Cerita Cinta wilhelmina

Cerita cinta Wilhelmina[1]

PAGI BERSAMA PAK AHMAD

Mentari pagi kembali memancarkan cahaya seekor burung kutilang jantan kepala hitam dengan menggelembungkan bulu-bulu kapasnya berkicau dengan mulut mengangah dan terus mengangah mengeluarkan suara nyaring. kicauan kuting berbulu kapas menambah keceriaan suasana pagi. di pepohonan berdaun rimbun sepasang tupai coklat berkejar-kejaran melewati batang pohon karet yang lurus daunnya yang rindang pertanda getah pohon karet saat itu sangat berlimpah.

para buruh penyadap karet berduyun-duyun menuju ancak perkebunan[2] masing-masing mendayung sepeda ontel, menggandeng sepasang kaleng wadah getah karet yang terbuat dari Aluminium terlihat mengkilap saat cayahaya matahari mengarah ke kaleng berbentuk selinder itu. Anak-anak menuju Sekolah Dasar berjalan beramai-ramai melawati rerumputan berembun, dingin dan setibanya di sekolah sepatu kain mereka terlihat basah.

Pak Guru ke sekolah dengan sepeda motor yang bersuara aneh. jika suara obok,obok,obok,obok, terdengar maka suara itu pasti motor pak guru. desa yang masih terlihat asri dengan hamparan kebun karet yang berusia puluhan tahun, bekas goresan pisau sadap yang menggelilingi badan pohon menunjukkan bahwa kebun itu berusia puluhan tahun. penduduk setempat menamakan desa meraka kampung lama.

Desa itu berada di Sumatera bagian utara. penduduknya berasal dari Program TransMigrasi pulau jawa,penduduk yang tinggal memang majmu’ dengan demikian mereka disebut mujtama’,begitu pula dengan bahasa, ada yang berbahasa jawa halus dan ada juga yang bebahasa jawa ngapak. Meskipun bahasa berbeda namun kerukunan antar suku masih dapat dipertahankan dan tetap harmoni.

Rumah yang bermaterial kayu dengan atap ilalang yang dikeringkan merupakan tempat tinggal khas kampung lama.di kampung yang terpencil itu hidup seorang guru, penduduk setempat memanggilnya pak Ahmad Dakhlan karena semangat mengajarkan ilmu pada anak didiknya seperti tokoh Ahmad Dahlan sang pencerah umat dan saat di masjid bersama anak-anak mereka memanggilnya Ustadz Ahmad.

pak Ahmad sangat disegani lagi dihormati oleh para penduduk setempat.bukan karena Ia seorang guru atau ustadz, tetapi karena ilmu yang ia miliki diaplikasikan dalam kehidupannya dan terbukti pengamalan ilmunya, jika anak-anak ingin belajar diluar sekolah pak Ahmad selalu menerima kedatangan mereka.suatu saat pak Ahmad kedatangan pengunjung dari desa sebelah yang menginginkan agar ia dapat mengajar anak-anak mengaji dan membaca.tanpa ia tanyakan gaji yang akan ditawarkan, pak ahmad lansung bersedia mengajar anak-anak desa itu.

Pak Ahmad memiliki anak-anak didik begitu banyak dengan berbagai karakter.ada yang suka mengaji saja tapi bolos belajar membaca ada juga sebaliknya bahkan ada yang hanya ingin melihat apa itu belajar kemudian pulang karena tidak tertarik dengan pelajaran. itulah generasi saat itu. Namun, pak ahmad memiliki keunikan   pada dirinya keunikan itu merupakan pemikat bagi anak didiknya. yang unik darinya adalah kegemaran pak Ahmad bermain bola meskipun usianya sudah mencapai empat puluh tahun.

kegemarannya bermain bola adalah keunikan tersendiri bagi anak-anak kala itu. dimana orang tua mereka tak sempat untuk bermain bersama anaknya.tetapi pak Ahmad sebaliknya ia menyempatkan diri menemani anak-anak untuk bermain. anak-anak bersorak sorai apabila pak ahmad membawa bola dengan gaya lengkok lengkok kakinya yang memukau, anak-anak sangat kewalahan bila berhadapan dengan pak Ahmad untuk bermain bola.

sosok pak Ahmad rambutnya yang mulai berpadu antara putih dan hitam selalu ia lindungi dengan peci. janggutnya terlihat rapi penampilannya yang sederhana dan berkarakter itulah pak ahmad. sosok manusia yang bisa menyeimbangkan kehidupan, antara dirinya terhadap kebutuhan dunia dan dirinya kepada Maha Pencipta

۞         ۞           ۞

azan subuh dikumandangkan oleh pak Ahmad di sebuah menara yang tingginya berkisar sepuluh meter tanpa pengeras suara. posisi anak-anak terlihat duduk rapi seperti shaf shalat para orang tua mereka juga berada bersama anak-anaknya. pak Ahmad menunjuk anak didiknya untuk Iqamat dan kiyai kampung lama itu mengimami shalat subuh. shalat itu dilaksanakan dengan sempurna dari Takbiratul Ihram,Tuma’ninahnya hingga salam.

mereka membaca zikir bersama-sama, ada yang suaranya melebihi teman disamping dan ada juga yang hanya komat-kamit tidak hafal bacaan Zikir Ba’da Shalat. tanpa diperintah pak Ahmad. Anak-anak berdoa masing-masing dan tidak lupa mendoakan orang tua mereka. Diantara anak-anak ada yang berdoa dengan suara lirih dilantunkan penuh harapan

“Rabbanaghfirlanâ dzunû banâ waliwâlidaina warhamhumâ kamâ rabbayani shagira…Rabbaana âtina fiddunyâ hasanah wafil â khirati hasanah waqinâ ‘azabannar”,

Sianak kecil menangis tersedu-seduh. pak Ahmad menghampirinya dan mengelus-elus kepalanya dengan penuh kasih sayang

“ apa yang membuatmu bersedih lee? ”

bocah kecil itu menghapus air matanya yang meleleh bening kemudian lisannya bertutur

“ Bapak ibuku ustaz.. mereka aku doakan tapi mereka tak pernah berdoa kepada Allah ”. dengan wajah lesu ia menjawab.

” hmm pak ustaz faham, terus sedang apa ayah dan ibumu saat ini.? ” Bocah kecil memperbaiki posisi duduknya dan memandang wajah teduh pak ahmad.

” Bapak sedang menggosok pisau deres ustadz, ibuk sedang buat bontot untuk bapak ke ancak ”   anak itu mengutarakan dengan wajah seperti semula.

” Ya Udaah lee! sama-sama kita doakan supaya bapakmu dan ibukmu dapet kesempataan untuk berdoa bersama kita di masjid “

”..Ammiiiiinnn” anak-anak yang lain mengaminikan.

” sekarang kamu belajar ngaji dulu sama ustaz! nanti kalau udah bisa baca Al-Quran, kamu bisa ajarin bapak kamu bacaan sholat ”

Pak Ahmad meraih tangan kecil itu dituntun untuk belajar ngaji.” anak-anak buat halaqah terus baca alif-alifnya!![3]

Suker Itulah si bocah kecil yang berharap bapaknya bisa shalat bersamanya seperti bapak-bapak kawan seusianya. Melihat kejadian itu seorang mandor di perkebunanan karet yang ikut berjamaah merasa ibah terhadap para karyawannya. Namun, ia tidak bisa berbuat banyak, karena Ia sendiri juga buruh di perkebunan. bapak mandor itu hanya bisa menghela nafas sambil berdoa agar dunia tidak memalingkan dirinya dari Sang Khaliq.

۞         ۞           ۞

Subuh meluai pudar, udara yang dingin berangsur-angsur stabil dengan pancaran sinar matahari yang menghangatkan. anak-anak bersalaman sambil mencium tangan Ustadz Ahmad, salam adalah hal terkecil yang diajarkan pak Ahmad kepada anak didiknya agar mereka hormat terhadap orang yang lebih tua.

Aktifitas manusia beralaih secara spontan,kaum bapak,ibu,anak-anak semua beraktifitas sesuai dengan kegiatannya. para buruh mulai kembali mengunjungi kebun karet,sedangkan pak ahmad dan anak didiknya menuju sekolah .setibanya disekolah anak-anak mulai membersihkan bangku panjang yang sedikit berdebuh,menyediakan kapur tulis dan penghapus yang terbuat dari kain dijahit tangan dan diisi oleh kapas randu berbiji. Dilanjutkan dengan merapikan kursi dan meja Pak Ahmad. apabila pak ahmad datang anak-anak telah duduk di bangku panjang seperti duduk nonton bola, pak ahmad memasuki ruang kelas setelah melihat kebersihan sekitar sekolah.

” Assalamu ‘Alaikum anak-anak ? sudah siap untuk belajar? ”.dengan wajah berseri-seri pak ahmad datang

” Wa’alaikum salam Pak !!!..siaaaaapppppp ”, anak muridnya menjawab kompak, tiba-tiba Suker yang duduk didepan berdiri   menghampiri pak Ahmad.

” pak ini tugas bahasa indonesia saya pak! saya mau izin pak, bapak saya sendirian di kebun. saya disuruh bantu ayah memungut karet,karena ayah harus jualan habis zuhur pak”

Ayah Suker memiliki beberapa pekerjaan selain buruh penyadap karet, Ia juga pedagang pisang warangan ke perumahan asisten dan mandor perkebunan kelapa sawit yang ada di Desa Baru.Pak ahmad hanya terdiam kemudian dengan sangat terpaksa pak ahmad mengizinkan suker untuk membantu bapaknya karena pak ahmad tahu kalau keluarga Mas Sugeng bapak suker adalah keluarga yang biasa-biasa. pak ahmad tidak membiarkan suker tidak menghadiri pelajaran pagi, pelajaran malam tetap diusahakan pak ahmad

“ Suker jangan lupa setelah shalat Isya kamu harus datang ke rumah bapak untuk mengganti pelajaran kamu yang tertinggal..ya udah! bantu bapakmu jagan lupa   nanti malam Ba’da Isya ”.dengan girang suker langsung menjabat tangan pak ahmad.

maturSuwon Pak ..Nanti Malam Saya Datang pak”

Suker Meninggalkan sekolah dengan berjalan kaki menuju ancak bapaknya yang tidak jauh dari sekolah. karena sekolah tersebut bukanlah Sekolah Negeri, sekolah itu hanya sekolah biasa yang dibangun oleh pemilik perkebunan karet seorang pengusaha Etnis Tionghoa. sekolah yang terdiri dari satu lokal,yang sebenarnya adalah sebuah rumah yang dialih fungsikan menjadi sekolah. keberadaan sekolah itu sangatlah penting bagi pendidikan anak-anak dikala itu.rumah itu milik seorang kepala desa yang dijual kepada pengusaha karet, sedangkan pak ahmad hanyalah relawan yang sudi mengajarkan ilmu yang dimilikinya.

Pengusaha Thionghoa selalu memberi fasilitas sekolah dari alat tulis hingga sepeda motor supaya pak Ahmad tidak perlu berjalan ke sekolah. sepeda motor adalah harta termahal untuk masyarakat waktu itu karena di desa hanya pak ahmad dan para mandor saja yang memiliki kendaraan bermotor.bagi Pak Ahmad motor hanyalah sarana untuk mempermudah lanjutnya pendidikan bukan harta yang ingin dibanggakan.hanya satu yang ia impikan peningkatan mutu pendidikan yang harus dan terus diperjuangkan, oleh karena itu, pak ahmad menyiapkan generasi anak didik yang kelak mampu melanjutkan nilai-nilai pendidikan dikampung mereka tinggal ,harapan itu selalu ia sampaikan baik itu di sekolah maupun di masjid saat anak-anak belajar mengaji bersamanya. pesan-pesan Pak Ahmad seperti pegangan hidup yang selalu dijadikan pelajaran bagi para muridnya. tak terkecuali bagi anaknya sendiri Citra Dakhalaniyati.

۞         ۞           ۞

Citra Dakhalaniyati, telah berusia 19 tahun, Ia duduk di kelas 3 SMA bersama beberapa teman dari desanya. Bambang, Ayu, Dan Suker. pesan pak Ahmad untuk terus belajar tertular kepada empat anak tersebut. sekolah yang jauh dari Kampung Lama, bukanlah sebuah hambatan bagi empat siswa teladan itu, cara mereka berangkat ke sekolah sangatalah menarik mereka selalu menumpang jonder kendaraan roda empat dengan membawa gerobak yang digandeng dibelakangnya , untuk mengangkat buah kelapa sawit di perkebunan milik investor asing seorang pengusaha keturunan Belanda, pengusaha itu adalah Tuan Rubben.

masyarakat menyebutnya seperti itu tuan roben. perkebunan yang menggeluti kelapa sawit dan minyak mentah itu sangatlah luas. lebih luas dari perkebunan karet milik Tuan Tionghoa, penduduk setempat sangatlah beruntung dimana mereka bisa bekerja di perkebunan yang dikembangkan oleh kedua Non-Pribumi tersebut.

Edek,edek,edek,edek,..”

Suara Jonder[4] dengan asap mengepul keatas seperti pabrik berjalan, roda yang berukuran besar sangat membantu kekuatan jonder saat menarik grobak..didalam gerobak seonggok anak desa yang ingin mengubah dan mengasa intelektual mereka berdiri sambil bercerita.

“ Suker mau lanjut ke mana? setelah tamat SMA ?” Lek[5] pandi super jonder ingin mengetahui rencana kedepan Suker.

” Belom Tau lek!!, selesaikan sekolah dulu Lek, Baru Nanti Dipikirin”

” Udaaahhh ikut lelek aja jadi setoker jonder, kamukan nantinya punya ijazah!, kalau sudah lama kerja kamu bisa jadi mandor!..MAU kamu ker? ” sebuah tawar-menawar yang selalu dilakukan Lek Pandi untuk para anak muda seusia suker.

“ Yo lek tak pikir-pikir..lek !” super jonder kembali fokus dengan setir bulatnya..

” kamu ngak lanjut kuliah ? ” Ayu teman suker berkomentar.

“ Ya itukan masih dipikir Yu. lihat nantilah, Bapakku pingin aku cepet kerja..buat apa sekolah lama-lama udah kerja aja bapak udah kurang tenaganya untuk kerja jadi buruh, ituuu kata bapaku AYuuu”

” Yaaah itukan pendapat bapakmu kamu!, tentunya kamu harus lebih berfikir maju ” ayu memberi saran ,suker hanya bisa mengiakan pendapat ayu .

””iyooo iyooo cah ayuuu..ayu tenan sarane””

“gombal mas..kalau maugomlan banyak di gudang mas” ayu menanggapi gombalan suker.

“haha hahha” Suker malah tertawa membuktikan ia bercanda.

Bambang dan Citra hanya tertawa, “ Wah kita dah sampai simpang ” Bambang mengingatkan..

” lek turun sini lek!!”..

” iyoo ati-ati kalau turun, tolongin Citra itu ker.” Ayu melompat terlebih dahulu sedangkan tangan kanannya dipegangi suker. Citra lebih memilih turun sendiri, sebenarnya Suker ingin membantu Citra turun dari grobak tapi kesempatan itu terlambat, Citra sudah turun terlebih dahulu.

Perjalanan ke sekolah harus dilanjutkan dengan berjalan kaki, setapak demi tapak terus dilalui, lembabnya kondisi iklim di perkebunan kelapa sawit menghambat proses keringnya tanah yang baru terguyur hujan tadi malam, daun pohon kelapa sawit yang hijau menunjukkan pohon sawit terawat dengan baik, buahnya yang menonjol berukuran besar mengelilingi cela-cela pelepah,masyarakat menyebutnya muser[6]. buah yang terlihat muser adalah hasil perkebunan yang didambakan, batang pohon yang lembab ditimbuhi tumbuhan paku.tumbuhan yang selalu dijadikan objek penelitian pelajaran Biologi anak kelas tiga SMA.

Tak Hanya di sela-seala pohon di tumpukan pelepah sawit yang dipotong kemudian ditupuk menjadi satu agar terlihat rapi juga tubuh subur tumbuhan paku. tetapi jenis dan bentuknya sangat berbeda tumbuhan paku yang tumbuh di batang pohon umumnya berukuran kecil panjangnya hanya sekitar 60 cm. sedangkan tumbuhan paku yang hidup di rumpukan pelepah berukuran besar lagi bergerombol, panjang daunnya sekitar seratus dua puluhan cm.

Tumbuhan Sawit adalah tumbuhan sejenis pohon kelapa. namun, daun dan buahnya memiliki duri,buahnya terdiri dari biji-bijian yang bergerombol berbentuk lonjong.tikus-tikus adalah pemakan biji-bijian tersebut, maka para pihak perkebunan menempatkan burung hantu pada setiap divisi,rumah-rumahhan kecil yang dijadikan rumah burung hantu ditebar di areal perkebunan untuk mengurangi hama tikus yang bisa mengurangi kesuburan kelapa sawit. Karena bekas gigitan tikus dapat mengakibatkan buah membusuk meskipun hal itu jarang ditemuai…

“ Grosek… grosek…nnkhhoookkhh, nnkhookkk, nnkhookkk, grosek, khoookkhh”

Suara Sampah yang terlantak oleh binatang yang belum terlihat wujudnya.Citra terlihat ketakutan badannya disembunyikan dibelakang Suker, Ayu juga tak mau ketinggalan Ayu lebih mendekati punggung Suker, tak lama setelah itu grombolan binatang Babi lewat di hadapan mereka.

“ gruduk, gruduk ,gruduk ”. Babi-babi itu terlihat seperti satu keluarga, ada yang masih kecil berwarna belang, hingga Babi berukuran sedang dan diakhir ioleh Babi Besar berbulu lebat yang menjadi Body Gurd.

” Hayooo.. Hayooo..wwwhhhaaaayyyyyooo huuffzfffz…”

Bambang dan Suker meneriakkan suara keras, gerombolan babi makin memacu kecepatan.

” wah untung ngak nambarak kita ya citra ” ..ayu bergeming.

” iya ayu alhamdulilah ngak nabrak kita ” Citra juga angkat bicara,

“ Babi Kesiangan!” suker geleng-gelng melihat babi-babi itu

“ mungkin begadang tadi malam “, Bambang menambahkan.

Perjalanan akan segera sampai, langkah mereka lebih cepat lalu-lalang kendaraan menuju pabrik mulai terlihat. pagar sekolah berwarna putih hijau seperti melambaikan tangan dan berkata cepat masuk nanti kalian terlambat. Siswa SMA terlihat bebondong-bondong memasuki gerbang sekolah.

۞         ۞           ۞

Pagi kembali lenyap seperti pagi-pagi sebelummya, sedangkan nasib para buruh dari pagi ke pagi hanya menjadi tukang penyadap karet, juga pekerja harian di perkebunan kelapa sawit, tidak terlihat keistimewaan pada pekerjaan penyadap karet itu. berpakain kumuh berbau menyengat dari getah karet yang telah berbulan-bulan menempel, percikan getah karet selalu mereka hadapi setiap kali menyadap.

Jenjang terbuat dari kayu untuk memanjat pohon karet berukuran dua meter selalu dibawa dari satu pohon kepohon berikutnya. susu karet di mangkok terbuat dari Aluminium dikumpulkan pada tabung penyimpan getah cair, kemudian di setorkan ke latek tempat pengumpulan getah karet cair. penyadap menyebutnya susu karena warnanya putih bersih seperti susu.

setoran datang dari beberapa ancak penyadap karet, seorang mandor sibuk mencatat jumlah tabung karet yang dihasilkan para penyadap.mobil tanki pengangkut getah karet cair berhenti di pangkalan latek. Getah karet cair di masukkan melalui papan yang didesain segi empat seperti parit, dari papan berbentuk memanjang seperti parit itulah getah cair dialirkan ke tanki mobil kemudian di setor ke pabrik untuk diolah dan di tiriskan kadar air yang masih ada dalam getah.

۞         ۞           ۞

Pagi

pagi itu fajar,fajar itu subuh

pagi itu indah,pagi itu dingin

pagi itu dirumu,pagi itu kecantikanmu

pagi,kemanakan dirimu siang ini..

Suker

Terima Kasih.

Penggalan puisi bejudul pagi yang baru saja dibacakan suker, Ibu Helma memanggil suker untuk menerangkan makna puisi bertema pagi.

“ Syukir tolong jelaskan puisi pagimu ”

“ pagi itu fajar !! Menurutku, pagi itu bermula dari fajar, kemudian pagi itu subuh!! menurutku dari subuhlah pagi itu terasa lebih nikmat dengan ibadah shalat subuh terlebih dahulu. kalau pagi itu indah dan pagi itu dingin. menurutku, pagi itu memang anugrah buat manusia sehingga keindahannya saya ungkapkan dengan dingin bukan dengan panas . kalau pagi itu dirimu pagi itu kecantikanmu. menurutku kecantikan seseorang terlihat dari bangunnya ia diwaktu pagi dan kecantikan tidak pernah berdusta diwaktu pagi. penggalan itu khusus buat Buk Helma ”

.” Huaaaaahh haaaaa haaa ” para siswa sepontan tertawa terbahak-bahak.

” Terima Kasih kalau gitu syukir atas puisinya tapi kamu harus lebih banyak belajar lagi untuk membuat puisi agar puisimu lebih menarik ”

ibu Helma yang masih gadis itu berusaha tetap bijaksana dan berwibawa selaku seorang guru bahasa indonesia.

TENG, TENG, TENG, lonceng berbunyi pertanda jam istirahat,

”baik anak-anak kita lanjutkan pelajaran besok jam kedua jangan lupa puisi dikumpulkan melaui syukir ”. Bu Helma meninggalkan ruang kelas menuju kantor, dan para siswa berhamburan keluar kelas.

“Hey Kamu Suker Penggombal!” Alex mendatangi suker dengan tiga kawanan lainnya Tigor, Anton dan Hendro.

” Jangan macem-macem kamu Sama Bu Helma dan jangan cari muka kamu Suker !!”. Alex memperingatkan agar Suker lebih sopan kepada Bu Helma.

