu Hanya Allah yang Maha Mengetahui secara Pasti. Yang terasa menarik dari surat Al-Qashas berkaitan dengan Akhlak adalah rasa Malu. Rasulullah mengajarkan kepada umatnya menjaga rasa Malu sebab Malu termasuk Iman. Dan diketahui bahwa syariat akhlak Umat terdahulu adalah Rasa malu. Malu merupakan sifat yang tidak di-nasakh tidak dihilangkan Untuk Ummat saat ini, malu adalah sifat terpuji, malu bukan berarti membisu dan tidak berkata-kata.
Ibnu Abi Hatim berkata : dari Umar bin Maimun berkata, Umar bin khattab-Radhiyaallahu’anhu- berkata: perempuan itu datang dengan rasa Malu dan menutupi wajahnya dengan qamishnya.
Begitulah perempuan mereka memiliki rasa Malu. Selain rasa Malu putri terhormat itu memiliki analisa begitu dalam. Saat Ia berkata bahwa Nabi Musa Adalah seorang pria yang gagah,kuat dan amanah. Dalam tafsir disebutkan Nabi Musa mampu untuk mengangkat batu yang tidak sanggup para lelaki mengangkatnya. Saat shafira berkata kepada Nabi Musa yang dilakukan Oleh nabi Musa ghadhu al-bashar
Kisah dan peristiwa Umat terdahulu adalah ibrah bagi Manusia. Seorang perempuan yang memiliki rasa malu maka sifat tersebut sifat terpuji yang diabadikan dalam mushaf. Dengan rasa malu perempuan terhormat lagi dihormati, dengan rasa malu perempuan mengikuti fitrahnya.
Lelaki juga dibolehkan untuk mengaplikasikan malu dalam hidupnya. Malu bagi seorang pria bukan berarti diam dan tidak berkata kata. Namun apabila seorang pria berkata dan perkataan itu tidak berarti bagi Yang diatas baca perempuan. Maka aku juga malu, eh aku..ternyata Sipria itu juga Malu. daaann semuanya lebih indah dengan kesabaran. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s