” sebagai hukumannya buatkan kami puisi untuk tugas Buk Helma”

..BRAKKKK …

tumpukan empat buku tulis kosong dicampakkan diatas meja suker. lalu Alex dan tiga sekawan meninggalkan Suker. Ayu, Bambang Dan Citra melihat Alex pergi, bergegas tanpa sela waktu langsung mendatangi Suker.

” sudahlah suker jangan diambil hati yok kita kerjakan bareng-bareng tugas mereka ” Ayu mengambil tumpukan buku tulis kosong lalu membagikannya ke Citra, Bambang, dan Suker.

huffff.. suker hanya bisa bernafas

” Terima Kasih Teman-Teman”.

Hahha haa haaa Bambang kembali tertawa ” wah! udah seperti dialog dibuku bahasa indonesia kamu ker lah lah ” suasana kembali renyah dengan suara tawa Bambang yang menggelegar hingga keheningan hancur berkeping-keping.

۞         ۞          ۞

Suker tersenyum menggingat peristiwa dua tahun yang silam, saat SMA, saat yang menyenagkan, suker kembali meneruskan pekerjaanya sebagai mandor di perkebunan kelapa sawit Tuan Rubben. Ia mengelilingi perkebunan sawit dengan kendaraan bermotor memakai sepatu karet dengan topi di kepala yang menjadi khas para mandor. diperjalanan suker berpapasan dengan jonder yang membawa buah sawit dari divisi II. ia kembali teringat saat dirinya dan teman-temannya menumpang jonder dan berjalan kaki menuju ke sekolah. di perjalanan pulang dekat batas perkampungan suker dipanggil oleh tiga anak SD.

“ KAAANG GONCEEEENG”

suara anak-anak SD yang dahulunya sekolah biasa kini telah berubah menjadi Sekolah Dasar Negeri. Kini Pak Ahmad adalah kepala Sekolah Dasar tersebut.Suker pun menghentikan motor miliknya.

“ Yok Naik Pelan-Pelan, piye kabare Pak Ahmad? masih mengajar bahasa indonesia di SD ? ” rasa ingin tahu suker tiba-tiba muncul begitu saja

“ Masih kang tadi kami belajar dengan Pak Ahmad ”,bocah-bocah kecil itu merapat ke depan dan berpegangan erat.

” Pak Ahmad itu guru kakang waktu SD dulu ” suker mengingat jasa pak ahmad kepadanya.

” wah !!Kang Suker sudah sukses ya kang.? ” anak-anak memuji suker.

” Hmm kalau mau sukses belajar seng tenan ” motivasi langsung merasuk dalam diri anak-anak SD itu.

“ Iyo Kang “

anak-anak itu terlihat bersemangat. kendaraan bermotor terus membawa tiga anak SD, melewati perkebunan kelapa sawit kampung baru kemudian perkebunan karet di kampung lama,

” kakakmu Ayu gimana kabarnya? ” pertanyaan untuk mengenang masa lalu dituangkan melaui Rahmat adek kandung ayu.

” Kakak masih lama pulangnya kang!, kata kakak dua tahun lagi baru tamat kuliahnya.”

“ kang kami turun disimpang ini ..hop hop kang”.

“ iyo hati-hati turunya jangan buru-buru”, anak-anak generasi bangsa itu meringis kemudian mengucapkan terima kasih kepada suker. Suker melanjutkan perjalananya.

۞         ۞           ۞

Matahari mulai lenyap perlahan-lahan dan cahaya jingga mengghiasi pemandangan langit. para orang tua dan anaknya menuju ke Musallah kampung lama.suker dan bapaknya kini telah berangkat ke musallah bersama-sama seperti apa yang di katakan pak ahmad saat iya masih kecil dahulu dan doa teman-temannya Diijabah Allah.setibanya di musallah suker merapikan sajadah yang terlihat terlipat diujungnya, menyapu debu-debu yang masih tersisa. kemudian bersiap-siap berwudu untuk mengumandangkan azan. Setelah ia berwudhu dan beberapa saat setelah itu, pak ahmad datang ia berjalan tertatih-tatih dengan tongkat.

“ Assalamu Alaikum Mas Suker ”

” wa’alaikum salam pak ”

suker langsung meraih tangan pak ahmad dan menuntunnya ke dalam masjid.

”suker sudah masuk waktu maghrib diazanilah”

suker memanjat tangga menuju kubah kemudian ia melantunkan suara azan maghrib.

۞         ۞           ۞

shalat maghrib usai dilaksanakan, Suker menemui pak Ahmad untuk berbincang-bincang, pak Ahmad sudah terlihat begitu tua.setelah berbincang lebih lanjut akhirnya Pak Ahmad berpesan agar ia bisa datang kerumah pak ahmad ba’da isya.suker bertanya-tanya ada apa gerangan.

Ba’da isya pak ahmad diboceng suker kerumah. karena bapak suker hanya berjamaah dishalat maghrib saja maka suker mengantar pak ahmad .Setibanya dirumah gurunya itu, Suker dipersilahkan untuk masuk dan disuguhi secangkir teh hangat dan goreng pisang yang ditepungi tepung terigu, asapnya juga masih mengepul, pertanda pisang baru saja diangkat dari penggorengan.

” nak suker bagaiamana kabarmu nak ”..ibu Citra menyapa suker ..

” Alhamdulillah sehat buk e”

” wah udah lama kamu ngak main kerumah ibu padaha dulu waktu kecil kamu sering main main disini sama Citra”, ibu citra jadi teringat anaknya yang jauh disana menuntut ilmu di pulau jawa.

“suker ngajar ngaji bu habis maghrib, makanya ngak bisa main buk ” suker menjawab dengan santun .kemudian Pak Ahmad mengalihkan ke hal yang lebih serius

“ Begini suker! bapak mau bicara sama kamu, Bapak mau minta tolong untuk mengirimkan uang semester ke alamat citra di Jawa. suratnya baru saja tiba hari kemarin isinya minta dikirim uang karena uangnya sudah mulai menipis,bapak udah ngak kuat berkendaraan jauh lee,tolong sukir antarkan surat dan uang ini ke kota besok ”,surat dan uang itu diberikan ke suker.

Insyallah pak saya kirim ke kota “

“ gimana kuliah Citra pak?”..pak ahmad belum sempat menjawab ibu citra langsung menceritakan anak perempuanya

“ iya suker ..citra temanmu itu sudah semester empat katanya dia senang bisa kuliah di Bogor. Citra juga cerita disuratnya bogor udaranya sejuk, teman-teman disana baik-baik ”

“ Ya Alhamdulilah kalau begitu ya suker ” pak ahmad gantian menyela.

“ Engge pak “ jawab suker

“ Diminum to leh! Tehnya nanti keburu dingin ” tawaran ibu citra diterima dengan senang hati ..

” Engge Buk.” Syruput teh hangat diminum perlahan,

” ibu kedalam dulu ya le silahkan kamu cerita-cerita sama bapak , sudah lama kamu ngak cerita-cerita yo tho ?” ibu citra meninggalkan sukir dan pak ahmad.

” gorengannya dinikmati loh jangan malu-malu”..

Pak Ahmad kembali menceritakan Citra kalau anaknya sebenarnya sudah pingin untuk pulang kampung tapi biaya untuk pulangkan ngak sedikit makanya dalam surat ini bapak kirikan uang untuk citra jumlahnya dua kali lipat supaya bisa buat libur di semester lima.pak ahmad masih terus cerita tentang citra anaknya,cerita tentang harapan pak ahmad supaya citra bisa jadi anak yang sholehah sukses dunia akhirat.

” ooo iya le besok kamu libur atau masuk kerja ?”

“ saya libur pak “

“ kalu gitu kamu bisa mengantarkan suratnya ya lee,Insyallah pak”

Surat itu amanah terbesar yang pernah diembankan pak ahmad ke pada suker. dengan penuh hati-hati ia menjaga surat berisi uang tersebut.kapan bisa ke kota Bogor suker berfikir.

۞   ۞   ۞

BOGOR   1981

Hujan lebat menguyur kota Bogor air yang membanjiri jalan menghentikan lajunya kendaraan. satu persatu kendaraan memilih berhenti sambil beristirahat. pedagang minuman hangat kebanjiran orderan, pesanan minuman bervariasi ada pesan susu, ada pesan kopi susu, teh, pesanan minuman hangat membanjiri warung kopi seberang jalan milik mbak poikem perantau dari jawa timur.

“ mbak ….mbak …kopi satu ”

seorang supir mini bus memesan kopi sambil mengacungkan jari manis, alis matanya terangkat keatas matanya terlihat merah karna kurang tidur,

“ mbak teh susu ”

” mbak teh aja!! ”

Penumpang yang berhenti di terminal juga ikut nylimbrung pesan minuman hangat. salah satu diantara pengunjung adalah seorang gadis item manis sorot matanya tajam, bulu matanya lentik alisnya yang tebal lagi menghitam menambah keistimewaan gadis Sumatera itu, hidungnya juga mancung kulitnya sawo matang. wajahnya oval dan berkaca mata, jilbab hijau muda yang membalut aurat menambah keanggunannya.

” mbak numpang berteduh” gadis itu menyapa mbak poikem.

” mongo mongo silakan duduk cah ayu”..sahut mbak poikem.dari banyaknya pengunjung hanya gadis itu yang tidak pesan minuman.

” Nduk Mau Minum ?”, mbak poikem menawarkan.

“ sini duduk dekat mbak biar ngak kena tempias,ayo sini cepet ” mbak poikem mengangkat kursi plastik lalu di letakkan didekatnya

“ mongo nduk lunggo ”

” matur suwon mbak ” gadis itu meraih kursi dan duduk perlahan,

” udah lama kamu cah ayu ngak mampir ke warung mbak? kemana aja kamu ?dulu waktu tahun pertama kamu mainya ke sini terus, lah kemana aja kamu sekarang cah ayu?”. Sesama perantauan terkadang mampu mengubah kenalan atau teman jadi saudara, mengubah segalanya begitulah para perantau sejati,

“ iya mbak sekarang citra udah ngak kost di dekat kampus lagi mbak. citra masuk pondok pesantren mbak, ikut bantu ngajar anak-anak ” mbak poikem berdiri menuju pembuatan minuman

” ooo..bagus kalau begitu tapi yo mbok mampir gitu kalau lewat warung kecilnya mbak ini.tak buatkan minum ya ,teh susu atau susu aja ?” mbak poikem sudah sibuk ngelapin gelas kosong mau menuagkan gula.

” aduh mbak.. ndak usah repot-repot citra lagi puasa nazar sekarang mbak. maaf yoo mbak bukan citra nolak ”

” ooo puoso nazar tho nduk,ngak kangen apa sama minuman buatan mbak?”

mbak poikem berharap.

” Insyallah lain kali citra mampir kesini lagi mbak ”

” teman kamu si ayu itu udah kemana dia kok jarang banget kelihatan ?”

“ oo ayu mbak! ayu sekarang tinggal sama bibinya mbak dekat kampus atas.”

Tin tin tin klekson angkot jurusan ke pesantren menggoda penumpang ..”mbak citra pamit dulu mbak angkotnya udah dateng. pulang dulu mbak”, citra terburu-buru sambil melambaikan tangan tersenyum manis dan memasuki pintu angkot biru. mbak poikem hanya bisa pesan

“ ati-ati nddok ”

sambil memperbaiki posisi sapu tangan di bahunya. kemudian membasu gelas-gelas kotor bekas kopi susu.

۞         ۞           ۞

“Ya Allah Tas rangselku tertinggal di warung Mbak Poikem?”

Citra baru tersadar saat dirinya tiba di pesantren Al-Ihsan. mudah-mudahan mbak poikem mrimpeni tasku.anak-anak berdatangan ke asrama,salah satu santri wati ituAfifah. ia menghampiri ustazah wali kamarnya Citra.

ustazah citra kaifa haluki ?”

alhamdulilah bi khair anti kaifa? “

“ Alhamdulillah ana bi khair ustazah,ustazah mau tanya puasa nazar itu apa sih? ” Wajah afifah terlihat begitu ingin tahu.

“ puasa nazar itu Afifah ..emm gini aja ustzah kasih Afifah contoh,misalnya nih Afifah pingin lulus dan naik ke kelas dua,terus Afifah berniat kalau Afifah naik ke kelas dua Afifah berpuasa,nah puasanya itu namanya puasa nazar ..lebih kurang seperti itu puasa nazar Afifah ”

” begitu ustazah…Syukran Ustazah..afifah siap –siap shalat maghrib dulu”,ucapan terima kasih yang sering diungkapkan santri dengan berbahasa arab yang jawabannya tentu afwan yang berarti sama-sama deh. Suara azan berkumandang santri wati telah berada di masjid,semua terlihat begitu anggun dengan mukena putih membalut.

Maghrib dan isya berakhir anak-anak menuju asrama

Tok ,tok,

“ Assalamu ‘Alaikum ustazah? ini ‘Afifah”

Citra bergegas membuka pintu kamarnya ”waalaikum salam silahkan masuk afifah, ada apa ya afif ? ”

“ Ustazah ini ada surat dari kampung ustazah. tadi setelah sholat ‘isya pak satpam memanggil afifah,kata pak satpam surat ini buat ustazah” afifah memberikan dua pucuk surat beramplob putih dan coklat.

”syukran ya Afifah,sudah mau mengantar suratnya”

”‘afwan ustazah Afifah ke asrama dulu”. Afifah lalu pergi meniggalkan wali kamarnya.surat dari bapak,alhamdulillah surat dari bapak! surat beramplop putih itu ia buka dan didalamnya terdapat lipatan kertas putih dan lipatan uang kertas yang lumayan tebal. kertas putih Perlahan dibacanya dengan menghayati setiap tulisan yang berasal dari kerinduan hati orang tua untuk anaknya di pulau seberang.

Bismillahirahmannirrahim

Assalamu’alaikum Citra,kabar kamu bagaimana nduk? Bapak ibu adikmu alhamdulilah semua sehat wal’afiat,bapak belum bisa jenguk kamu disana bapak hanya bisa kirimi citra uang belanja serta ongkos tiket untuk pulang diliburan semester lima nantinya,harapan bapak citra bisa menjaga diri,jaga kesehatan juga sungguh-sungguh belajar.pesan ibu kamu jangan lupa shalat duha dan rajin-rajin kirimi ibumu surat,wassalam.Kampung halaman, 28 november 1980

Mata Citra berkaca-kaca setelah membaca surat dari keluarganya,rasanya ia ingin pulang hari itu juga dan kembali berkumpul bersama keluarga.namun,niat itu hilang seketika saat dirinya sadar kalau ujian semester ganjil sudah diambang pintu. Ya Allah kuatkan hambamu ini.surat selanjutnya ia raih dari meja kecil tempat ia belajar dan membuat tugas kuliah.dari sudut kiri tertulis nama yang tidak asing baginya.Suker Alamsyah orang desa, ya ampun mas Alamsyah,lidahnya keceplosan.

Seyum manis Citra membuat bibirnya tertarik, indah bentuknya. Hatinya terhibur oleh sicoklat itu entah mengapa surat coklat itu mampu membawanya kepada kegembiraan bukan kesedihan, hatinya seakan-akan tersirami air embun yang begitu dingin dan menyejukkan! spertinya embun itu adalah cinta, kedua tangannya memegang erat surat beramplop kecoklatan.tapi rasa ingin tahu isi amplop itu kembali sirna.

Citra teringat kepada Ayu seorang teman dan sahabat sejati yang begitu perhatian pada Alamsyah.meskipun alamat yang dituju adalah alamat Citra. Tetapi, hatinya tetap berbisik kalau surat itu bukan untuknya tetapi untuk Ayu Andiniati sahabatnya. Surat itu ia kemas agar keesokan hari, surat beramplop kecoklatan bisa di berikan kepada yang berhak menerimanya, juga membaca tulisan mas Suker Alamsyah.

۞         ۞           ۞

PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

Perkebunan kelapa Sawit mengalami penurunan hasil produksi, musim kemarau dan pemupukan yang mulai tidak teratur serta banyaknya karyawan perkebunan yang menyeludupkan pupuk dari gudang mengakibatkan produktifitas kelapa sawit turun drastis, kualitas buah yang mengecil serta pohon kelapa sawit yang tidak subur terlihat melalui pelepah daun yang menguning batangnya mulai mengerucut, merupakan gejala buruk bagi kelapa sawit.

pihak perkebunan menonaktifkan beberapa karyawan yang terlibat pengurangan jatah pupuk. karyawan-karyawan baru mulai dipekerjakan di perkebunan kelapa sawit milik Tuan Rubben. Tuan Rubben juga mengambil tindakan dengan memanggil anak sulungnya yang tinggal bersama ibunya di Belanda, untuk datang ke indonesia.

kondisi perkebunan mengalami penurunan yang sangat drastis, penurunan hingga mencapai tiga puluh persen akibat lahan yang mengalami kebakaran dimusim kemarau dan produktifitas yang menurun. para asisten,mandor,dan pekerja harian dikumpulkan di lapangan kantor perkebunan. seorang wanita muda mengambil posisi General Maneger perkebunan tersebut.

” Wong Barat ”

Seorang buruh harian berbisik kepada temannya.” iya itu anak tuan Rubben yang menggantikan pak GM.”

” Baik! semuanya tolong dengarkan saya ” wanita muda itu mulai berbicara dengan bahasa indonesia dengan baik, wajar saja selama 12 tahun masa kecilnya di habiskan di indonesia. “ sekarang General Meneger adalah Saya Isebella Rubben, jadi semua kebijakan saya yang menentukan.jika ada yang berniat untuk menentang kebijakan saya tolong anda mengundurkan diri terlebih dahulu,sebelum anda saya pecat !”

Apel pagi itu adalah apel pagi terburuk bagi karyawan. tidak seperti biasanya apel hanya mengingatkan cara bekerja yang proporsional dan keselamatan dalam bekerja. namun,dipagi buta itu karyawan kecut mengalaminya.

Isabella Rubben adalah General Maneger baru untuk perkebunan kelapa sawit. capabelity dalam memanage sudah ia buktikan dengan mengelola perusahaan milik ibunya di Belanda. kini saatnya iya buktikan kemampuannya dalam memanage perkebunan milik ayahnya.

gaya kepemimpinannya yang tegas kurang disukai oleh kebanyakan karyawan kelas atas,seperti asisten ,mandor. namun,jika bertemu dengan para buruh harian isabella sangat santun dan ramah, ia tidak pernah menghardik para buruh harian. jika berpapasan dengan para buruh harian dan isabella berada dalam kendaraan mobil miliknya, maka ia selalu berhenti dan menyapa para karyawannya.

Saat apel kerja untuk menentukan lahan yang akan ditebari pupuk, seorang asisten dan mandor mengingatkan agar semua karyawan bekerja dengan sebaik mungkin karena Bu GM Baru akan berkunjung ke areal perkebunan. pak Hadi selaku asisten selalu mengambil tindakan terbaik saat GM mengevaluasi kinerja karyawan, pagi itu semua karyawan telah siap untuk ke areal kerja masing-masing, dari karyawan penebar pupuk yang didominasi oleh kaum perempuan hingga tukang angkut pupuk telah siap untuk bekerja.

seluruh karyawan bergerombol menaiki gerobak jonder menuju areal ujung timur perkebunan. setibanya di areal pemupukan para karyawan dikejutkan oleh kehadiran seorang perempuan muda dengan seorang pemuda dan beberapa mandor divisi lainya. kendaraan Isabella terparkir di seberang jalan. para karyawan langsung bekerja tanpa basa-basi kaum perempuan berhamburan ke barisan perkebunan kelapa sawit untuk memupuk setiap pohonnya.

“pak hadi kemari ..pak Hadi tolong pantau kinerja karyawan bapak sampai pemupukan selesai dengan sempurna. saya tidak mau bapak meninggalkan areal pemupukan sebelum semuanya selesai dengan baik!. “maneger meninggalkan areal itu.mobil melintasi beberapa divisi

“ Suker ‘kamu di Divisi berapa?.”

“ Divisi dua Bu Maneger”

“ saya percaya sama kinerja kamu, kamu yang pakai kumis Divisi berapa ? ” “saya bu ?” seorang pria berkumis tebal mengangkat tangannya

” iya kamu siapa lagi? yang kumisnya tebal selain kamu! ”

” ohh saya di Divisi tiga Bu GM ”

” pak Supir kita ke Divisi tiga sekarang!!”

setalah beberapa menit perjalanan isabella berinstruksi

“ stop!!! pak supir.kita turun di sini”.

“ Bagus ..bagus ..divisi ini bagus pohon tidak terlihat penyakitan daunnya melebar lagi hijau buahnya juga buah sempurna bukan buah cacat ”.

“ oo ini masih divisi dua bu GM” pak super menjelaskan

” ini divisi kamu suker ”

“ iya Bu GM ”

Suker menganggu-angguk..Isabella berjalan-jalan di sekitar pohon kelapa sawit setelah jauh berjalan ia tidak menemukan kecacatan dan kerusakan pohon. namun,biji-biji sawit masih terlihat berserakan di tempat pengumpulan sawit. Isabella memanggil dengan isyarat tangan. sukir langsung menghampiri Isabella.

” Suker lain kali bersihkan bibi-biji ini, karena jika dibiarkan biji ini bisa tumbuh subur dengan pupuk yang kita tebar di areal ini ”

” iya bu GM ”

Suker hanya bisa menganguk-anguk tanpa banyak protes walau sebenarnya itu adalah tugas pekerjaan para pengangkut biji sawit yang sengaja tidak mau memuatnya, isabella terus berjalan menuju mobil dan meneruskan perjalanan.

۞          ۞           ۞

Tidak terasa Isabella telah berada di perkebunan selama enam bulan.dan produksi kelapa sawit mengalami sirkulasi yang stabil, jumlah lahan yang terbakar sudah tertanami kembali oleh bibit sawit,dan sawit telah mengalami perkembangan. areal yang kekurangan pupuk kembali normal dengan dedaunan kembali hijau dan bentuk buah kembali normal dengan rata-rata bobot empat puluh kilo gram.

isabella telah sukses mengemban tugas ayahnya.Tuan Ruben juga bangga dengan kinerja putrinya.Tuan Ruben menawarkan agar isabella kembali ke Belanda untuk melanjutkan studinya, tapi isabella menolak.      isabella lebih memilih program penelitiannya di indonesia, sebagai sarjana di Bidang Sejarah, isabella sangat tertarik dengan peninggalan moyangnya di indonesia.Tuan Ruben tetap mendukung program putrinya dengan memfasilitasi keinginannaya dan menghadiahkan mobil jeep untuk putrinya Isabella sebagai fasilitas penelitian

Untuk memudahkan program penelitiannya isabella membawa rekan pribumi yang ia kenal dan bisa diandalkan,Suker adalah pemuda yang cekatan dalam bekerja lagi pula asisten dan mandor lainnya pada umumnya telah berkeluarga. maka gerak dan waktu yang dimiliki tentunya sangat terbatas, sedangkan Suker tidak memiliki kesibukan seperti mereka.

Suker dipanggil pak Hadi selaku kepala asisten. pak Hadi memang tidak suka dengan Isabella namun selaku bawahan pengangkatan Suker menjadi Asisten Riset isabella terpaksa ia sampaikan. Sukirpun bersedia, dengan pertimbangan yang matang ia menerima tawaran untuk menjadi asisten pribadi Isabella.

“ sekarang kamu sudah dipindahkan diluar perkebunan Suker, hati-hati saja kamu dengan orang asing itu”

” iya pak terima kasih saran dan informasinya”

” ya udah sana kamu!!! temui orang asing itu” asap rokok ditiupkan oleh kepala asisten ke wajah Suker

” efffuuuuuu.”

kepulan asap mengepul diwajah suker.Ia hanya terdiam tanpa banyak bicara, dan berjalan meninggalkan lelaki hitam berbadan pendek lagi gemuk itu.

۞         ۞           ۞

“ Permisi ibu Isabella ” Sukir masuk keruangan GM

“ silahkan masuk Mr.Suker Alamsyah, selamat anda dipindah tugaskan ke riset saya kamu bersedia bukan? Selamat” isabellah yang berpostur lebih tinggi dari suker menjabat tangan suker.

” saya bersedia Ibu GM Terima Kasih bu GM sudah memilih saya menjadi asisten pribadi ibu.”

“ Baik sekarang kita langsung kerja bagaimana?, saya dengar disini dulu pernah ditemukan Nederlandcsh Indie Coin, coin-coin Hindia Belanda?.saat lahan baru mulai di garap!”, suker mengambil tempat duduk kemudian bercerita tentang coin-coin itu

” penduduk kampung saya sempat berburu coin itu ”

” apa kamu punya coin itu syukir!??”

“ saya punya coin itu ”

” kalau begitu apa tulisan pada coin itu?” melihat respon suker, isabella memperhatikan dengan seksama cerita dari nara sumbernya

“ Yang saya ingat coin itu bertuliskan Nederlancsh Indie tertulis huruf yang menujukkan coin itu 2 setengah cent,dan ditengahnya ada gambar seekor singa membawa pedang bermahkota raja.dan di setiap tepi sisinya terdapat puluhan titik yang melingkari coin tersebut juga terdapat tahun di antara gambar singa tahun 1945. sedangkan di sisi belakang koin terdapat tulisan paku saya tidak tahu apa bacaanya,dan ditengahnya terdapat tulisan arab melayu yang berhuruf arab bacaannya seper empat puluh rupiah”.

” Tepat Sekali “

isabella beranjak dari tempat duduknya

” itu adalah coin Hindia Belanda zaman Queen Wilhemen Kerajaan Belanda. saya sangat suka kamu suker dan saya tidak salah pilih orang “.

Isabella terlihat sibuk dan lansung mengemas peralatannya, dari tas berisi kamera,hingga beberapa alat yang belum pernah dilihat orang kampung seperti Suker. Suker jadi bingung sendiri harus dibawa kemana si Nona Belanda cantik itu.

“ suker ayo kita berangkat jangan bengong”

” berangkat kemana bu isabella?” suker masih terlihat bingung

“ Waduh ..kok kamu jadi bingung,sudah ikut ke mobil saya,tolong bawa itu perlengkapan”.

isabella meninggalkan suker yang lagi pusing.menuju mobil gip hijaunya.

” ayo cepat naik ! tas itu letakkan dibelakang saja”. Setelah minat keras untuk menemukan coin hindia belanda terkontrol, perlahan ia mencoba menenagkan diri sambil melihat hijaunya daun-daun pohon kelapa sawit,emosi keingin tahuan terhadap coin yang diceritakan suker akhirnya terkontrol.begitulah seorang sejarawan menyikapi peninggalan sejarah, sangat berbeda dengan orang kampungnya yang menjadikan coin itu sebagai kerokan kalau lagi masuk angin.

“ saya sudah tidak sabar melihat coin itu,kita sekarang ke rumah kamu, kita jemput koin itu ”

” Baik Bu Isabella.”

“ sudah panggil saja saya Isabellah “

”Iya bu”

Kebisaan itu belum bisa hilang secepat kilat.mobil Geep Hijau itu menelusuri jalan-jalan kampung, anak-anak mengejar mobil Isabella,Isabella hanya bisa tersenyum melihat anak-anak pribumi.

“stop !!.. “

“ Isabella ini rumah kami, disini saja biar saya yang mengambil coin itu” sukir berlari menuju rumahnya..tidak terlalu lama isabella menunggu coin bertulis Nederlancsh Indie 2 ½ itu diserahkan ke Isabella.

”waowww ini coin yang selama ini saya cari “ matanya melotot karna takjub dengan coin itu, isabella merasa tak percaya kalau sukir masih memiliki coin itu.

Perjalanan memburu coin-coin terus dilakukan oleh kedua petualang, hingga keduanya terasa akrab,meskipun Suker selalu menganggap Isabella adalah atasannya yang harus tetap dihomati. berburu coin mereka lakukan hingga ke daerah pedalaman dimana dahulunya coin-coin itu ditemukan, menurut Suker coin-coin hindia belanda ditemukan saat mereka di Sekolah Dasar, Isabella akhirnya memutuskan untuk ke daerah tersebut.

Daerah perkebunan milik pengusaha Tionghoa yang sudah lama mengelola perkebunan karet, Tuan Tionghoa itu sering dipanggil dengan Tuan Siong. meskipun nama asli pemilik perkebunan itu tidak satupun masyarakat yang tahu. isabella memutar otak akhirnya ia memiliki solusi untuk segera menemui general meneger perkebunan karet dan ternyata mereka diizinkan memasuki areal tempat coin-coin itu ditemukan

۞         ۞           ۞

 

RUMAH KOTAK MINGGU, 01 DESEMBER 1980

Rumah kotak sebutan masyarakat setempat untuk menamai puing-puing bangunan yang berbentuk kotak. namun,bangunan disekelilingnya telah roboh rata dengan tanah. dipercayai konon coin-coin itu ditemukan disekitar bagunan yang porak-poranda itu, terlihat dari kejauhan sebuah bangunan berbentuk kubus dengan tumbuhan semak belukar mengelilinginya, hingga hampir sekitar bagunan itu ditumbuhi semak belukar. meskipun disekitarnya masih tertanam kebun karet. areal tersebut merupakan areal mistis bagi masyarakat,dahulu pada masa tanam tidak ada yang berani menam bibit karet diwilayah tersebut.

sukir mencoba memberanikan diri untuk menebas tumbuhan yang menutupi areal. setealah lama menebas terlihatlah rumah kotak dengan jelas. dari usia bagunan dapat diterka kalau bangunan itu adalah bangunan lama,dari struktur bangunan serta materi bangunan terlihat bercorak bangunan Hindia Belanda.

Isabella mulai memotret bangunan tua,setealah beberapa kali petikan akhirnya isabella memasukkan kamera dan duduk di puing-puing yang masih tersisa.ia meneguk air kemudian membasu mukanya. sedangkan sukir asyik menorek bongkahan semen yang tertimbun tanah. Namun, hasilnya nihil coin-coin berharga tidak juga ditemukan.

isabella kembali ke mobil sambil berfikir bagaimana mungkin membersihkan areal ini kalau hanya mereka berdua. sukir kembali mengelilingi rumah kotak tersebut,sambil menebaskan parang tajamnya ke semak-semak lalu membongkar-bongkar tanah.dan ketika tangannya meraba ke batu kecil ia merasakan sesuatu, benda berbentuk batu lonjong itu ia ambil. kemudian iya bersihkan tanah di sekitarnya, ternyata benda itu bukan batu melaikan guci antik yang berwarna putih memilki ornamen bunga-bunga kecil.

“ isabella ..isabella ”

Suker memanggil isabella,sambil berlari disemak-semak menuju isabella.apa ini berguna untuk penelitian? Ia berikan guci kecil itu ke isabella.

” saya suka barang ini dimana kamu temukan?”

Suker menjelaskan benda itu berada di reruntuhan dekat rumah kotak.proses penelitian terus dilakukan hingga matahari mulai perlahan menghilang.isabella dan sukir akhirnya memutuskan untuk menunda hingga esok hari .mobil gip meninggalkan lokasi penelitian, burung-burung mulai hinggap dicabag-cabang pohon karet untuk tidur,beberapa ekor kera berekor panjang juga terlihat bergelantungan di pepohonan, mobil terus melaju dengan kecepatan ringan.rumah kotak menghilang ditelan oleh malam yang gelap.

۞         ۞           ۞

“ Effffuuuuu ”

lebih melelahkan dari pada jadi mandor sukir geleng-geleng ..kemudian menyambar handuk merah untuk menghilangkan daki-daki petualangannya,azan maghrib berkumandang sukir bergegas menuju kemusallah karna anak-anak pasti menunggunya untuk belajar mengaji,suker tak ingin anak-anak penerus kampungnya buta al-quran. Namun, berbeda halnya dengan isabella setelah satu hari penuh ia mengadakan penelitian, isabella masih meneruskan penelitiannya dengan menggunakan literatur yang berkaitan dengan perkebunan karet dan pengaruh Hindia Belanda di Sumatera, lembaran roman tulisan Madelon yang berjudul Rubber 1931, lembaran buku satu persatu dibaca. sesekali isabella meneguh kopi hangat buatan pembantunya mbok ina, kemudian melanjutkan bacaanya.

tek,tek suara sandal mbok ina melangkah diatas lantai keramik,

” Nona Isabella makan malamnya sudah siap nona? ”

“ Terima kasih mbok ”.

Isabella tetap berada pada tumpukan buku-buku yang ia bawa dari Belanda,

“ mbok tolong buatkan kopi satu lagi ”

mbok ina datang dengan sigapnya, “ ada apa non?”

“ tolong,buatin kopi panas mbok ” isabella terlihat sangat lelah.

”iya non ..iya non tunggu sebentar ”.

Malam semangkin kelam isabella terlelap dimeja tempat ia membaca, kopinya yang tinggal ampasnya terlihat sudah menggumpal dingin.hari-hari yang disibukkan dengan benda-benda bersejarah menghantarkan ke peristirahantan yang tidak menyenangkan, tidur dengan posisi kepala di atas meja dan tangan terlipat. melihat isabella tertidur diatas meja mbok ina cepat membantu Isabella ke ruang tidurnya,tak lupa mbok ina,menyelimuti Isabella dengan seprai begambar bunga-bunga bercorak terang.

Jangkrik mulai berkeliaran mencari pasangan,kelelawar berterbangan mencium aroma buah-buah segar yang siap untuk disantap, musang pandan tidak ingin tertinggal oleh kelelawar, musang mulai bergerak dari persembunyian dan beraksi mencari buah-buahan yang bisa menganjal perutnya.hewan-hewan malam mulai menghegemoni suasana malam dari induk babi hingga anak babi juga ikut meramaikan malam yang penuh makanan,hingga menjelang pagi gerombolan babi masih asyik mendongkel cacing.sedangkan musang dan kelelawar segera bersembunyi di tempat yang aman.

۞         ۞           ۞

RUMAH PAK AHMAD

Senin, Ba’da Shalat Isya 01 Desember 1980

“Assalamualaikum ..kullo nuwon pak ustaz..kulo suker pak”

pak ahmad membuka pintu ..kreket…

“ waalaikum salam..nak suker ..masuk.. masuk lee,gmna kabarnya?”

“ Alhamdulillah baik Ustaz ”,

Pak Ahmad mempersilahkan duduk dikursi tamu.suker meletakkan Al-Quran di atas meja,sebuah kenikmatan tersendiri bagi suker bisa berbincang-bincang dengan gurunya, juga sekaligus ustadz spiritualnya.sudah lega rasanya bisa bertamu di rumah pak ahmad dengan amanah yang telah tersampaikan.

” dengar-dengar kamu sudah jadi asisten ya lee?”

Pak Ahmad mencoba memecahkan suasana.sukir merasa malu untuk menjawab tapi pak ahmad orang bijaksana tentunya faham dengan kondisiku batinnya, akhirnya ia jawab,

” iya pak,alhamdulilah sudah bisa kesampean cita-cita bapaku,kata bapak dulu cepet kerja setelah tamat sekolah.tapi ya gitu cuman jadi asisten risetnya anak Tuan Ruben yang kerjanya hanya keliling-keliling pak ”. Sukir berusaha tidak sombong

” wahhh bagus kalua begitu sukir bapak juga bangga kamu bisa kerja di perkebunan Tuan Rubben”.

“ oo iya surat bapak sudah kamu kirimkan ke alamat citra?”

“ Alhamdulillah pak sudah saya kirimkan ,ke alamat yang bapak tulis ”

“ sudah ada kabar dari citra pak? ”

“ Belum Suker…” jawab ibu Citra yang datang sambil membawa minuman dan kripik singkong, “ beginilah sukir kalau udah ditinggal anak perempuan satu-satunya coba kalau cira ada dirumah mungkin ngak hanya kripik yang disuguhkan ke suker,ya udah dimakan kripiknya mumpung masih muda, giginya kan masih kuat”.

“ Ha ha Matur Suwon Buk e”. pak ahamd dan syukir kembali bercerita tentang keluarga,pekerjaan,anak-anak ngaji,hingga larut malam.sukir akahirnya pamit karena besok ia harus kerja.

Diperjalanan pulang suker sempat berkhayal,andai saja aku bisa jadi mantu pak ahmad.alangkah senengnya hatiku.”citra .citra kok ngak pulang pulang kamu”. Gas mangkin ditancap motor melaju kencang. angin malam menerpa badan namun, kehangatan cinta dihati mengubah angin malam yang dingin terasa hangat,sepertinya suker lagi jatuh cinta.dari kejauhan api unggun terlihat remang-remanag sekelompok pemuda yang lagi bergadang menjaga poskamling masih pada melek,sarung dan kuplok khas ronda adalah perlengkapan wajib bagi para penjaga malam, suker menyempatkan diri untuk sekedar berbincang-bincang melepas penatnya malam. api unggun menerangi wajah-wajah pemuda desa yang lugu dan patuh.

Tin Tin

Suker membunyikan klekson motor…weeeeyyyyyy mas syuker!!!seorang pemuda lagi mengipas-ngipas ubi bakar.dikrumpulan pemuda itu terlihat ceret dan gelas. dari aromanya sepertinya kopi..”minum mas ini ada kopi,tadi di anter sama ibuk-ibuk”. Sukir ikut duduk-duduk tak lupa iya cicipi kopi dan ubi bakar.”hemm enak juga nih ubi”, “yo enak toh mas kan ini ubi jalar bukan ubi racun” salah satu dari mereka berkomentar.

” Hhahahhahahha”

Gelegak tawa pemuda menghilangkan rasa kamtuk mereka.canda tawa adalah kebiasaan para pemuda kampung dalam menghabiskan malam,demi mengamankan kampung mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan.cerita-cerita lucu bermunculan dari masing-masing pemuda,ada yang cerita sapi makan sandal hingga cerita monyet yang tersiram getah karet di areal perkebunan tempat iya menyadap karet.

“ waduh udah jam berapa ini ? “

Suker berdiri sambil menggerakkan tubuhnya ke kanan dan kekiri. ” walah mas-mas jangan keburu pulang ..sudah ngak sabar besok ketemu Nona Isabela??” Tumidi mencoba ngeledek sukir.” udah aku pamit duluan Yokkk semuanya” ,kali ini sukir lansung menuju kerumah.

۞         ۞           ۞

Diletakkan al-Quran di dalam lemari,dipersiapkan pakaian kerja untuk esok hari. Kemudi an ia rapikan barang-barang yang akan diperlukan Isabella. mengemas semuanya jadi satu.gubrakk..badan dempal sukir teelentang dikasur yang sudah bantat rasanya tidak lagi empuk melainkan sudah keras. sambil mengelus-elus kepala hingga mata yang sudah berat terlelap.

“khukkkk khukkk” suara dengkuran yang timbul dari kelitihan mencari nafkah untuk keluarga,suara itu buruk kedengarannya namun pengorbanan yang timbul dari suara itu amatlah bernilai bagi keluarganya, sebagai seorang anak muda tentunya ia adalah tulang punggung keluarga. dari biaya sekolah adiknya yang baru beranjak ke tinggkat SMP hingga pakaian sekolah adiknya harus ia usahakan.

sedangkan gaji ayahnya dari buruh karet hanya bisa buat beli beras dan sedikit lebih untuk ditabung buat kuliah adik sukir nantinya.tetapi sukir tak pernah menyerah ia selalu bersemangat dalam bekerja, pantang mengabaikan amanah yang diberikan orang tua,juga pantang menyalah gunakan kepercayaan orang lain. pelajaran yang hanya ia dapati dari seorang bapak tua yaitu ustadz Ahmad Dakhlan.

RUMAH KOTAK

Senin,02 Desember 1981

Pertukaran waktu ke waktu merubah penampilan dan gaya berbusana, isabella lebih terlihat bersih dan harum,bajunya bukan baju made in indonesia.topi yang melebar dengan aksesoris diujungnya menambah pandangan yang sangat berbeda dari sebelumnya. namun, sukir tetap sukir yang kemarin baju lengan panjang sepatu karet dan celana hitam sudah menjadi trend sukir hingga Isabella merasa hari yang ia lalui tidak berubah dengan pakaian yang melekat dibadan suker. mobil gip hijau lumut menerjang perjalanan menuju rumah kotak. peralatan telah dipersiapkan jumlah anggota diperbanyak hingga mencapai lima orang khusus untuk membersihkan semak belukar mereka sudah tiba dirumah kotak terlebih dahulu.

Suker juga ikut menebas pohon-pohon yang masih tersisa di areal rumah kotak, lima karyawan itu terlihat bersemangat. keringat sebesar butiran jagung para buruh itu menggelinding dari pelipis kebahu, Isabella mulai mendekati daerah yang sudah dibersihkan.dengan alat penoreh Isabella mencoba menggali tanah disekitar rumah kotak.

“ suker kemari… cepat kemari”.

Isabella mengeraskan suaranya tanganya mengisyaratkan untuk menggali sedalam mungkin hingga menemukan coin yang dicari. karyawan juga membantu suker menggali tanah perlahan menggunakan cangkul. Disudut yang lain terlihat seorang karyawan bebadan gemuk hitam menyangkul begitu semangat hingga suara benturan cangkul ke benda keras terdengan kropak..isabella berlari kesuara benturan itu dan memanggil sukir kedua kalinya.

Isabella melakukan pengecekan benda keras tersebut, sukir masuk kedalam lubang dan menggorek benda tersebut dengan tanganya. kemudian mencoba mengangkat benda keras tersebut tetapi benda keras itu tak teranggkat olehnya, Isabella menyuruh pak gendut untuk membantu sukir. setelah benda itu naik ke atas Isabella membersihannya dengan air. perlahan air membasu benda keras itu hingga terlihat bentuk aslinya. ternyata benda itu pot bunga mahal yang ada pada zaman Hindia Belanda. terlihat dari motif yang sama dengan apa yang terdapat dalam gambar pot bunga yang ia baca dari bukunya.

Benda berharga itu ia kemas dan dimasukkan kedalam gerobak mobil, salah seorang karyawan juga menemukan mainan anak-anak yang terbuat dari tembaga seekor kuda dan koboy yang menungganginya. Temuan karyawan itu menambah koleksi isabella,mainan kuda diserahkan ke isabella.Isabella semangkin yakin kalau rumah kotak ini adalah peninggalan Hindia Belanda yang mengadakan bisnis perkebunan.dari pot bunga,guci kecil dan mainan anak-anak tentu bukan hal yang biasa dimiliki oleh penduduk pribumi.

akhirnya ia memutuskan untuk berhenti di siang itu karena dikhawatirkan para karyawan bisa bertindak yang tidak diinginkan. isabella membayar lima buru dengan gaji dua kali lipat kemudian para karyawan di persilahkan pulang, setelah mendapat gaji yang berlipat para karyawan lansung pamit. menghampiri suker dan berbisik agar lain kali kalau ada pekerjaan yang sama mereka saja yang dipanggil.

lima pekerja tangguh langsung menuju kepasar untuk membeli makanan yang enak dan barang-barang yang dibutuhkan keluarganya.mereka begitu semangat mendayung sepeda menuju pasar makanan dan barang-barang.sukir dan isabella terus melanjutkan penelitiannya benda yang dicari.

kini giliran isabella mendapatkan guci antik berukuran sedang di dekat rumah kotak zaman hindia belanda.guci itu tertutup oleh penutup yang elastis dan saat tutupnya dibuka didalamnya terdapat coin-coin hindia belanda yang bervariasi tahun pembuatannya.ada coin tahun 1896, 1897, 1898, 1899, 1902, 1907, 1908, 1909, 1913, 1914, 1914, 1920,dan 1945. coin hindia belanda itu terdapat dalam guci dari keramik.diduga guci itu adalah uang yang terlupakan oleh penghuni rumah kotak.dan terdapat satu coin terpisah dari guci itu yaitu coin 1856.

Misteri rumah kotak yang telah mengakar di kalangan masyrakat mulai terkuak, nilai sejarah yang belum terungkap.Isabella merasa bahwa dirinya bukan lagi dindonesia setelah melihat benda-benda yang bernuansa Belanda, Isabella hanya bisa tertawa..

” ini tidak mungkin”

Sambil menggelengkan kepala.sedangkan suker sibuk mencari benda-benda yang bisa dijadikan Riset Isabella….perasaan hatinya merasakan keanehan setelah dua hari di rumah kotak selama berjam-jam. ternyata benar apa yang diyakini masyarakat setempat bahwa kemistisan rumah kotak itu memang benar adanya. menurut warga setempat dirumah kotak terdapat mistis ular pemakan kambing, Isabella yang lagi sibuk dengan penelitihannya dialihkan ke guci dan temuan lainnya, agar isabela cepat menghindar dari rumah kotak tesebut.

Isabella mengikuti saran asisten pribadinya,suker mencoba mencari bau busuk yang mulai menusuk hidung.dengan menghunus parang tajamnya, ia menuju ke ujung rumah kotak. setelah beberapa langkah terlihat sebuah tempat yang dikerumini oleh lalat hijau dan ditubuhi tumbuhan pakis.lankahnya terus menuju kearah lubang dan ternyata sebuah sumur yang dipenuhi oleh bangkai babi, bangkai kera dan bangkai-bangkai lainnya. melihat kejadian itu suker semangkin yakin kalu sumur bekas Belanda itu dihuni oleh makhluk misterius ataukah itu ular atau makhluk sejenis binatang buas.suker cepat menghindar dan mengajak isabella untuk berangkat ke wilayah yang lebih banyak peninggalan Hindia Belanda.

۞         ۞           ۞

PERPUS  AL-HIKAM

Kamis,12januari 1981

Siang itu matahari tak seperti biasanya, untuk kota bogor. sang surya memanassinarnya sempurna tanpa ada gumplan awan yang menghalangi cahayanya yang cerah, pepohonan berdaun  rindang jadi tujuan para Mahasiswa yang inginberdiskusi dengan rekan-rekannya. dibawah pohon Roda mahasiswa berdiskusidengan serius. ada juga beberapa mahasiswa yang memilih ke kantin untuk mengisiperut dengan jajanan lokal, para mahasiswa siang itu berhamburan keluarberhubung jam itu jam kosong ,dan moment seperti itu adalah kesempatan  Citra menghabiskan waktunya di perputakaan Al-Hikam.

Buku-Buku yang tersusun rapi, ruang baca yang nyaman serta pegawaiperputakaan yang ramah menarik para pengunjung dan mengubah pandangan mahasiswakalau pustaka itu lebih bernilai, bagi Citra yang sejak kecil sudah disuguhibuku-buku sejarah milik ayahnya ustadz Ahmad Dakhlan, maka buku bacaan,pustaka ,dan kegiatan membaca merupakan sebuah kebutuhan baginya.

“Citraaa …” suara dari balik rak buku memanggil nama  citra.

”Hey Apa Kabar cantik? ” suara itu tidak asing bagi Citra

MasyaAllah Ayu ” senyum lebar Citra menambah keakraban mereka berdua.

.”mangkin beda.tapi kamu manis Citra” Ayu tertarik melihat penampilan Citra yang anggun.

”Apanya yang beda Ayu?” Citra mencoba menerka-nerka perbedaan pada penampilannya

”ini lho Hijab anggunmu ini.”

Ayu memegang ujung Hijab Hijau muda yang dipakai Citra.

“oooini.. Inikan identitas kita toh Yuu, sejak kecil kita juga sudah pakai jilbabwaktu menngaji, masih ingetkan waktu jilbabmu disembunyiian sama Mas Alamsyahwaktu ayu berwudhu? ”. Citra mencoba menerangkan arti penting Hijab baginya danmengingatkan Ayu kalau mereka pernah memakai hijab diwaktu kecil dikampunghalaman.

“Aduhh Jadi Malu Aku Citra ” mata syahdu Ayu membawa arti sebuah penyesalan.

“MasihIngetkan Kata Mas Alamsyah..Ayu Itu Cah Ayu Sesuai Namamu” citra memegang erattangan saudarinya.

“Pantes Kalau Aku Pakai Hijab Citra? ” Ayu mulai tertarik untuk berhijab.

“Alhamdulillah Kalau Gitu..Ayu Kamu Itu Cantik,Senyummu Seperti BidadariSyurga,Matamu Itu Indah,Kamu Sempurna Yu, Sudah Seharusnya Kamu Itu MenumbuhkanInerbeuaty Kamu, Insyaallah Dengan Berhijab Ayu Sudah Mencoba Meniti LangkahSayyidah ‘Aisyah Istri Rasulullah Selain Parasnya Cantik Sayyidah ‘Aisyah JugaMemiliki Kecerdasan Dan Inerbeutiy..Gimana?”

Ayu tidak menjawab tawaran citra Ia hanya tersenyum, dan saat Ayu tersenyum seorang mahasiswa macho melirik senyum Ayu, peristiwa memalukan dialami sipemuda machoitu, karena Ia belum sanggup Ghadhulbashar sipria macho itu menabrak potbunga kaktus tak terhindarkan olehnya hingga duri kaktus yang halus menusukspria.

“Ayu Sudah Lihat Efek Senyum Bidadari Syurgamu Itu? Ayuuu.. Sudah Saatnya KamuUntuk Berhijab. Kalau Bisa Juga Pakai Penutup Wajah Seperti Istri Ustadz Umar?.”

“Pakai Niqab Maksudnya Citra”

“Iya Itu Dia Niqab,Burqah,Cadar, Siap Pakai Yu? Supaya Korban Lebih Minim”

“Kalau Citra Siap?” Ayu membalikkan pertanyaan kepada penanya.

“InsyaallahSaat Waktunya Tiba Aku Harus Siap!”

Ayu memang seorang gadis yang menarik perhatian kaum lelaki, senyumnya bisamemabukkan setiap mahasiswa bahkan dosen atau pak satpam yang coba-coba pasangpandangan dan tidak ghadhulbashar, jika senyuman itu diperuntukkan bagisuaminya niscaya sang suami akan selalu berdoa di sujud akhirnya agar Ia diberibidadari istrinya sendiri disurga tidak lebih.” Karena Wanita shalihah jikadilihat oleh suaminya maka ia akan menenangkan hati dan jika Ia diberi amanah kehormatan niscaya ia akan menjaganya, karena wanita shalihah adalah sebai-baikkenikmatan didunia”.

citra sebagai sahabat menyarankan Ayu memakai niqab agar terhindar fitnah yang bisa muncul dari kecantikan yang melekat pada paras bidadari Ayu Andiniati.

” Ooo Iya Nih ” Citra membuka tas rangsel yangbaru saja Ia jemput dari warung Mbak Poikem. sepucuk amplop berwarna kecoklatanitu diserahkan.

“ Ini Untuk Kamu Dari Mas Alamsyah Dari Desa”.

“Beneran Citra Dari Mas Suker Alamsyah?  Thanks Citra Udah Kasih Ini Ke Aku”.Ayu memeluk Citra erat-erat karena Ayu terlalu bergembira.Citra hanya diam wajahnya masih penasaran dengan sicoklat yang pernah mendinginkan hatinya.

Ayu mulai menyimpan rasa senangnya dengan mengalihkan pembicaraan ke tugas Bahasa Indonesia. setelah panjang lebar Ayu berbicara tentang tugas, ternyata Citra tetap ingin membahas tentang surat Mas Alamsyah. akhirnyan Ayu berterus terang kalau dirinya sudah suka sejak SMA dengan Suker Alamsyah. Citra paham dan  mengurungkan niatnya untuk membaca isi surat itu bersama-sama. kebahagian Ayu tidak seharusnya aku renggut dengan membaca isi surat alamsyah berdua, Citra sadar kalau Ayu memang benar-benar suka dengan Mas Alamsyah..

”OooIya Citra Kamu Udah Tahu Belom? Ibuku Cerita Kalau Mas Alamsyah Udah Jadi Asisten Di Perkebunan Kelapa Sawit, Mas Alamsyah Juga Bonceng Adikku Pakai Motor, hebat yah mas alamsyah. Memang benar kata bapaknya..Ayu Terus Cerita Tentang Rasa Rindunya Kepada Mas Alamsyah.Tahu Ngak Kamu Citra waktu  Aku tinggalkan kampung Mas Alamsyah Juga Ikut Anter Aku. Hari itu Masa-Masa Perpisahanku Dengan Mas Alamsyah.”

Cerita Ayu menambah kesedihan Citra namun,Citra tetap tegar dan  mencoba tersenyum meskipun  senyumnya tidak semanis biasanya.Waktu hampir melupakan jadwal kuliah mereka

”Citra Aku Duluan Lima Menit Lagi Dosenku Masuk…Terima Kasih Citra cantik Udahkasih ini ke aku ”.ayu memegang sicoklat dengan tatapan mata yang spesial.perasaan Citra betul betul remuk seolah-olah Ayu meledeknya dengan berterima kasih. Ternyata Citratergoda oleh bisikan halus syethan yang mencoba memisahkan ukhuwah antara kedua muslimah itu, wajar saja Citra cemburu karena Citra bukan malaikat dan bukan pula seorang sufiah seperti Rabi’ah Al-Adawiyah yang mendedikasikancintanya hanya untuk Allah semata.

”Yaa Allllahhh Tega Bener Ayu Sama Aku”,Citra menyesal memberikannya ke Ayu. Citra mencoba menghiburdirinya dengan menggoreskan catatan di buku hariannya,buku harian bergambarbunga anggrek dibuka perlahan.

kamis,12januari 1981 pustaka Al-Hikam 13.30 WB

Matahari terasa panas seperti hati ini yang menggelegak yangtak bisa iklash karnanya, hati ini pedih setelah aku tau saudari yang akusanyangi ternyata menaruh hatinya kepada sahabat terbaikku,.Ya Allah .mengapaaku tak bisa ikhlas? aku kecewa dengan kenyataan, Ya Allah haruskah aku berterusterang padanya, haruskah aku mengirim surat untuknya, Ya Allah kuatkan hatikuuntuk selalu berada dalam cinta yang suci.Ya Allah…aku bukanlah seorang sufiyang selalu mengharap cinta hanya dari-Mu…ya allah aku hanya seorang hambayang ingin memelihara cinta yang Engkau berikan, insyaallah ada jalan untukitu.. insyaallah I find the way. Amin ya rabbal ‘alamin. Hatiku yang cemburu,13.59 waktu Bogor.

 

Allahumma iniy asaluka hubbak wa hubbu man yuhibuk,

Wal ‘amal alladziy yuballighuniy hubbak,

Allahummaj’al hubbaka ahabbu ilay min nafsiy wa ahliy wa minal-mai al-barid

Buku harian tertutup rapat, hatinya mulai mendingin setelah tetesan embun iman menyirami hati yang sedang cemburu.dinginnya hati diiringi senyuman yang menawan.citra tersenyum karena taqdir tidak akan mungkin tertukar, rizkiy tidak akan mungkin dipatuk ayam, jika Allah telah menetapkan takdir baik untuknya tentu tidak ada yang bisa mengubahnya apa lagi menukarnya. pemahaman ketetapan Allah yang diajarkan ayahnya. ustadz Ahmad Dakhlan pernah mengajarkan kepada anak didiknya tentang Al-Qadhau La Yuraddu Illa Bi Al-Du’a.

Citra tetap bersemangat Ia ingin pulang dengan membawa cerita kesuksesannya di semester lima,bukan kegagalan yang Ia jadikan oleh-oleh buat keluarganya. rasa rindu yang tidak terbendung memotivasi dirinya untuk lebih giat belajar, langkahnya beralihke rak-rak buku tentang tumbuhan paku.catatan harian miliknya  ia kemas dan beralih mencari tugas tumbuhanpaku untuk materi ujian semester lima.belbagai judul buku ia periksa dengan jeli,daftarisi buku tak terlupakan dari jelinya mata dan lihainya jemari membuka isibuku.ooopppp ini dia buku bergambar tumbuhan paku Ia temukan.

۞         ۞          ۞

“Isoma Isoma”

kangDeden mengajak mahasiswa  segerabersiap-siap untuk istirahat solat atau makan, mahasiswa pengunjung dengantertib meninggalkan pustaka .

“Kang Deden, Bisa Minta Tolong Kang?” Ayu tiba-tiba datang tergesa-gesa, nafasnya naik turun.kang deden menjawab singkat “ nyatai aja yu mau minta tolong apa? “Ayu berbisik ketelinga kang deden. Yang intinya agar kang deden mencarikan buku sejarah Hindia Belanda abad 19 dan 18.

kang deden mengiyakan permintaan ayu.Citrajadi ingin tahu ,” ayu mau cari apa?” Citra menawarkan diri untuk membantu ayusahabatnya.” Aku udah baca surat mas alamsyah. Dia pingin dikirimi tulisantentang Hindia Belanda,pokoknya yang berbau Hindia Belanda.”oooo kalau Cumanulis serahkan ke aku aja yu sini biar aku yang nulis” citra juga ingin  menuliskan sejarah Hindia Belanda  untuk Alamsyah,

“IkhlasCitra Kan? Ngak Nambah Kerja Citra Nanti?”

” Mau Ngak Ditulisin ?”

Ayu langsung mengajak Citra keluar pustaka untuk melanjutkan diskusi menarik sejarahHindia Belanda. memang menyedihkan kasih tak sampai. Kecerobohan dalam menulis surat bisa mengubah segalanya.seperti apa yang telah dilkukan suker. Suker tidak mencantumkan untuk siapa surat itu sebenarnya, Ia hanya menulis namanya sendiri.

“Sukir Alamsyah Orang Desa”

tidak hanya itu meskipun alamatnya sudah tepat namun,di dalam suratnya ia tidak pernah menuliskan nama Citra,suker hanya menuliskan bait-bait puisi karya anak kampung yang jauh dari nilai sastra,karna puisi baginya hanyalah penyalur kata hati. Dan di akhir puisinya ia hanya menginginkan agar surat itu dibalas,begitu juga tulisan tentang sejarah Hindia Belanda di Nusantara.

“Ayu, Kalau Boleh Tahu Apa Isinya? ”

Citra penasaran apa isi surat yang baru dibaca Ayu. tapi Ayu enggan memberikan surat itu pada Citra.

“ Pokoknya Isinyaaa…. Banget Citra,Maaf YaCitra Aku Juga Baru Baca Sekali Nanti Malam Aku Baca Lagi ” ayu senyum-senyum sendiri.

”hmmm gini ya kalau udah jatuh cinta?” citra bergeleng kepala

”Iya Dong Citra?? Inikan Surat Perdana Dari Mas Alamsyah”.

“ Oo ya Citra! Nanti habis kuliah sore aku ikut ke pesantren kamu gimana? ”.ayu menawarkan diriinya untuk ikut mencoba berinteraksi dengan anak-anak.

”Masalah Hijab Aku Mau Kok Pakek Hijab  Ke Pesantren”.

“Kabar Bagus Ayu..Hari Ini Ada Pameran Busana Muslimah Di toko Ustadzah Aminah. Berarti Habis Kuliah Kita Kesana Dulu Pilih-Pilih Hijab Yang Kamu Suka,Gamis Dan Niqab, Yang Cocok Buat Kamu.Gimana Yu?”

“Kalau Hijab,Gamis, Aku Setuju Kalau Niqab? Boleh sih..kalau suamiku nanti menginginkan senyumku hanya untuknya..”

“Aku Dukung Asal Kita Lulus Dulu Kuliahnya”

AminYa Rabbal ‘Alamin“ Ayu berharap keinginannya diijabah oleh Allah yang Maha atas segalanya.

“taapiii,tulisanHindia Belanda  jangan dilupain ya CitraCantik”..Ayu menyubit pipi sahabat terbaiknya.

”AawwwAyuuu” citraa kesakitan  dan mengejar Ayu untuk mengelitik.Kedua gadis itu berkejar-kejaran di lantai empat  hingga tak terasa mereka sudah berada di lantai bawah.

”hufffffCapekkkkkk,,,Haussss”

Citra mengeluarkan botol air dari tas rangselnya. Ayu lansung menyambar botol minuman dan mencari tempat untuk duduk nyantai. siang mengubah segalanya mengubah hati Citra yang menggelegak panas menjadi dingin karena persahabatan yang jauh lebih utama. Karena sahabat adalah orang yang paling mengerti dengan kita. pak dosen bergantian memasuki kelas silih berganti,sesuai jadwal mata kuliah yang telah disepakati antara mahasiswa dan dosen masing-masing. Bangunan kampus yang gedek itu hanya bisa terdiam membisu menantikan kesuksesan para mahasiswa nantinya.

Allahumma inniy asaluka bianna lakalhamd,

La ilaha illa anta wahdak la syarika laka,

Al-mannan ya badi’ al-samawat wa al-ardh,

Ya dzal jalal wa al-ikram, ya hayyun ya qayyum,

Inniy asaluka al-jannah wa a’udzubika minannar.

۞         ۞           ۞

NEDERLANDSCH INDIE COIN 1856

Isabellamembolak balik coin yang bertuliskan Nederlansch Indie tahun 1856, ditengah coin itu bergambar seekor singa membawa pedang melambangkan supermasi kekuatan dan kekuasaan kerajaan Hindia Belanda saat itu, coin tahun 1856 adalah coin pengeluaran king williem III. Hindia belanda berkuasa di belahan bumi Eropa dan belahan bumi Asia Tenggara yang sejuk, menggiurkan untuk dikuasai dan kemudian dieksploitasi hasil bumi begitu juga jantung kekayaanya.

Rasa ingin menulis tentang Hindia Belanda masih belum juga muncul. isabella mulai menulis tentang masa kecilnya di indonesia,masa ia bermain di perumahan elit yang tidak tersentuh oleh kemiskinan, masa yang belum mengerti pahit dan manisnya hidup ia hanya mengerti manisnya permen dan pahitnya pil malaria.

dua belas tahun ia habiskan masa kecilnya di indonesia, hingga ketika isabella telah menyelesaikan sekolah tingkat dasar, ia dibawa oleh ibunya untuk kembali ke Belanda demi mengenyam pendidikan yang lebih baik dan bermutu tinggi, masa remajanya ia habiskan di negeri kincir angin yang tersohor itu,hingga di usianya yang ke 21 Ia menyelesaikan studi di universitas ternama di Belanda dan mendapatkan hasil yang menakjubkan.

Isabella meraih gelar sebagai sarjana di bidang sejarah Hindia-Belanda di Asia..khususnya indonesia.pada waktu itu isabella lebih memilih penelitian tentang keberhasilan kerajaan Hindia Belanda dalam mengusai beberapa perdagangan di pulau-pulau Nusantara.seperti apa yang terjadi pada tahun 1596 kapal dagang eropa mendatangi perairan nusantara, hingga sejumlah pedagang bataaf bergabung pada tahun 1602 dan mendirikan Serikat Perseroan Hindia Timur yang dikenal dengan VOC (vereenigde oostindische compag-nie) dan pada abad ke-18 perusahaan pelayaran kerajaan belanda berhasil membangun sebuah jaringan yang hebat,isabella juga menulis tentang pengaruh dan kekuatan VOC yang meramba ke pulau-pulau lainya, seperti pada tahun 1605 belanda berhasil bercokol di ambon,dibanda pada tahun 1621 kemudian berhasil merebut Malaka tahun 1641.

tidak hanya itu VOC mampu memperoleh hak atas sebuah bandar di pantai barat sumatra.tulisan tulisannya tentang VOC sangat digemari oleh kalangan dosen di universitas dimana ia menambah keilmuannya.tidak hanya tulisan tentang VOC yang ia kupas habis, melainkan peristiwa-peristiwa peperangan yang dialami oleh Kerajaan Hindia Belanda dalam melawan pemberontak. pada saat ia menulis, menurut paradigmanya saat itu para pejuang adalah pemberontak bukanlah sosok pejuang, hal itu dikarnakan usianya yang masih muda hingga ia belum begitu matang dalam menuliskan sejarah Nusantara.

Isabella hanya bisa menggelengkan kepala jika ia mengingat-ingat tulisannya tentang pahlwan yang dieluh-eluhkan oleh orang Nusantara. Tulisannya yang mengangkat tema pemberontakan yang terjadi di ranah minang kabau tahun 1815-1824, perang diponegoro tahun 1825-1830.tulisan-tulisan tentang pemberontakan itu juga mendapat respon baik dari dosen yang mengajarnya. Isabella merasa dirinya tidak adil jika hanya menulis keberhasilan kerajaan Hindia Belanda dalam mencapai kekuasannya di nusantara, begitu pula tidak impas jika pejuang-pejuang nusantara ia tulis dalam sejarah sebagai pemberontak. isabella sadar dan mengambil langkah untuk menuliskan Nusantara secara objektif tanpa ada pembelaan terhadap Hindia Belanda.

Ia masih terngiang di masa kecilnya ia diajak mengelilingi perkebunan yang di kelola oleh ayahnya dengan mobil. mobil itu melaju kencang dan terperosok dalam lubang. pada waktu itu orang pribumi yang mengendarai sepeda dan membonceng anak laki-laki, secara spontan orang pribumi itu berhenti dan membantu mendorong sekuat tenaga mobil milik ayahnya. Peristiwa itu ia tulis demi mengenang ketulusan orang pribumi kepadanya. Ia terus menulis masa kecilnya di indonesia, saat ia bermain dengan orang-orang elit diperumahan.sedangkan anak-anak pribumi harus membantu orang tua mereka sebagai buruh perkebunan.

Nederlansch Indie Coin itu mengubah cara berfikir dan penulisan tentang sejarah, ternyata sejarah juga seperti sisi mata uang, yang berkemungkinan satu sisi lainya memiliki nilai yang positif atau negatif.. Tek.. coin gulden di letakkan di dalam lemari kaca,isabella kembali membuka buku-buku sejarah tentang perjuangan bangsa indonesia meraih kemerdekaanya dari penjajahan yang konon mencapai tiga abad lamanya.

۞         ۞           ۞

PESANTREN AL-IHSAN

Kamis sore,12 januari 1981

Plang pesantren Al-Ihsan terpampang di pinggir jalan raya,mobil mini bus berhenti tepat di mulut gerbang Pesantren Al-Ihsan,gerbang yang selalu dijaga oleh mang tedi salah satu scurity di pesantren Al-ihsan, dari mini bus turun dua wanita muda dengan busana muslimah.terus berjalan menuju gerbang pesantren, mang tedi lansung membukakan gerbang untuk ustdzah citra dan temannya.

” Baru pulang kuliah ustadzah? “ mang tedi menyapa citra yang baru pulang dari kampus

” iya mang,habis dari kampus terus mampir sebentar di butik” milik ustadzah aminah yang terkenal sebagai toko busana muslimah tergedek.

” yok mang tedi “. Citra berbasa basi,mang tedi hanya mangguk-mangguk sambil mempersilahkan ustazah citra.

Ayu merapikan jilbab barunya,” citra gimana kalau aku berbusana seperti ini ke kampus ada yang sewot ngak ya? ” ayu beralih membolak-balik jilbab pink dan biru yang baru saja dipilihnya dibutik aminah,citra berkomentar agar ayu harus dari hati untuk memakai hijab,niatnya mesti ikhlas hingga ukuran memakai hijab bukan berdasarkan penilaian teman di kampus. Karena hijab adalah ciri dari seorang wanita muslimah yang ingin patuh terhadap penciptaNya. Ayu mendekap citra dengan erat.

“ kamu memang sahabat terbaiku citra cantik” hati kecilnya membenarkan nasihat sahabatnya sejak kecilnya itu.

“ Ayu yok kita siap-siap ke masjid …kita shalat berjamah sama santri-santri disini “

dengan mukena yang membalutnya citra bergegas menuju masjid untuk shalat berjama’ah. sehabis shalat seorang ustadz naik mimbar dan menyampaikan ceramah tentang akhlaq al-mahmudah..akhlak yang terpuji.

“ citra, itu ustadz siapa ?”

ayu berbisik,citra hanya diam dan mengisyaratkan telunjuknya di bibir pertanda..jangan ngobrol dulu saat ini nanti santri konsentrasinya terganggu.ayu nyengir merasa bersalah.

Sambil mengunyah makanan ringan citra menjelaskan mengapa ia tidak menjawab pertanyaan ayu di masjid, sebenarnya ustadz yang memberikan tausiah tadinya adalah anak kiyai sholeh selaku Mudir[7] pesantren Al-Ihsan. nama ustadz itu Khairul Ihsan. Citra juga menceritakan panjang lebar tentang ustadz ihsan,dari studinya di luar negeri hingga kefasihan si ustadz gagah dalam berbahasa arab, gimana tidak empat tahun di timur tengah. Ayu sempat bertanya di timur tengah dimanya.citra hanya bisa jawab kemungkinan kalau ustadz gagah itu studi di Saudi Arabiah..mungkin.ustadz itu juga baru datang ke indonesia.ayu mengalihkan al-ustadz ihsan yang berpendidikan tinggi ke anak kampung Mas Alamsyah. ayu mulai membujuk citra untuk menulis tentang Hindia Belanda,buat Mas Alamsyah.

” iya ..iya nanti aku tuliskan mau cerita yang mana?”

“ kalau sejarah hindia-belanda gimana?? Ayu menawarkan tema yang akan ditulis,

” bagus jugak” citra menanggapi.

Citra mengambil buku sejarah dan membuka lembaran ke lembaran berikutnya, jemari citra terhenti di halaman ke 12 yang menceritakan sejarah Queen Wilhelmina, citra kembali menawarkan kalau sejarah ratu wilhelmina yang ia tulis untuk mas alamsyah.

” boleh boleh.. citra! yang penting tulisnya bagus ya kalau bisa ceritakan kisah Cinta Ratu Wilhelmina” ayu menambahkan permintaan.

“Ustazah citra “ dibalik pintu suara anak kecil memanggil citra.

Citra menghampiri suara santri wati yang pastinya itu santri baru yang ingin ditemanai pipis kekamar mandi,ternyata benar gadis kecil memakai jilbab putih dari katun.

“ustadzah temeni pipis” citra meraih tangan simungil itu menuntunnya menuju kamar mandi yang tidak jauh dari asrama, gelapnya malam terkadang membuat santri-santri baru tidak bernyali untuk keluar sendirian,.angin malam menghembus pepohonan yang ada dibelakang kamar mandi wussss daun dan rantingnya bertabrakan

“ Ustadzahhhh ”

sikecil teriak cemas. “ udah ngak ada apa-apa yok sini kita ke asrama ” citra menenagkan si kecil.

Ustadzah citra yang datang sama ustadzah itu teman ustadzah? Santri kecil itu merasa ingin tahu.citra mengiyakan kalau ayu adalah sahabatnya sejak kecil,kemudian citra juga menyarankan si kecil untuk mencari sahabat yang baik hingga nantinya bisa menjadi teman dikala kita kesepian,jadi teman ketika kita merasa sendiri.si kecil terus berjalan sambil mendengarkan nasihat-nasihat citra.

” Udah bobok ya sayang ,jangan lupa baca doa sebelum tidur “ citra mengantarnya ke asrama kelas satu,sikecil mengangguk kemudian berjalan menuju ranjang nomor 10 tempat si kecil tidur. Pintu kembali ditutup rapat. Ayu terdiam membisu tanpa melakukan sesuatu termenung menunggu kedatangan citra

” waduh cahhhh ayuuuuu kok ngalamun ??”

ayu membalikkan badan,kemudian bertanya panjang lebar tentang tugas seorang wali kamar di pesantren al-ihsan.lagi lagi citra menjelaskan tentang pesantren al-ihsan,tentang tugas yang harus dikerjakan adalah memberikan pelajaran tentang al-quran,membantu santri untuk memahami tugas-tugas disekolah,juga mengawasi santri di dalam asrama,hingga mengantar ke kamar mandi adalah hal yang sudah menjadi rutinitas citra di lingkungan pesantren.

PEMBUNUH BAYARAN

selasa malam, 13 desember 1980

Malam yang hitam seperti menghantui pelintas perkebunan kelapa sawit,dedaunya melambai-lambai seperti tangan-tangan setan menakutkan,suara burung hugk menambah kesuraman malam, ditambah cuaca malam yang tidak seperti biasa hujan rintik-rintik menambah licinnya jalan yang berlumpur,tetapi suker tetap melanjutkan perjalanan untuk menemui isabella, suker ingin menceritakan makhluk misterius yang ada di rumah kotak,motor terus melaju melintasi jalan-jalan becek rintikan hujan menambah dinginnya malam.Rumah super mega berpagar tinggi dengan beberapa satpam yang menjaga terlihat berbincang-bincang sambil menghisap rokok, suker menghampiri penjaga rumah mewa itu..ggukgukgukk ggkgggukkk guuguukk guk gugugukkk suara anjing yang menyambut penuh kebencian.

Stop!

“ Mas ada apa dan ingin bertemu siapa? “Satpam berbaju hitam mengintrogasi suker

“ saya suker pak ingin ketemu isabella..isabelanya ada pak?”

“ Oooohhh silahkan-silahkan pak asisten..waduh saya pikir tadi siapa?? ” ..satpam kekar itu jadi mengkeret mendengar nama su ?ker!!. “Henkkk ..hekkkk” anjing hitam dihardik satpam agar diam kalau bisa juga senyum.

Mendengar suara anjing mengonggong pemilik istana membuka pintu rumah yang megah seperti gerbang kerajaan. Lampu teras dinyalakan wajah ngantuk isabella dan rambutnya yang pirang terurai

”selamat malam isabella”

suker menyapa isabella. Isabella menyambut dengan hangat kedatangan rekan kerjanya,”silahkan duduk”.saat suker duduk kursinya begitu empuk seumur hidup hanya kali ini aku duduk dikursi seepuk memang kursi kenyamanan batinnya.”ada informasi apa suker ?” isabella mencoba menerka ada apa gerangan suker datang. belum sempat suker menjawab suara gaduh anjing mengongong dan terdengan ricuh keributan diluar pekarangan rumah.

“ Mati kowe “..grombolan pria bertopeng menyerang satpam yang ada di pintu masuk..tiga satpan terlihat kewalahan melawan gerombolan bertopeng itu

” tolong mas sukeeer!!” seorang satpam yang sudah tersungkur di rerumputan berteriak..anjing hitam tak hanya diam,anjing hitam itu menggigit sosok pria bertopeng dan terus menyerang si pria bertopeng,namun,gerombolan bertopeng segera memukul anjing hitam dengan besi padat..” kaing.”. anjing hitam tergeletak dengan kepala bercucuran darah. Begitu pula tiga satpam tidak dapat berbuat banyak.karena mereka tergeletak dengan wajah memar tak berdaya. Tuan Ruben lansung mengambil senjata laras panjang dari kamarnya,di letuskan satu kali tembakan..bunyinya menggelegar.. doaaaarrrrr, suara tembakan menyiutkan nyali para pria bertopeng. Isabella bersembunyi di sudut sofa,suker mencoba melindungi tuan ruben dari tindakan yang tidak di inginkan ternyata benar. “Suuuppp” anak panak melesit mengarah ke arah Tuan Ruben. Suker mendorong tuan ruben hingga terjatuh anak panah tertancap di pintu rumah. Para pembunuh bayaran itu melarikan diri menyelinap di kegelapan malam seperti kucing hitam menyelinap disemak belukar, kawanan pembunuh bayaran lansung menghilang ditelan gelapnya perkebunan kelapa sawit diwaktu malam.

“ Tuan Ruben “

pak satpam menghampiri tuan ruben yang terjatuh,dengan wajah babak belur satpam kekar itu, tetap menciptakan rasa perlindungan kepada majikannya, isabella masih belum beranjak dari persembunyianya. suker mencoba menolong dua satpam yang masih tergeletak di halaman rumah.aduhh.. boyokku !! satpam paruh baya itu dibagunkan suker menuju ruang tamu.rekannya juga berusaha bangkit sendiri untuk duduk ..kemudian wajahnya terlihat bersedih melihat si anjing hitam miliknya jaguar tergeletak dengan darah yang berceceran didaerah kepala, jaguar diam tak bernyawa. Isabella akhirnya belari menuju tempat p 3K..di ruang belakang. Tuan ruben..duduk diatas keramik sambil menyetabilkan nafas. buruh-buruh perkebunan berdatangan dari komplek perumahan karyawan yanag tidak jauh dari perumahan milik tuan Rubben. Karyawan-karyawan itu berdatangan membawa parang, pentungan kayu ada juga yang membawa pentungan buat menumbuk daun ubi milik istrinya. Puluhan karyawan datang menyaksikan kejadian itu .tak hanya menonton para karyawan membantu mengamankan areal rumah milik tuan ruben dan menolong satpan-satpan yang sekarat.

Isabella menghambiri ayahnya yang masih mengatur pernafasan melihat tidak ada luka yang diderita oleh ayahnya.ia beralih mendatangi seorang satpan paruh baya yang mengalami pendarahan di kepalanya akibat benturan benda keras,perlahan luka itu dibersihkan.dan di beri obat luka kemudian membalut kepala pak satpam dengan perban putih. Hanya satpam kekar yang masih bisa, menceritakan kronologis kejadian malam itu kepada karyawan. Dengan serius satpam itu mengisahkah kawanan bertopeng yang datang secara tiba-tiba tanpa babibu lansung menyerang katanya. Ia sempat melakukan perlawanan namun jumlah mereka yang tidak sedikit membuat kewalahan. betapa tidak tiga tangan menggepal mendarat di pipi dan kening pak satpam.

Isabella kembali menghampiri ayahnya kemudian memeluknya erat-erat.dan membawa ayahnya ke kamar untuk istirahat.suker hanya bisa diam dan bergabung kekalangan karyawan yanag asyik mendengar cerita persi satpam kekar yang sudah dibumbuhi penyedap olehnya..cerita yang sudah dibumbuhi pembelaan terhadap kehebatan dirinya saat menghadapi lima pria bertopeng.

Dengan hati gusar suker kembali ke kampung lama yang lumayan jauh, seorang karyawan sempat menahan suker jangan pulang dulu hingga pagi. tapi suker tidak ingin bapak dan ibunya kepikiran tentang dirinya. Sepeda motor dihidupkan gas ditancap kencang melintasi kebun sawit mula-mula perjalanan terlihat aman sepeda motor tetap melaju normal. Namun, tidak lama setelah itu ban depannya oleng karna kempes..suker mulai merasa ada hal yang tidak beres di kawasan gelap seperti itu.motor dihentikan ..kecepek kecepek kecepek suara langkah kaki yang melewati becekan jalan.

” Turon jangan melawan!!”,

lima pria bertopeng menghampiri suker, tangan suker mulai mengepal keras jantungnya berdetak tidak seperti biasanya nafasnya ia kontrol agar tetap tenang dan waspada hufff huffff..Nafas Terkontrol dan para pria bertopeng mulai mendekat..

” mas kalau berani jangan kroyokan!! anjing juga menang kalau kroyokan!!”

suker mencoba untuk melawan satu lawan satu “ Bang,,,siiiiaaaat kowe ” sosok pria berbadan besar teriak marah dan ingin melahap suker..” Tunggu!! Kosong tiga” sebuah sandi untuk sipria badan besar. suara itu tidak asing terdengar, suara yang keluar dari mulut pria gemuk berbadan pendek lagi bertopeng hitam sudah seperti beruang bentuknya.

” kosong satu hadapi bocah kemelelet ini”.

tanpa rasa takut sedikitpun pria bertopeng menggeliatkan tubuhnya hiaaaattt menerjang kearah suker. Karna suasana gelap dan hanya cahaya bulan yang remang-remanag sipria kosong satu melompat menerjang kearah suker tanpa mempehatikan lawan. suker hanya menghindar dua lankah dan tubuhnya ia miringkan. pria kosong satu ..membentur tangki sepeda motor

” waduhhh ”.

“ mampus sampeyan ” suker menambah tunjangan ke badan sikosong satu.

“ Udah kroyok aja !!”

suara itu berasal dari si beruang pendek..puk pak ..waduh ..hiat..dikegelapan malam suara menggelegar..hingga grombolan pemuda yang menelusuri jalan-jalan yang becek mencari kodok bancet buat memancing mendatangi suara perkelahian hebat itu

waduhhh ..ahkk…ukhukh suker tersunkur menerima bogem dan tendagan berjamaah. Salah seorang mengarahkan senter ke suara perkelahian. Terlihat manusia sedang dipukili berjamah dan motor yang tergeletak..

“ woooooyyyy !!!”

kelompok pemuda itu menyoraki dan berlari menghampiri. Para pria bertopeng..melihat ada lawan beralih menghadang pemuda-pemuda pencari kodok bancet..

“ Kampiiirettt..kalau berani jangan mukuli orang lemah!! Edan!”

Bambang yang baru pulang merantau dari nusantara bagian timur memaki gerombolan pria bertopeng. Dan pemuda lainnya menolong sosok yang sedang berusaha bangkit “ lhoh mas suker ” mendengar suara temannya menyebut nama suker bambang berteriak berang

“ wahhasssiiuuu” dan melemparkan kodok bancet dalam plastik ke muka pria berbadan besar, langsung didaratkan bogem mentah ke gigi sibadan besar..” waduh “suarah kesakitan..dari pria berbadan besar .”.udahh kabur aja kita” suara dari sibruang pendek menginstruksikan kepada anggotanya..

“ Suker kamu tho “ bambang menghampiri suker sahabatnya,” lho sampeyan tho mbang ?” ngak papa kamu ker?? Banbang menanyakan kondisi suker “ agak mules aja mbang perutku..suwon yo udah nolongin aku” . bambang hanya bilang wes podo podo.”kang bambang” seorang pemuda tanggung menyerahkan kodok bancet yang di lemparkan ke muka musuh..dan diberikan ke bambang.”.jadi kamu dari mana thoh ker malam-malam begini?.”.”aku tadi dari tempat tuan ruben mbang” ternyata si bergedel-bergedel itu, tadi juga menyerbu rumah tuan ruben. Suker Cerita sambil berjalaan pulang menelusuri jalan-jalan licin. motor suker konslet businya tersiram air dan terpaksa dituntun pulang.bambang juga menceritakan kerinduannya bertemu saahabatnya tidak hanya itu bambang juga kangen dengan mancing ikan gabus di rawa-rawa makanya ia berkeliaran dimalam hari mencari kodok bancet sebagai umpan memancing.karena kodok bancet akan bertebaran dijalan-jalan waktu hujan mengguyur.

۞         ۞           ۞

QUEEN WILHELMINA (1890-1948)

Malam teridah, saat ini malam bertabur bintang, jika aku menatap ke langit bintang-bintang itu tersenyum kepadaku, kemudian kusampaikan salamku untuk pujaan haatiku di belahan pulau sembrang, kelap kelipnya menggodaku agar aku cepat pulang.tak hanya bintang-bintang yang kemerlip kunang-kunang juga menertawakanku. ia tahu kalau aku sedang jatuh cinta kepadanya.bulan tersenyum melihat kunang-kunang menertwakanku. Lalu aku bertanya kepada bulan apakah dia mencintaiku? bulan terdiam dan bertanya kembali kepadaku seberapa besar cintamu kepadanya? Aku jadi bingung untuk menjawabnya..

“ Gimana ayu kita awali dengan cerita malam?”..Citra berhenti menulis dan menunggu pendapat dari ayu

“ Boleh tapi tulis cintaku sebesar bulan purnama seindah kerlipan bintang” ayu menambahkan agar kata-kata itu ditulis.

“Iya ditulis Tuan Putri”

Citra kembali menulis! penanya mulai mengores kertas….cintaku sebesar bulan purnama dan seindah kerlipan bintang..aku ingin menuliskan untukmu kisah seorang ratu zaman Hindia Belanda yang lebih cantik dariku, kulitnya lebih putih dariku dan wajahnya lebih menarik untuk di pandang..jangan bosen bacanya ya mas.. ratu cantik wilhelmina..

Queen Wilhelmina

.” Stop nulisnya Citra! ” Ayu protes karena dalam surat itu warna kulit ratu lebih putih darinya .

” tulis !! Ratu Wilhelmina tak jauh berbeda denganku “

Ayu kembali menegur sijuru tulis..padahal wilhelmina itu dalam hati citra adalah Ayu Andiniati yang kulitnya memang lebih bersih dan lebih putih darinya..bukan kulit ayu dengan kulit ratu wilhelmina. meskipun sudah jelas kalau kulit ratu wilhelmina lebih terawat dari kulitnya ayu..

”waduh cerita kerupuk kulit nihhhh.”

”udah sekarang aku yang baca bukunya terus citra yang nulis “ ayu mengambil alih buku sejarah. .

”ok my queen .. sendiko dtawu”. citra berfikir bakal bosen nih mas alamsyah baca teks buku seperti ini.

”ayu mulai membaca queen wilhelmina lahir tahun…tulis citra jangan bengong ?”   “iya iya ..”citra kembali menulis

queen wilhelmina lahir tahun lahir (31 Agustus 1880 – meninggal 28 November 1962 pada umur 82 tahun), Putri Orange-Nassau, adalah Ratu Belanda sejak 1890 – 1948 dan Ibu Suri (dengan sebutan Putri) sejak 1948 – 1962. Ia memimpin Belanda selama lebih dari 50 tahun, lebih lama daripada penguasa monarki kerajaan Belanda lainnya. Masa kekuasannya menjadi saksi beberapa titik perubahan di Belanda dan sejarah dunia: Perang Dunia I dan Perang Dunia II, Krisis Ekonomi tahun 1933, dan juga kejatuhan Belanda sebagai penguasa kolonial.[8]

Ia paling dikenang untuk perannya dalam Perang Dunia II dimana ia membuktikan dirinya sebagai inspirasi besar bagi gerakan perlawanan rakyat Belanda dan sebagai pemimpin utama pemerintahan Belanda di pengasingan.

”waduh teks buku banget nih ayu, jangan seperti ini nulisnya nanti Mas Alamsyah bosen bacanya..”..ayu masih terus membacakan queen wilhelmina tanpa memnggubris saran citra,citra hanya bisa mengalah sebagai juru tulis..berlembar lembar citra menuliskan kisah ratu wilhelmina hingga ayu berhenti dan ingin menutup suratnya dengan puisi seperti surat dari Suker Alamsyah untuknya..

“Tulis ya citra aku mau berpuisi dulu” mata ayu bebina-binar menatap langit malam kemudian ia mulai berpuisi.

“Bintang itu apa? Bintang itu adalah diriku …”

“cut ..cut ayu!!! kurang menarik biar aku aja yang buat!!” Citra tak rela puisi untuk Mas Alamsyah dibalas dengan puisi yang tidak mewakili isi hatinya. Ayu tetap kekeh ingin menyalurkan puisi..puisi tentang Bintang.

“sttt jangan gaduh nanti santri wati terganggu.kalian ngak bisa tenang ?“ ustazah faridah yang melintasi kamar citra memberi peringatan.

“ sorry ustadzah ini lagi buat tugas pribadi” ayu mencoba membela diri.

“Ooo .. silahkan dek” ..ustazah faridah meninggalkan citra dan ayu.

“Alhamdulilah”ayu mengangkat tangan ..citra terdiam sadar, hampir saja cinta membuatnya lupa dengan amanah yang diberikan ustazah faridah

“..astaghfirullah hal’adzim” Citra beristigfar

kemudian membujuk Ayu agar ia yang menulis. secara sepontan citra menulis berlahan dengan bisikan hati yang selalu membimbing hingga tidak keluar dari jalurnya. Ia justru bukan menulis puisi melaikan isi hatinya.

“merpati putih,aku terbang ke ujung pulau, aku merindu ingin pulang, aku terjerat kerinduan mendalam,kerinduan utuk menatapmu, aku juga ingin mendengar suaramu, setelah aku membaca namamu ..aku merpati putih yang ingin pulang”

“ bagus juga citra tulisannya” ayu menyetujui ..

”Yes “

۞         ۞           ۞

“Ayoo buruan nanti kita ketinggalan mobil”..citra mengandeng tangan ayu,ayu masih juga berjalan lamban hingga citra memijit tangan ayu agar jalannya dipercepat,ayu protes karna pakai rok maka ia susah jalannya sebagai pengagum celana panjang beralih ke rok tentunya perjuangan yang hebat bukan?, meskipun rambut lurusnya masih belum tertutup oleh hijab tetapi penampilanya sudah mengarah kesopan..gitu kata orang-orang di sekitarnya.

Kantor pos yang jauh memaksa kedua gadis-gadis sumatera berjalan kaki hingga pinggiran jalan untuk kembali ke kampus menghadiri mata kuliah yang saembrek, mini bus biru melintas di hadapan mereka tetapi mini bus itu lagi sombong berpaling muka dan meninggalkan penumpang padahal kalau penumpang lagi sepi mini bus menggombal penumpang yang baru saja turun dari mini bus lain,maklum sudah penuh..wajar kalau sombong..

“Ihhhh sombong sekali amang-amang kumis itu”..ayu merengut dan merapikan dandananya, beberapa menit setelah kesombongan amang kumis ada mini bus yang lewat tetapi penumpang padat,kembali mengabaikan ayu dan citra .ayu nyengar nyegir kepanasan tapi masih terlihat cantik ,tengah hari yang tidak lazim untuk kota bogor dirasakan ayu dan citra, tak ada mobil yang bisa ditumpangi.

Tin ..tiin

“Assalamu ‘alaikum ustazah citra “..

seorang ustadz gagah menyapa citra angin menerpa hijab citra wuss hijabnya berkibar menutupi wajahnya yang manis..hijab dirapikan citra.

“ wa’alaikum salam ustadz ihsan..” citra tersenyum melihat kedatangan yang tak terduga. ustadz ihsan membuka pintu mobilnya dan menawarkan utuk menaiki mobil miliknya,

Tafadhol Ustadzah” dhod dan dzal yang fasih sekali batin citra dan ayu. ayu mulai mengingat-ingat ustadz ahmad mengajarkan bunyi huruf dhoht tidak seperti itu,jangan-jangan ustadz ihsan banyak makam daging dhomba maka dhohnya seperti dhomba,ayu buru-buru masuk kedalam mobil

“ ustadz kok panas ya siang ini? ” meskipun hatinya ingin siustadz membalap mobil hingga cepat sampai kampus

”oooo..kitakan deket pembuatan batu bata makanya agak panas udaranya dan pinggiran jalan tadi dekat dengan pembakaran batu bata” ustadz ihsan kembali fokus ke setir bulatnya.

“ ohh iya bogor itu selalu sejuk,ustadzah.. hari belakangan ini kan kemarau jadi berpengaruh sedikit pada cuaca, ya gini sedikit hangat..ini belom di timur tengah ustadzah kalau disana bisa sampai empat puluh derajat atau malah lebih “

citra hanya tersenyum ,sedangkan Ayu berfikir yang bukan-bukan ustadz ini doyan cerita juga padahal baru kenal,apa mungkin karena suka ceramaah kali ya lancar banget ngomongnya ngak ada putusnya. udah berhenti masih nyambung lagi..memang ustad asli nih..pinter ngomong batin citra, ngalkuin yang diomongin ngak ya? Mobil terus melaju.

”ustadzah citra mau ke kampus ?” khairul ihsan mulai merenyahkan suasana.

“ iya ustadz,masih ada mata kuliah siang ini ustadz”..citra menjawab dengan apa adanya tanpa ada pertanyaan balik mendengar jawaban citra ustadz merasa cukup untuk bertanya,mobilnya melaju kencang menuju kampus.

Syukran tumpanganya ustadz J senyum kedua gadis sumatra

۞         ۞           ۞

Dalam sejarah bangsa indonesia Hindia Belanda pernah menerapkan politik etisnya kepada nusantara saat itu,yang tujuannya sebagai hutang budi bangsa belanda kepada bangsa yang dijajahnya. Seorang dosen sejarah menerangkan mata kuliah sejarah dengan semangat,retorika yang menyakinkan mahasiswa terpukau akan keilmuan pak dosen yang dijuluki sejarah berjalan..ayu mendengarkan mata kuliah dengan cermat tiba-tiba bayangan suarat yang ia kirimkan memasuki pikirannya hingga ia terpaksa menghayal sudah sampai mana suratku,

” kamu ayu..sipa ratu yang menjadi queen tahun 1890-1948 ”

tiba-tiba dosen bertanya kepadanya ..secara sepontan ayu menjawab queen wilhelmina pak!! Dosen itu tercengang ya bagus ! teman sekelas bengong melihat ayu yang tidak konsen tetapi saat ditanya lansung nyambung temannya mengira ayu anak yang cerndas smartnih cewek,,batin rekan disampingnya..

Dikelas citra ibu dosen menerangkan tentang tanaman sawit mata kuliah untuk semester lima yang sebentar lagi diujikan.meskipun citra telah hidup dengan pohon kelapa sawit dikampungnya penjelasan dosen tak pernah iya abaikan, berfokus dan menagkap setiap hal yang dianggap urgen,kemudian mencatatnya dengan rapi..hingga jarum jam harus mengakhiri mata kuliah siang dengan penjelasan ibu dosen yang tak kalah dengan pak sejarah berjalan..

Sungguh mengesankan sepertinya bila bambang,suker alamsyah bisa mendapat kesempatan menuntut ilmu kejenjang yang lebih tinggi seperti apa yang odirasakan olehnya dimana ia telah memasuki akhir semestr lima. Tapi itulah garis hidup yang telah ditentukan oleh yang maha kuasa untuk hal itu, merupakan rahasia ilahi untuk mengatur kehidupan sedemikian rupanya, jika tetap istiqamah pada jalnNya insyaallah sang khaliq selalu bersam mereka ..khayalan citra saat mengenang kedua sahabatnya.

۞         ۞           ۞

 

PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

14 Desember 1980

Para pekerja sibuk menurunkan buah dari tangkainya yang disebut manen mengancunya dengan sekuat tenaga,dan menyusun menjadi barisan buah yanag teratur.para mandor mengecek setiap buah yang dipanen dari pohon apakah buah layak untuk dipanen atau tidak, jika tidak layak maka para mandor menceklisnya dengan tinta merah.suasana kerja pada awalnya berjalan dengan baik namun setelah isu-isu tidak bertanggung jawab dikalangan para karyawan dan buruh harian kalau standar gaji akan di turunkan demi keuntungan perusahaan.para mandor jadi sasaran para karyawan begitu pula satpam jadi amukan para karyawan. Hingga tuan rubben terpaksa menyurpai para karyawannya yang emosinya terbakar,tuan robben menghadapi para karyawan dengan kepala dingin serta menjelaskan kalau pihak perusahaan tidak akan menurunkan gaji melainkan penaikan gaji bagi karyawan yang disimplin.pak hadi selaku asisten tidak berbuat banyak hanya berdiri tanpa banyak bicara.

Kondisi mebaik setelah karyawan dan para buruh hariaan mendengar penjelasan tuan rubben tentang gaji yang diisukan pihak tertentu, karyawan mulai curiga dengan isu-isu yang mulai menjangkit kalangan pekerja. Untuk memperbaiki hubungan karyawan dengan pemilik perusahaan akhirnya para karyawan meminta maaf kepada tuan rubben.tuan ruben juga memaafkan tanpa memberi sanksi kepada karyawan,kemudian tuan rubben meninggalkan perkebunan menuju kantor perusahaan.

Waahhh kita jangan terpancing oleh isu-isu tidak bertanggung jawab, kita sendiri yang rugi nanti, celutuk seorang pemanen sambil menyusun buah kelapa sawit. Betul itu mas bisa menyesal kita kalau sudah dipecat mau makan apa anak keluaga ayam dirumah juga terancam. Lelaki berambut kriting buruh harian menambahkan. Udah-udah kerja jangan bahas isu-isu segala wong cilik ikut bahas isu segala..pak hadi membubarkan para karyawan yang mulai kritis terhadap isu-isu dusta.

Sepeda motor pak ahmad melewati perkebunan dimana para karyawan sedang bekerja, pak hadi pura-pura tidak melihat pak ahmad dakhlan.tapi karyawan yang lain selaku warga kampung lama tentu menghormati pak ahmad.

“baru pulang ngajar pak?” Pria kriting menyapa .pak ahmad berhenti sebentar untuk sekedar berbincang denga pria kriting itu.

” iya mas baru pulang ngajar, semanget sekali klihatannya mas sampe nglinding nglinding kringenya mas? Tapi insyaallah dari kringetnya mas rezekinya berkah karna halal mas” pak ahmad mencoba memberi semangat lelaki berambut kriting.

”amin pak ustadz.”

Pak ahmd kemudian pamit menuju ke tempat dimana suker melakukan penelitian sejarah tetapi pak ahmad merasa ragu maka ia putuskan untuk ke kantor isabella.motor cap tujuh pulu itu bersemangat melintasi jalan setapak penduduk menyebutnya dalan tikus artinya jalan yang berukuran kecil yang hanya dilewati oleh sepeda atau motor sangking kecilnya mereka menyebutnya dalan tikus.

“Suker mengapa di daerah ini setelah saya lihat penduduknya mayoritas berbahasa jawa padahal inikan pulau sumatra?”

Isabella bertanya-tanya sambil membolak balik pecahan keramik putih dan menyusunnya pelan-pealan.suker masih belum bisa menjawab pertanyaan isabella secara pasti tapi suker menyarankan untuk menayakannya ke pak ahmad selaku orang tua yang tahu sejarah kampung lama.bahkan sejarah perkebunan yang dikelola oleh tuan siong maupun tuan ruben.keramik diolesi lem perekat agar bisa menyatu dengan satuan yang lainnya,hingga susunan keramik itu menjadi bentuk piring.

“Berhasil juga akhirnya..” suker mengangkat piring peninggalan belanda itu dan memasukkan kedalam kotak papan berbentuk kubus.

isabella terus mengorek-ngorek sesekali ia menguas dan meniup , suker mengikuti tindakan isabella, dan ia mencoba mengankat kotak besi yang terpendam sedalam satu meter, kotak besi diangkat dan diserahkan ke isabella, isabella terperangah melihat kotak besi yang terkunci oleh gembok berukuran kecil.kotak besi unik itu seperti membawa aura yang berbeda. Isabella memerintahkan agar kotak itu dibuka, sebelum membuka isi kotak besi suker mengocak-ngocak kotak tersebut,sepertinya tidak ada isinya dari ringannya kotak tersebut. Isabella mangkin tidak sabar, melihat suker memainkan kotak besi itu, “sudah cepat dibuka gemboknya suker ??!!!” tok gembok dipukul dengan palu..gembok yang sudah karataan itu mencelat isi kotak besi itu terlihat ternyata bukan barang berharga, wah bukan apa-apa isabella..suker kecewa tapi isabella tambah terperangah setelah ia membaca surat surat yang terbungkus oleh benda tahan air seperti campuran karet dan plastik itu dibaca dan dipahami isabella sepertinya bahasa belanda..”surat ini harus diamankan dari sini “ isabella menyeletuk serius ..ada apa isabella? Suker tambah bingung ..sudah kita kembali ke kantor kita amankan surat ini. Ayo cepat suker!!..kedua manusia aneh itu meninggalkan tempat penelitihan, betapa tidak anek mereka melakukan penelitihan dikuburan belanda yang tertulis dari namanya kalau kuburan iru adalah kuburan wanita muda belanda..

“Assalamu’alaikum”.

tok tok

pak ahmad mengetuk pintu kantor isabella yang tertulis diatasnya general meneger Mrs. Isabella Rubben..

”lhoooh pak guru” tukang bersih-bersih kantor isabella menyapa pak ahmad.

”pak ahmad maaf ibu GM lagi keluar sama mas suker” pak ahmad tersenyum sambil berterima kasih.

thin..thin..

mobil gip isabella datang. Lelaki tukang bersih-bersih itu langsung berlari menuju gerbang yang tidak bisa dilewati mobil. pak ahmad melihat suker dari kejauhan bersama isabella. Suker lansung menuju pak ahmad.

“isabella ini pak ahmad” suker memperkenalkan gurunya.

”saya isabella rubben” bella memperkenalkan diri dengan menyodorkan tangannya ke pak ahmad, pak ahmad membalasnya dengan mengangkat kedua tangannya dan merapatkannya.

”saya Ahmad Dakhlan ibu isabella”

“silahkan pak ahmad masuk” isabella membuka pintu dan mempersilahkan pak ahmad untuk duduk.

“Maaff ibu isabella maksud kedatngan saya disini hanya ingin meminta ibu maneger untuk memberikan motivasi para siswa-siswa kami agar mereka lebih bersemangat untuk belajar dan harapan besar dari saya ibu maneger bisa datang pada kenaikan kelas nantinya”

“dengan senang hati pak ahmad saya bisa datang ke sekolah bapak.”

Isabella merasa terhormat dengan kedatangan orang paling disegani di kampung lama.

“ Terima kasih sebelumnya ibu maneger saya pamit dulu.”

Suker mengantar pak ahmad hingga gerbang kantor, pak ahmad mengucapkan salam kemudian menuju rumahnya dikampung lama..

“Suker tolong ambilkan semua barang yang kita temukan”

suker bergegas membawa barang-barang dan menyerahkan ke isabella, penelitihan dilakukan di kantor isabella. surat berbahasa belanda dibersihkan dengan kuas kecil dan merapikan lekukan-lekukan kertas hingga tulisan itu dapat dibaca dan dimengerti artinya. Suker hanya terdiam sambil mencoba menghafal teks tulisan itu hanya satu kata yang ia fahami yaitu tulisan code. Isabella memotret tulisan tangan itu dan kembali melipatnya dan mengemasnya kedalam brangkas.

Penelitihan terus berlanjut hingga isabella menghasilkan lembaran-lembaran tulisan yang diketiknya dengan mesin tuk-tak, tuk tuk tuk tuk tak ,tuk tuk tuk ,tak. Suaranya membawa keseriusan isabella. Suker mencoba membantu dengan mengumpulkan lembaran-lembaran tulisan yang di ketik dengan bahasa belanda.lembaran lembaran tulisan dikemas di sebuah map yang memilki perekat dari beri. Isabella terus mengetik dengan penuh kosentrasi.. sesekali ia memutar badan ke kanan dan kekiri dan merenggangkan jemarinya yang sudah jenuh.

Tulisan itu semangkin menumpuk dari hari ke hari, minggu berganti minggu tulisan itu terus saja menumpuk. Kini suker sudah nyantai karena kerja sudah beralih ke kantor bukan dilapangan. Suker tidak menyia-nyiakan waktu begitu saja kesempatan belajar bahasa belanda ia tekuni dengan mengartikan melalui kamus bahasa belanda yang ada dalam buku-buku milik isabella yang langsung didatangkan dari belanda sana.kapan bisa ke belanda suker lagi-lagi mengkhayal kalau dirinya suatu saat bisa ke belanda..suker jadi penasaran dengan belanda setelah berinteraksi begitu lama dengan hari-hari general meneger muda itu.

Setelah berbulan-bulan suker bekerja di kantor timbul rasa ingin bekerja dilapangan kembali, tapi ia tidak bisa menurutkan kehendaknya sendiri. Sebelum isabella menyiapkan tulisan-tulisannya sejarah keberadaan bangsanya di sumatera utara khususnya. Isabella mencoba kemahiran suker dalam mengucapkan bahasa belanda yang dipelajarinya dengan berkomunikasi menggunakan bahasa belanda ternyata suker bisa menjawabnya dengan lahjah yang sangat berbeda. Isabella hanya tertawa geli melihat dan mendengar suker mengucapkan bahasa belanda. Meski ia menertawakannya tetapi bella sangat mendukung suker untuk mempelajari bahasa belanda. Seperti dirinya suku untuk belajar bahasa bahasa indonesia waktu sekolah dasar,

Hari berganti dengan hari sesudahnya, minggu berganti dengan ahad, bulan berganti ke bulan berikutnya , tulisan –tulisan tentang sejarah belanda di sumatra utara telah sampai pada targer yang diinginkan isabella rasa jenuh, bosan dengan suasana kantor mereka tukar dengan berpetualang merefress kejenuhan otak yang terus berfikir memecahkan rahasia benda-benda bersejarah

۞         ۞           ۞

MY EDVANTURE ,15 FERBRUARI 1981

Pepohonan berduri tumbuh menghampar, burung-burung kuntol berwarna putih melakukan pengintaian ikan-ikan kecil yang sedang berenang dipinggiran air, burung ruak ruak mencoba mengalihkan perhatian burung kuntul dengan bersuara keras meribut krrruuwaak kruuwwwaakkkk..mengalihkan perhatian kuntul dari ikan-ikan kecil.dan cap ruak-ruak mematuk dengan paruhnya ikan dilahap berlahan..”.eeeegggh ,kenyang “perutnya bersuara. Tubuhan air seperti eceng gondok, genjer dan kangkung membentang luas di perairan berdiri diatasnya kodok bancet berwarna hijau mengintai belang kecil yang tersesat.biawak mondar-mandir sambil menjulurkan lidahnya kelat kelet seakan ingin memelet ikan sepat yang sedang menghirup udara, disinilah tempat ikan-ikan berkembang biak dari ikan bulan-bulan yang bentuknya bulat seperti piring bila bobotnya mencapai satu kilo, ikan sepat berbentuk gepeng yang suka mengapung di atas permukaan, ikan wader,ikan paitan,ikan kaper hingga sipredator rawa-rawa ikan gabus toman, gabus bujok dan gabus biasa.para pencari ikan terlihat mendayung sampan sambil membawa bubu jebakaan ikan, tak terkecuali bubu, paning-paning berukuran pendek dan diberi umpan ikan sepat kecil sebagai cara menagkap si predator yang terkenal agresip juga disiapkan situkang ikan yang menjadi propesinya setelah kerja menyadap karet di PT milik tuan siong, untuk lauknya ikan sebagai alternatif menu makan malam.

Mobil gip melintasi para pencari ikan semua mata-mata tertuju pada mobil itu, seorang anak kecil yang diajak bapaknya memancing sempat menarik-narik bapaknya untuk mengejar mobil jib yang dikendarai suker, bambang dan isabella.hingga ikan yang seharusnya tertancap dikail lepas karena terburu-buru mengangkatnya..

“ kecebuuur suara ikan terjatuh dari udara kembali keair” si bapak pun kecewa

“ooowwaaalllaaaa leee leee..lepas iwak gabuse..nanti bapak belikan mobil-mobilan dipasar mainan” si bapak mencoba menghibur anaknya yang merengek ingin ikut mobil gip.

“ Udah mas deket pohon besar itu,kita berhenti ” bambang spesialis pemancing ikan toman di kampungnya mengarahkan suker.

“Yakin disini mbang? “ Suker belum juga percaya

“sudah serahlkan saja ke ahlinya” isabella angkat bicara,

“dengeri ker ibuk bella ngomong!! Bambang merasa percaya diri,. Suker mangguk-manguk sambil mencabut kunci mobil, ada berkahnya juga bisa jadi asisten neng kece isabella.

Bambu panjang berukuran sepuluh meter dikeluarkan dari semak-semak tempat suker menyembunyikan perlengkapan mancing,tali pancing yang berukuran besar diikatkan ke ujung bambu, pancing yang terbuat dari besi jari-jari sepeda yang sudah dibentuk menjadi pancing toman siap di beri umpan. bambang mengeluarkan kodok bancet dari kantong penyimpan bancet dan menancapkan kodok bancet dimata pancing.

Cepret kilat kamera, isabela memotret kodok bancet .

”ehhhh apa itu? Bambang terkejut siang hari kok ada petir pikirya.

”poto mbang jangan kampungan” suker bercanda.

” kan orang kampung ker sama kayak kamu” bambang menambahkan kalau mereka berdua memang kampungan.

” Ooo ini ibu GM ..ini bancet namanya”. Bancet isabella menirukan.. agak gimana gitu bunyinya.

“foto dulu ya, isabella memotret sekitar tempat memancing, melihat burung bangau yang sendirian di ranting pohon ia mencoba memotonya, bangau langsung pasang pose mengangkat kaki sambil mengepakkan sayap ciaatttt..bambang melemparkan umpan di sela-sela eceng gondok ditarik-tarik perlahan, memancing agar toman datang, kail ditarik kembali ia lemparkan di tepi rawa-rawa dan dhubbbb ombaknya menggoyangkan kumpulan eceng gondok disekitarnya perlahan diberi waktu supaya bancet betul-betul ditelan dan kemudian diangkat sekuat tenaga.. saapppp ikan belum juga terangkat, sedangkan bancet lepas digigit sipredator toman.

Bambang belum menyerah, baginya itu hal biasa, isabella dan suker berjalan jalan menikmati adventure di rawa-rawa toma. krrrrukkk te tek tek wiittt wiitt..suara burung murai batu yang sedang mengoceh riang di raanting-ranting pohon besar tak berdaun.cepret satu poto untuk burung murai yang lagi asyik berkicau, isabella mendekati burung murai ingin memperjelas bentuknya dan burung murai terbang menuju dahan yang lebih tinggi sambil mengocek riang. Setelah isabella memegang pohon besar murai mulai menyambar isabella, terlihat murai betina yang agresip..oooppp isabella melesatkan bidikan kamera cepret sayapnya yang sedang mengudara tertangkap kamera. Isabella terus memperhatikan si burung murai yang klihatannya tidak bersahabat. Suker datang membawa air mineral untuk isabella ,isabella membuka penutupnya dan meneguknya perlahan..mengapa burung itu menyambarku suker? Isabella serius bertanya dengan sorot mata birunya yang sepesial, meraih topi lebarnya sambil mengipas-kipaskan ke arah leher yang berkeringat.

“ ohhh burung itu lagi jatuh cinta dengan ibu isabella sepertinya hahah.”. suker bercanda.

bella mengambil sebongkah tanah digenggamannya dan melemparkanya kearah suker. Eiittt suker menggelakkan bongkahan tanah keras yang mengudara di atas keplanya. Isabella meringis melihat gerakan sibocak kampung.

“ooo maaf maaaaf bella..itu lihat anaknya lagi kelaparan makanya kamu disambar burung betina itu, menurutnya kamu orang asing makanya kamu disambar hahhaha..”

suker menujukkan dua ekor anak murai batu yang membuka mulutnya sambil menggeleng-gelengkan kepala kelaparan.

”ya tuhan..” bella terkejut dan terus memotret anak burung murai yang masih bayi..cepret,cepret,cepret berkali-kali poto di arahkan ke dua anak burung murai yang kelaparan.induk betina mankin agresip melihat cahaya mengkilap di bawah pohon. Tekk teeekkke tettettlkkk suara si burung murai khawatir kalau anaknya diusik orang asing berambut kuning dan bermata biru hidung mnacung postur tubuh tinggi lansing, seperti predator baru bagi si burung murai.

Wwwoooooowwwwww…

bambang teriak girang ..suker mengajak isabella menuju hasil pancingan bambang seekor ikan toman berukuran besar berat sekitar sembilan kilo satu ons terangkat kedaratan. Isabella melihat binatang baru seperti itu langsung berlari seperti anak-anak yang melihat boneka berbiy, cepret ikan toman tak sempat berpose karena mulutnya sedang tertancap mata pancing. Pose ikan toman itu nyengir kesakitan.ikan toman memang ikan paling diburu oleh para pencari ikan dismaping dagingnya yang enak juga bobotnya yang berat bisa menghasilkan uang yang berlipat.

Ikan diangkat ke wadah terbuat dari papan yang dipernis dengan batu damar hingga tidak terjadi kebocoran, bambang terus mencari toman untuk dipanggang malam nanti bersama tuan rubben yang sudah memesaan satu ekor, isabella,mbok ina yang sudah bisa kembali bekerja karena sudah sembuh dari sakitnya, tiga satpam penjaga, bambang dan suker juga tidak terlupakan.isabella mengikuti bambang memancing ikan bella begitu penasaran dengan teknik bambang memancing. Suker mengikuti bmabang tak mau kalah dengan hasil tangkapan bambang yang bobotnya sembilan kilo, dengan gagang pancing dari bambu panjang sekitar enam meteran suker mencoba memancing toman. Bancet dilemparkan di genjer-genjer mengikuti gaya bambang memancing mengoyang-goyang umpan ternyata berhasil guuupp suaranya kecil tidak ada goyangan ombak..tak sabar menunggu, suker lansung menariknya ke atas sekuat tenaga yeeee.. suker teriak keras setelah ikan terangkat. Suker begong

‘lhaaaa boncel!! “

suara pesimis suker. Bambang dan isabella tertawa terbahak bahak seekor ikan gabus ukuran kecil tersangkut dimata pancing dengan wajah apa adanya suker hanya bisa mengangkat hasil tangkapannya dengan lemas. Isabella masih terus tertawa terbahak bahak sekaligus meledek sisuker.. suker akhirnya tertawa juga ..cantik juga nih bu GM klau lagi tertawa..ups langsung teringat si gadis manis Citra Dakhlaniati.

۞         ۞           ۞

Warung mbak poikem, jumat, 13 februari 1981

“ Ustadzah citra ayo saya antarkan ke kampus, saya juga ada buku yang ingin saya cari di pustaka al-hikam.” Ustadz ihsan menawarkan citra kalaulah citra ada keinginan ke kampus bersamanya juga sekalian mengantar nyai istri kiyai kepasar sayuran, tetapi citra menolak dengan halus karena citra ngak ada mata kuliah jum’at pagi. Citra hanya ingin ke warung mbak poikem penjual minuman pinggir jalan. Ustadz ihsan tetap ingin mengantar citra walaupun meski bolak balik ke warung mbak poikem baru ke pasar mengantar ibunya, nyai pun senang kalau anaknya berhati baik mengantar ustadzah citra, ndak apa nyai ihsan antar ustadzah citra terlebih dahulu.” Ibunya mempersilahkan ihsan.

Pintu mobil dibukakan ustadz ihsan, dan mempersilahkan citra penuh kehormatan khalayak ratu arab yang ingin memasuki limosin,banyak hal yang terlihat aneh setelah ustadz ihsan kembali ke pesantren dari kenaikan gaji yang diberikan kepada citra yang meningkat tiga puluh persen.hingga fasilitas kamar yang istimewa dari meja belajar yang baru, kasur juga baru, karpet kamar baru, diservice habis-habisan kamar citra. Seperti orang arab yang ingin meminang gadis gaya pelayanan pesantren kepadanya. Tapi sudahlah saya disini juga bekerja soal ustadz ihsan suka atau cinta sekalipun aku juga tetap bertahan menanti jawaban dari mas alamsyah. seperti tanah yang berada diatas batu licin kemudian tersiram oleh hujannya deras hingga pelayanan pesantren yang seperti pangeran arab meminang gadi hilang begitu saja….”alhamdulillah citra sampai diwarung mbak poikem” citra turun dan memberikan salam pada nyai tak lupa mencium tangan nyai, “assalamu’alaikum ustadz ihsan” ustad ihsan menjawab salam mengiringinya dengan ucapan nanti pulangnya ana jemput.ana anta antum dah ustad bathin citra ..citra hanya tersenyum.

“Mbaaaakkk aku daatanggg”

citra menghampiri mbak poikem, kado berwarna pingk diberikan ke mbak poikem ini.

“mbak hadiah dari hasil kerjaku dan ucapan terima kasih buat embak yang telah menyimpan tas milik citra”

” aduhhh jadi ngak enak nih mbak cah ayu” mbak poikem membuka isi kado itu sebuah mukenah putih hadiah dari citra.

” Terima kasih ya citra semoga rezekinya lancar amin..” mbak poikem langsung membuatkan minum tanpa menawarkan terlebih dahulu, susu hangat minuman kesukaan citra di pagi hari, pagi yang dingin udara yang sejuk terasa kalau dibogor ngak seperti di sumatera.

Mbak poikem sudah seperti kakak kandungnya sendiri, begitu pula sebaliknya citra sudah menjadi bagian keluarga mbak poikem.

”.ele ele neng gelis dah sampai duluan dianter ustdz yaa” ayu datang memenuhi janjinya tampil beda dengan sepatu putih rok belang belang.

“ Looohhh gadis sumatera datang ..ngumpul bareng nih “ mbak poikem lansung menyambut ayu dan menyuguhi minuman teh melati kesukaan ayu.keluarga kecil itu mulai berbincang bincang sambil menikmati susu hangat dan teh melati buatan mbak poikem…mobil lalu lalang tidak memperdulikan siapa saja yang ada di warung kecil milik mbak poikem.

“Assalamu’alaikum” ..

”wa’alaikum salam” mbak poikem menjawab.

“ pesan minuman apa ngustad”

”ohh ngak mbak mau jemput ustadzah citra” ihsan menjelaskan kedatangan ustadz ihsan dan nyai yang mendadak datang.citra langsung klabakan.

“gimna nih yu tu liat dah dateng ustadz ihsannya”

”udah serahin ke aku aja ya tenang dan tetap duduk di tem pat..ok..!!” ayu menghampiri ustadz ihsan citra merasa tidak nyaman duduk ia mengikuti ayu menghadap ustadz ihsan.

“Wa’alaikum salam ustadz ihsan, nanti citra,, eeehh ustdzah ihsan..maaf ustadz ya citra mau ke toko buku menemani saya ustad jadi citra belum bisa balik sekarang” ihsan tetap sabar dan melangkahkan kakinya menuju mobilnya.

“ Berhasilkan citra siapa dulu ? Ayuuu ..yok lanjut ceritanya ”

Mbak poikem bercerita awal kedatangannya di Bogor tahun 1975 saat iya masih berusia dua puluh lima tahun bersama ibunya hanya modal nekat, tetapi dengan rizkinya Allah kini mbak poikem bisa nyekolahkan adik bungsunya ke pesantren di jawa timur,mbak poikem bela-belainngak mudik lebaran agar ongkos mudik bisa buat adiknya di pesantren..berbicara pengornbanan mengingatkan mereka berdua untuk benar belajar bukan untuk pacaran dan hura-hura ,mbak poikem juga memberi nasehat agar kesempatan bisa kuliah dikampus ternama merupakan nikmat tuhan yang senantiasa di syukuri bukannya kufur, mbak poikem juga sempet cerita tentang rumah tangganya yang sempat mandeg tanpa ada kabar dan berita suaminya merantau ke sumatera dan belum pulang-pulang hingga saat ini.pelajaran hidup dari mbak poikem sangat berarti untuk kedua gadis sumatera Citra Dakhlaniati dan Ayu Andiniati.Mbak poikem terus memberi motifasi agar cepet nyelesain kuliah ..sungguh mbak yang sangat perhatian dengan adik-adiknya ..Subhanallahhhh….

TOKO BUKU PINTAR

Pemilik toko tidak main-main bikin plang toko dengan huruf kapital toko pintar menghadap kejalan raya,,citra dan ayu mulai menyelami gudang ilmu, menelusuri rak buku membolak balik buku yang masih dikemas plastik,sambil melihat harga bila judul cocok harga cocok angkut, namun jika sebaliknya judul cocok harga ngak cocok tawar kalu bisa kurang angkut, begitulah cara mereka beli buku.citra menelusuri rak buku sastra yang terdiri dari komic doraemon hingga novel, diambilnya novel berjudul cinta bunga bangkai karangan penulis lokal yang tidak dikenal khalayak ramai.dibaca sinopsis cerita yang menceritakan seorang musafir yang harus berkelana demi menemukan cinta sejaatinya.

“eeeeetttt beli buku apaan tuuuu citra?” lagi pingin aja beli buku yang menggugah hati, citra membawa buku novel itu sambil mencari kembali buku tentang kelapa sawit mata kuliah yang akan segera diujikan.

“Kapan mata kuliah itu diujikan citra ?” mata kuliah itu ditanyakan ke citra sekedar ingin tahu,citra mengomentari kalau mata kuliah itu diujikan akhir april. Ayu kembali mencari buku sejarah. Memilah dan terus memilih beberapa buku sejarah diantaranya sejarah hindia belanda,citra lansung mengambilnya tetapi setelah dicek harganya terlalu mahal. Ayu lemas melihat harga yang tinggi, citra datang setelah lama memilah milih buku tentang tumbuha, ayu kok klihatanya kurang semangat ? ayu hanya bisa menunjukkan harga buku yang melangit ,citra juga menunjuk ke tulisan di atas rak discount 20 persen. Udah mumpung aku baru terima gaji biar aku aja yang bayar, cuman ini kan?” “Iya citra , thankyuuuu.”.ayu lansung membawa tiga buku yang akan dibayar citra.

pak dosen yang dijuluki sejarah datang dan berjalan menuju rak buku sejarah yang baru saja di tinggalkan ayu,

“pak dosen lagi cari buku jugak? “Ayu beramah tama dengan pak sejarah berjalan..

“iya saya sudah langganan disini baru pertama kesini ya kok ngak pernah ketemu bapak?.”.ayu mencari-cari alasan yang tepat.

“iya pak kan biasanya cuman pinjam dipustaka.”

“Ngak apa yang penting membaca harus dijadikan kebiasaan baik itu, beli di toko atau kalau lagi kurang uang ya bisa ke pustaka yang terpenting budaya membaca dilestarikan agar membaca menjadi kebutuhan kita ..ya udah bapak mau beli buku baru dulu “ pak dosen meninggalkan ayu memilih buku-buku baru.

“Jika aku bisa terbang ke ujung dunia pasti aku akan bertemu dengannya,jika aku seorang pengendara karpet Aladin mungkin ia akan ikut terbang bersamaku..tapi aku musafir bertongkat yang tidak mungkin menemukanmu secepat yang aku mau.” Wahai penghuni gurun nampakkan keberadaanmu dan tunjukkan wujudmu”,..seekor keledai gurun bewarna hitam mendatangi simusafir bertongkat dengan penuh hati hati musafir bertongkat mengajaknya berduel jika keledai hitam itu kalah maka ia harus menjadi kendaraan musafir bertongkat dan jika musafir bertongkat kalah maka ia harus menyediakan rumput selama dua puluh tahun…” tiba-tiba muncul seorang badui memberikan tantangan kepada musafir bertongkat.keledai ini adalah keledai miliku jika kamu wahai musafir bertongkat mampu mengalahkannya maka ia menjadi milikmu. Aku suka tantanganmu wahai musafir bertongkat..Cinta Bunga Bangkai.”

Mobil yang terus melaju hingga citra harus turun didepan pintu gerbang ,ayu tidak bisa ikut citra kepesantren karena ingin fokus dengan mata kuliah sejarah yang dibimbing oleh pak sejarah berjalan.citra hanya turun sendirian,tanpa ditemani ayu. Gerbang pesantren selalu menyambutnya dengan ramah begitu pula mang tedi selalu tersenyum dan menyapa citra.

Buku tentang tumbuhan di bolak balik dikuasai materi yang sesuai dengan silabus kemudian memindahkannya dalam catatn khusus,meskipun matahari semangkin menghilang diujung barat citra terus melanjutkan belajarnya karena tugas pesantren untuk citra hanya full di subuh hari dan ba’da maghrib. santri wati berdatangan dari pelatihan qasidah dengan membawa renbana berlarian menuju asrama.

“Loh kok pada pulang ?”

Citra menyapa anak-ank yang pada balik ke asrama..santri-santri wati menjawab kalau ustazah faridah belum bisa melatih karena ada urusan dengan kiyai dan nyai katanya penting, ada apa ya kok sampai anak-anak disuruh keasrama tidak biasa ustadzah faridah yang sangat disiplin itu mengubah jadwal latihan qasidah.

۞         ۞           ۞

Mesam mesem ustdzah faridah memasuki asrama wali santri, citra jadi bingung sendiri ustdza lagi dapet hadiah apa dari keluarga kok mesam-mesem gitu? Faridah hanya bisa berbisik pelan ana dilamar ustadz khairul ihsan. Citra lansung merangkul ustazah faridah dan mengucapkan selamat, dilubuk hati, citra merasa bersalah telah beburuk sangka dengan menganggap ustadz ihsan menaruh hati padanya.ustadzah faridah mengabarkan kalau proses akad nikahnya nanti dilaksanakan minggu depan di masjid pesantren sekaligus walimatul’ursy pada hari itu juga…barakallah ustadza selamat sekali lagi , terima kasih. Bakal sendirian citra jadi wali kamar kalau ustadzah menikah nanti, tapi citra tetap semangat menatap gadis-gadis kecil yang butuh bimbingan dan perhatian yang lebih.

Yuk diterusin belajarnya citra usatazah faridah mempersilahkan citra agar melanjutkan belajarnya, faridah juga faham karena farida juga lulusan kampus yang sama dengan citra, kesungguh-sungguhan sangat dibutuhkan jika ingin lulus dengan hasil yang super istimewa.

“Ustadzah citra temeni ke kamar mandi cepetan, udah kebelet pipis ustadzah??”

gadis kecil memanggil citra minta ditemani ke kamar mandi, ”iya sayang tunggu ustdzah sebentar, “ citra mengambil pembatas bacaan dan menemui sikecil dan mengantarnya ke kamar mandi .malam yang kelam dengan ditemani sigadis kecil citra melangkah menuju asrama untuk kesekian kalinya citra menemani gadis-gadis kecil dan tidak ada rasa bosan baginya gadis-gadis kecil itu adalah adiknya sendiri yang harus diperhatikan hingga masalah pipis,

Buku yang sempat terabaikan sesaat kembali dinikmati isi dan ilmunya, budaya membaca sepertinya sudah menjadi kebutuhan buat citra bukan beban kuliah yang menjenuhkan..meskipun kadang matanya yang tidak kuat untuk membaca.namun hal demikian bisa diatasih dengan minum minuman hangat, atau berwudhu.

۞         ۞           ۞

16 Februari ramah-tama Bersama Mrs. Isabella Rubeen.

Sebagai penghormatan untuk pejuang ilmu pengetaahuan isabellla menghadiri ramah tama yang diadakan disekolah dasar kampung lama, dimana pak ahmad dan para murid telah menunggu kedatangan Mrs.Isabella. isabella datang tanpa ditemani suker, ia datang bersama humas perkebunan, kedatangan isabella disambut hangat oleh para murid. Setelah penyambutan isabella memberikan motivasi untuk anak-anak SD kampung lama. Anak mendengarkan begitu antusias dan diakhir pembicaraannya isabella menjanjikan beasiswa bagi anak-anak yang berprestasi..anak –anaak mendengar sekolah geratis dan biaya ditangung isabella lansung bersorak

hiduuupppp ibu isabellaaa…

wajah-wajah penuh kegembiraan terpancar dari para murid. Mendengar beasiswa untuk anak-anak pak ahmad berkaca-kaca hingga air matanya membasahi kelopak matanya, ternyata masi ada pejuang pendidikan. Pak ahmad memuji isabella saat penutupan acara ramah tama.sebagai penutup isabella mengabadikan para siswa dan pak ahmad yang duduk bersama, isabella meminta bapak humas untuk memotonya bersama pak ahmad dan para siswa SD kampung lama.

Pak ahmad tak lupa mengucapkan beribu terima kasih atas kedatangan isabella, isabella justru merasaa terhormat dengan undangan pak ahmad. ..

Perjalanan sejarah pendidikan di kampung lama kini mulai terlihat gebrakan yang diplopori isabela dengan adanya program beasiswa untuk para siswa berprestasi.isabella juga berjanji akan meliput data para siswa yang berprestasi dari pak ahmad dalam waktu dekat.

Setelah menghadiri acara ramah tamah berakhir mobil gip dan pak humas melesit meninggalkan SD kampung lama menuju.perumahan pekerja yang telah ditlusuri suker terlebih dahulu, dari data riset suker peninggalan hindia-belanda diantaranya adalah sumur bor. Airnya yang panas menjadi khas tersendiri bagi perumahan pekerja di perkebunan karet milik tuan siong, konon menurut kabar dari kakek-kakek yang pernah hidup pada tahun 1930 dimana waktu itu usianya masih sepuluh tahun ia perna diajak bapaknya untuk bekerja memperbaiki bak mandi di rumah tuan belanda. Swaktu itu ia berak dicelana karna takut dengan anjing milik tuan rumah, kemudian bapaknya memandikannya dikamr mandi yang airnya panas, sikakek bercerita sambil menirukan waktu ia berak dicelana.. kakek yang gokil menurut suker.maka suker menyimpulkan kalau sumur itu adalah sumber khusus untuk para tuan-tuan zaman belanda. Diketahui untuk menggali sumur adalah hal kecil bagi masyarakat setempat karena curah hujan di sumatera tergolong setabil. Akan tetapi untuk menghasilkan air yang panas tentu bukan hal yang muda untuk masyarakat maka menurut hemat suker air panas tersebut sengaja dibuat untuk mandi air panas bagi tuan-tuan belanda yang menyesuaikan gaya hidupnya dieropa.

Sumur bor itu hingga kini masih mengalirkan air yang panas meskipun menurut cerita penduduk setempat dulu diera lima puluhan airnya sangat panas pendapat yang masih perlu dikoreksi suker menggaris bawahi cerita penduduk setempat. Mandi dulu biar seger batin suker baru saja ia membuka baju..sedang apa ilmuan muda? Suker terpaksa menutupi badan kekar penuh otot yang terlihat oleh isabella..waduh kedatangan yang tidak diduga suker nyeletuk pelan. Isabella menagmbil alat pengukur suhu air apakah air itu memang air dari dasar tanah hingga menimbulkan kepulan asap.. isabella juga menjelaskan untuk mengukur suhu dengan alat seperti ini bukan dengan mandi disumur yang tidak bertutup. Sumur bor itu memang terbuka untuk umum setelah pihak perkebunan menghadiahkan sumur tersebut kepada penduduk setempat.

Suker dan isabella terus meneliti sumur bor tersebut, masyarakat setempat berdatangan melihat penelitihan orang asing seperti isabella, karena suasana semangkin ramai isabella mengakhiri penelitiannya dan beralih ke bangunan kuno yang diyakini juga masih peninggalan hindia belanda, sambil menikmati roti yang dibawakan isabella suker duduk diatas petakan batu, meneguk minuman dan kembali mengunyah roti tawar. Pak humas duduk disamping suker sambil menghisap rokok yang dilintingnya dari tembakau. Pak ngak rokok pabrikan ? suker berkomentar daripada bengong pikirnya

” ini juga rokok pabrikanmas, tapi pabrik kiyambak”

bapak humas menanggapi dengan seloro ringan, hahah suker tertawa. Kemudian meninggalkan pak humas sendirian, bella ada yang perlu dikemas? Isabella membalikan badannya dan menggeleng,” tidak ada yang bisa kita cari disini ini cuman bangunan biasa” suker merasa tidak percaya dengan kenyataan menurut penduduk setempat bagunan ini

bangunan penyimpanan alat berat seperti mobil pengangkut karet kering dan logistik lainya. Kemungkinan ini gudang pupuk waktu itu. Suker menghampiri isabella dan mengantarkannya kesebatang pohon yang sangat rindang. Lihat pohon yang rindang ini, mungkin bisa membantu riset !! betapa tidak pohon ini hanya pohon yang masih mampu bertahan sedangkan pohon yang lainnya sudah menjadi kayu bakar masyarakat sekitar ini pohon mampu bertahan hingga demikian karena pohon ini dapat meresap pupuk-pupuk yang tercecer di gudang ini..bagaimana menurutmu? Isabella hanya terdiam sambil menggeleng tidak mungkin.

“Oke lalu apa menurutmu?”

Isabella menerangkan mengapa pohon itu masih tumbuh “ Pohon ini adalah pohon yang tidak diserang oleh jamur sedangkan untuk pohon yang lainya sudah terserang oleh jamur dan jamur itu cepat berkembang melalui akar pohon yang terserang penyakit jamur! Paham anak muda?..suker mencoba memahami dengan benar sambil manggut-mangut..

”lebih baik kita cari tahu tentang makam yang ada di desa kampung kantil bagaimana suker?.”

Suker langsung memutar badan dan menuju kampung kantel matahari sudah mulai menunjukkan waktu zuhur. Perjalanan yang sangat melelahkan, akses jalan yang tidak rata mengombang ambing posisi duduk menguncang tubuh ke atas dan menghempaskannya kebmbali .sesampai dikampung kantil, isabella menghamri tetua kampung meminta izin untuk melihat-lihat pohon bunga kantil yang mana dibawah pohon itu terdapat makam seorang anak kecil bernama eva. Nama Anak perempuan yang tertulis dikeramik kecoklatan, tetapi hanya satu makam yang membuat isabella bertanya-tanya. Akhirnya ia memutuskan untuk meneliti makan eva.

Kesibukan dalam penelitian melenakan waktu untuk sekedar duduk menghirup udara segar pedesaan, menikmati pemandangan alam yang masih ditumbuhi oleh ilang yang terbentang luas menghijau, burung pipit bekejaran di selasela bunga ilalang.

۞         ۞           ۞

Melintasi perkampungan tatkala hari senja, suara gamelan dan tabuh mengikuti gerak kuda lumping. Penduduk terlihat menikmati pertunjukkan kuda lumping, isabella turut menyaksikan lewat mobil gip yang dikendarainya suker memperlambat laju mobil, cepret satu petikan untuk kuda lumping.

Senja belaih petang isabella tampil bugar setelah menguyur tubuh dengan air hangat, otot yang kaku kembali normal kerutan dahi dan daki menghilang seketika. Diraihnay hasil fo-foto dari edvanture di rawa-rawa toman, foto-foto dengan anak didik pak ahamd, foto penelitian sumur panas, bangunan tua, makam sikecil eva, hingga foto kuda lumping. Satu persatu foto dari foto kodok bancet, burung bangau, burung murai beserta anaknya yang lapar, dan foto-foto lainnya..sudah saatnya aku menuliskan tentang masyarakat pribumi sudah cukup rasanya data-data tentang peninggalan hindia-belanda, kini saatnya ia menulis kebudayaan jawa disumatera utara.melihat realita dan mengamati cara hidup masyarakat perkebunan memunculkan rasa ingin meneliti kebudayaan suku jawa dan suku batak di perkebunan. Salah satu sumber tentunya pak ahmad dakhlan yang peka terhadap sejarah nasional dan ketradisionalan masyarakat jawa.

Untuk meneliti kebudayaan jawa yang terbawa oleh orang-orang dari jawa. Tentunya bukan pekerjaan yang ringan perpanjangan izin tinggal tinggalnya diindonesia harus diurus ke ibu kota, tapi itu masalah kecil ia kembali berfikir logis, peralihan penulisan akan ia lakukan setelah data-data dan tulisan tentang peninggalan hindia belanda rampung, dan penulisan tentang situs terakhir adalah makam eva yang ada di kampung kantil. Tulisan itu ia sesuaikan dengan data dilapangan tanpa ada satu data pun tentang makan yang ia lewatkan hingga berakhirlah tulisan tentang peninggalan hindia belanda di sumatera utara areal perkebunan dan sekitarnya.penelitian yang nantinya akan ia kembangkan dibelanda bersama teman-teman yang lebih dahulu mengikuti program paca di universitas belanda.

Malam itu juga peralatan wawancara ia siapkan, dari recorder, kamera, buku catatan, perlengkapan-perlengkapan yang dianggap penting di kemas dalam tas rangsel. Mbok ina datang membawakan segelas susu hangat, dan makanan ringan untuk dinikmati isabella. Dalam kesendirianna ia menuliskan sosok suker pemuda kampung yang memilki kemauan tinggi dalam menganalisis peninggalan bersejarah, meskipun analisanya belum tajam disebabkan keterbatasan pengetahuan tentang ilmu sejarah dan ilmu alam.tetapi ia cukup kagum, isabella menulisnya dengan sebutan manusia unik dari kampung lama.dari cara kerja yang bagus tepat waktu, maksimal dan bertanggung jawab. Semua tentang suker ia tuliskan demi memulai studi tentang kebudayaan jawa hingga sifat rendah diri dan sifat kocakna tak terlupakan oleh isabella semua dituangkannya melalui tulisan.hingga kertas terpenuhi oleh sejarah suker alamsyah si manusia unik dari kampung lama.

۞         ۞           ۞

Hari libur kerja biasanya dihabiskan suker dengan membibit karet dan mengawinkannya dengan pohon yang berkualitas baik proses pengawinan biasanya tidak berhasil seratus persen, karena suker masih pemula maka tingkat keberhasilan hanya mencapai enam puluh persen, bibit yang sudah siap tanam dipisahkan kemudian diberi pupuk stelah kualitas bibit terlihat baik maka suker dan bapaknya menuju ke perkebunan miliknya yang masih ditanami oleh sayuran dan umbi-umbian, sebagai keluarga keturunan petani berkebun adalah kegiatan yang menyenagkan. Bapak suker berharap kebunya yang ditanami oleh karet mampu membawa dampak positif bagi ekonomi keluarga untuk pertama kalina bibit yang ditanam mencapai lima ratus batang bibit karet kawinan. Ibu dan adik suker mengelola sayuran dan umbi-umbian, ayah suker pernah bercerita kalau kakeknya dulu dantang ke sumatera dengan kapal, keluarga yang masih merintis masa depan..suker terus menanam hingga tidk tersisa bibit pohon karet,,,

Saat suker ke gubuk tempat beristiharat isabella datang dengan perlengkapan penelitian seperti biasanya, suker merasa heran akan kedatangan suker secara mendadak tanpa ada konfirmasi padahal hari itu hari libur kerja. Suker menghampiri isabella berjalan meniti batang pohon berukuran besar yang telah rubuh, melopat kekanan dan kekiri menghindari tunggul kayu yang menghitam yang habis terbakar. Suker menghampiri isabella dan menayakan ada apa gerangan dengan kedatangannya yang mendadak, melihat suker dijemput bapak dan ibunya lansung mengizinkan anaknya untuk ikut dengan isabella. Isabella terlihat sangat rapi baju bagus lagi harum..perjalanan menuju rumah pak ahmad…

Sesampainya dirumah pak ahmad isebella mengemukakan maksudnya untuk menggali sejarah tentang suku jawa yang migrasi ke pulau sumatera.pak ahmad mengisahkan sejarah kedatangan suku jawa ke pulau sumatera.

Ibu citra tak lupa membuatkan minuman ala kadarnya dan buah sukun yang digoreng tipis-tipis, monggo ndok? Ibu citra mempersilahkan, iya ibu isabella tersenyum dan menikmati minuman teh hangat. Sruuputtt suker tak ingin ketinggalan. Sedangkan pak aahmad memulai sejarah kedatangan suku jawa..menurut sejarah dari mulut kemulut bahwa kedatangan buruh dari pulau jawa merupakan cikal bakal membludaknya orang suku jawa dipulau sumatera khususnya yang dipekerjakan sebagai buruh kebon pak ahmad menuturkan..ya seperti itulah kemudian menyambung cerita setelah menyripit teh manis buatan istrinya.

naaahhh kedatangan buruh dari jawa itu sekitar tahun 1880 ada juga yang cerita kalau kuli-kuli dari jawa sengaja didatangkan oleh kolonial belanda tahun 1900 san untuk dipekerjakan di perkebunan kelapa sawit, mengenai kepastiannya saya tidak tahu pasti ibu isabella tetapi itulah cerita bapak saya dulu, karena bapak saya seorang yang bisa mengajar dan bisa berbahasa belanda maka bapak saya dipekerjakan disekolah belanda sebagai guru bantu, itulah sejarah kedatangan suku jawa ke sumatera..

.isabella terus bertanya tentang jumlah suku jawa saat itu pak ahmad menjelaskan kalau para buruh mayoritas adalah suku jawa mungkin ibu isabella bisa membayangkan seberapa banyak buruh yang dibutuhkan untuk mengelola perkebunan ribuan hektar. Dan saat ini jugamasih kita lihat tho ibu isabella kalau pekerja yang ada diperkebunan milik ibu juga tidak sedikit dari mereka..kami inilah keturunan dari bapak dan kakek kami dahulu…pak ahmad kembali meneguk teh dan memperbaiki posisi. Munkin ibu isabella bisa meneliti kapan kedaatangan hindia belanda di sumatera dan kapan pula perkebunan kelapa sawit dibudidayakan di sumatera utara, dulu ini utan lho ibu isabella harimau, beruang sudah jadi pemandangan ketika pekerja ingin melakukan penumbangan hutan.

Isabella meneruskan wawancaranya dengan pak ahmad tentang budaya jawa yang merangsek diperkampungan seperti kuda kepang? Ooo itu karena orang-orang dari jawa itu memang suka seni dan kemahiran setiap individu tertuang melalui budaya yang persis dengan oraang yang ada dari jawa karena mereka datang bukan hanya membawa pakain saja mereka juga datang membawa alat musih atau mereka membuatnya ketika telah tiba di sumatera..tapi bisa ibu isabella kembangkan dengan meneliti kampung-kampung disini yang masih melakukan tradisi tradisi jawa..

Terima kasih banyak pak ahmad sudah bersedia untuk diwawancara, pak ahmad hanya tersenyum sambil berucap walah ibu ibu hal seperti ini sudah menjadi keharusan buat ibu selaku sejarawan, saya yang berterima kasih karena ibu sudah meluangkan waktu tenaga untuk menuliskan sejarah kedatangan suku jawa.. tapi harapan saya ibu menulisnya dengan hati bukan dengan haawa nafsu.. maaf sebelumnya ibu isabella..isabella hanya bisa tertsenyum dan berpamit diri untuk melanjutkan penelitian dikampung2 sekitar.

۞         ۞           ۞

Mampir ke warung pecel

“ Kruuuukkk kruuuuk ” suara perut suker yang lagi kelaparan,

“ Maaf Isabella perut mangkin tidak bersahabat bakal bunyi terus ini isabella sebelum masuk makanan kedalamnya bagaimana kita mampir dulu di warung pecel?”

isabella menuruti permintaan suker, warung pecel milik ibu ayu” Lhooo nak suker darimana kok tumben mampir kesini? ” Suker menjelakan kalau dirinya menemani ibu maneger, isabella duduk dibangku yang terbuat dari anyaman bambu. Meja papan tanpa alas sungguh warung yang sederhana,

“ isabella kamu pesan apa ?”

suker menawarkan makanan khas indonesia. Isabella menolak kalau dirinya tidak terbiasa dengan makanan seperti pecel, “ monggo nak suker silahkan “ porsi pecel super disuguhkan dengan kerupuk merah putih dua sendok dan air putih.

“ Lhoo kalau mau mencatat budaya jawa harus mencoba masakan jawa kalau tidak ya ngak terasa budayanya ini saya ambilkan ” satu sendok pecel disulangkan, isabella mencobanya ketika pecel itu mului menyentuh lidahnya isabella buru-buru menelannya

“ ini salad bukan pecel !!

” isabella berkomentar, hanya satu sendok saja isabella menikmati pecel karena tidak begitu bersahabat dengan lidahnya.Ibu ayu mulai bertanya tentang hubungan suker dengan anaknya suker mengomentarinya dengan bercanda tidak terlihat serius

“..wahh sopo seng nolak cah ayu koyok anaknya ibuk? “Sambil tertawa

isabella hanya diam tidak memahami secara total perkataan suker dan ibu ayu,Meninggalkan warung pecel dengan perut keyang menambah semangat suker untuk menuju kampung blangkon. Suker menyetir mobil sambil bercerita kalau dikampung blangkon penduduknya banyak yang mengunakan blangkan baik yang muda maupun yang tua, suker juga menyarankan isabella untuk menyiapkan kameranya, karena warga setempat sangat anti dengan orang asing mereka akan memasuki rumah mereka jika melihat ornag asing apalagi orang ras eropa, tidak diketahui faktor yang menjadikan warga kampung itu anti dengan warga asing, mungkin sudah menjadi tradisi keturunan kampung blangkon yang diyakini penduduknya adalah keturunan para kuli yang melarikan diri kehutan hingga keturunan mereka masih memegang adat dan budaya, lari atau takut adalah gerakan reflek warga setempat tidak itu orang setempat, mereka selalu menutup diri, tetapi meraka tidak pernah menyakiti orang yang ingin berkunjung kerumah mereka, “maka jika nanti mendapati mereka lansung saja foto sebelum merka masuk rumah atau berlari menyelinap di pepohonan?.

Dan ternyata benar apa yang dikatan oleh suker,baru saja mobil memasuki bibir kampung warga setempat langsung berhamburan bahkan ada yang berteriak “ Belanda Ndelek !!! ” isabella langsung mengabadikan dengan kameranya..suker juga menjelaskan kemungkinan mereka taruma dengan penjajahan yang dilakukan oleh hindia belanda, atau mungkin mereka ingin menciptakan rasa duka pendahulu mereka yang diburu oleh pasukan belanda. Kedatangan suker dan isabella tidak disambut hangat hanya ayam, kambing dan lembu yang menyambut mereka seperti kampung yang tak berpenduduk sepi tanpa ada kehidupan. Isabella hanya memotret rumah mereka yang terbuat dari anyaman bambu atap yang terbuat dari ilalang. Tidak ada yang bisa diajak berkomunikasi isabella memutuskan untuk beralih ke perkampungan selanjutnya.

۞         ۞           ۞

Nederlansch indie coin 1858

Keberhasilan hindia belanda menguasai daerah sumatra utara diduga setelah terjadinya perang padri disumatra barat, kedatangan belanda ke wilayah kerajaan siak serah juga mencatat bahwa kolonial belanda melakukan perjanjian dengan pihak kerajaan tentang otoritas kolonial hindia belanda diwilayah sumatra timur saat itu,perjanjian pada tahu 1885 itu telah mengubah segaalanya mengubah hutan menjadi perkebunan mengubah manusia menjadi kuli dan mengubah perekonomian Hindia belanda meskipun supermasi kekuasaan hindia belanda dan serikat serikat bisnis harus ludes dan hindia belanda beserta orang-orangnya saat cahaya asia bertamu ke indonesia 1942.

Dan besar kemungkinan hengkangnya para pegawai-pegawai kelas atas seperti asisten mandor dari kalangan belanda diambil alih oleh para militer dan pihak-pihak yang ingin tetap menguasai bisnisnya dengan mengangkat jendral meneger dari pribumi setempat. Isabella mulai menulis kebudayaan jawa yang terserap di perkampungan, aku merasa berhutang budi dengan indonesia yang penduduknya ternyata sangat beragam ini, saat aku menemukan coin nederlancsh indie. Tergambar keserakahan Hindia belanda dalam mengeruk hasil bumi indonesia.

Isabella menuangkan isi hatinya dalam tulisan kemudian mulai bercerita tentang jarang kepang yang dijadikan sebagai hiburan penduduk setempat dipesta rakyat, seorang pemuda begitu mahir memainkan gamelan, disampingnya lelaki separuh baya begitu semangat memukul gendang sambil menggoyangkan tubuhnya mengiringi tabuhannya. Dan para wanita muda menaiki kuda lumping menari serentak seperti girl band yang gemulai, dan seorang kakek tua yang sibuk mengobati para pria yang kerasukan jin ada yang mabuk monyet, mabuk harimau dan mabuk bencong. Tetapi mabuk monyet yang paling disukai oleh anak-anak dan para penonton sedangkan untuk mabuk harimau bisa membahayakan ternak dimana sipria mabuk melahap ayam mentah mentah sungguh kejadian yang tidak pernah dilihat oleh isabella, itulah jarang kepang yang ada di sumatera.

Non ini minumnya ?

simbok mengantar secangkir susu hangat, isabellaa mewawancara simbok tenatang wayang. Simbok jadi kikuk “ mbok apa yang mbok tahu tentang wayang” isabella mengarahkan rekordernya kemeja dekat simbok duduk. Simbok malah bercerita tentang masa kecilnya bersama bapaknya ketika ia harus duduk sambil makan jajan dibelakang bapaknya yang sedang memaikan beberapa tokoh wayang dipentas pertunjukan ada janoko, arjuno hingga seorang buto. Ternyata ayah simbok adalah seorang dalang. Isabella mengeser kursinya tertarik mendengar cerita simbok yang menggugah penasaran, siembok yang masih kecil tentunya belum tahu tentang politik pada saat ayahnya memerankan sosok buto itu sebagai Hindia Belanda yang ingin menguasai nusantara melihat peran yang bisa mengobarkan pemberontakan maka cecunguk mata-mata yang bekerja dengan hindia belanda melaporkan ke pihak belanda dan ayahnya harus ditangkap saat itu pula simbok tidak pernah bertemu dengan bapak yang memang bekerja menjadi seorang dalang, simbok juga bercerita kalau keluarganya tergolong bangsawan saat itu namun setelah bapaknya ditangkap oleh belanda rumah tangga mulai tidak setabil hingga ketika usia simbok tujuh belas tahun ada penawaran untuk bekerjaa di pulau sebrang pulau sumatra menurut informasi nanti perempuan perempuan muda yang bisa menulis bisa bekerja di perkebunan milik Hindia belanda yang bekerja sama dengan Negara-Negara Eropa seperti Belgia, Inggris Dan Amerika tentunya yang tak mau ketinggalan apalagi mengalah no brother .

Sejak itulah ia berangkat kesumatra termakan isu dengan membawa peralatan menulis dari buku hingga keris dan wayang milik ayahnya yang menjadi obat rindu si mbok, ibu siembok hanya bisa perpesan selalu dekat dengan tuhan. Begitu sedih hati siembok mengingat peristiwa kepergianyya ke sumatera demi nederlandcsh indie coin yang dipegang isabella, setibanya simbok di perkebunan mulanya siembok dipekerjakan di juru tulis hasil pemanenan kebun tapi pekerjaan itu diambil alih oleh kaum lelaki yang lebih tegas kepada buruh simbok terpaksa beralih propesi menjadi pekerja harian. namun, kejam dan pahitnya kehidupan membuat simbok hanyut dalam arus deras kehidupan siembok menjadi istri simpanan asisten bebangsa eropa sepengetahuannya selagi itu berkulit putih dan berambut pirang itu belanda tetapi lelaki itu adalah lelaki inggris yang menikahi siembok bertujuaan menyelamatkannya dari kebuasan harimau berhindung belang dan buaya darat.

Siembok juga cerita keris yang dibawanya adalah keris kebencian siembok kepada belanda yang memisahkannya dari ayah dan ibunya. Awal pernikahannya simbok ingin membunuh seorang lelaki kulit putih, dn pada malam pertama lelaki kulit putih itu tidak melakukan apa-apa justru pria inggris itu memerintahkan mbok ina untuk tidur dikamarnya sendiri karena pria inggris itu ingin tidur sendiri. Mbok ina lansung meninggalkan kamar situan menuju kamar pembantu. Tuhan telah menolongku saat itu non, soal itu saya tidak mau bercerita banyak non.

Sudah cukup rasanya cerita saya non, non isabella kan bertanya tentang wayang walah siembok jadi cerita panjang lebar..isabella tambah ingin tahu tentang siembok yang sel;ama ini diaggapnya hanya sebagai mbok-tua yang hanya bekerja dirumahnya. Tidak lebih.. isabella kemudian memberikan buku berbahasa indonesia kepada mbok ina untuk dibaca, diusianya yang sudah tua mbok ina tidak membutuhkan kaca mata,mbok ina langsung membaca dengan lancar. Kemudian isabella mengambil sebuah buku tebal yang dibawanya dari belanda dan menyodorkannya untuk dibaca mbok ina tanpa ragu membacanya dengan melapaskan arti sekaligus bukan lafas bacaan hal itu menunjukkan kalu simbok juga bisa bahasa belanda. Isabella hanya bisa tercengang kagum padahal buku yang ia sodorkan adalah buku sastra belanda. Mbok ina malah menceritakan kalau para kuli itu adalah kami..

mbok ina meninggalkan isabella dengan alasan masakannya nanti gosong, padahal mbok ina tidak ingin bercerita dengan berpanjang lebar tentang Belanda karena nona yang berada didepannya tidak lain adalah titisan seorang penjajah Nusantara, dendam yang belum terlaksanakan membuat mbok ina tidak ingin majikannya yang begitu baik memjadi pelampiasan dendam pembalasan. mbok ina langsung pergi meskipun ia berkata kalau ingin melihat masakan sebenarnya itu hanya alasan. mbok ina tidak ingin mengambil keris ayahnya dan teringat pesan ibunya gar ia selalu dekat dengan tuhan, mbok ina justru menuju kamr mandi untuk berwudu dan bermunajat kepada tuhan yang Maha Segalanya, Maha untuk mengubah segalanya karena dialah Allah tuhan sekalian alam semesta.

Isabella kembali menuliskan cerita siembok pada karya perdananya tentang sejarah datangnya orng jawa ke pulau sumatera. Kembali ia melihat foto-foto tentang perkampungan blankon yang penduduknya sangat takut dengan orang asing, isabella mulai mendekripsikan perkampungan yang berada di pedalaman kemudian menuliskan busana penduduk setempat yang selalu menggunakan blangkon , tempat tinggal yang berbahan bambu dan ilalang tak luput dari tulisannya.hingga ayam dan lembau ia tuliskan dengan detil..

Mbok..isabella memanggil siembok ingin bertanya tentang bahasa jawa yang diucapkan oleh suker. Simbok yang masih bermunjat harus menyelesaikan kewajibannya kepada tuhan, baru siembok datang dengan wajah yang lebih semringah ada apa toh non..mbok kan bisa bahasa belanda mulai sekarang kita bahasa belanda ya mbok ..simbok malah balik tanya nanti non isabella jadi rindu dengan ibunya maaf sebelumnya non isabella.. isabella terlihat bersedih mendengar ucapak siembok..ibu ucapnya lirih..mbok nanti kalau penelitianku sudah siap aku juga mau balik kok mbok lihat ibu..

o iya mok ini artinya apa sebuah catatan pendek berbahasa jawa..sopo seng nolak cah ayu koyok anae ibuk?..

siembok menjelaskan kalu kata kata itu menerangkan tentang seorang gadis cantik yang tidak mungkin di tolah. Sedangkan kata terakhirnya adalah penjelasan kalau gadis cantik itu adalah anaknya ibu itu..isabella jadi penasaran siapa gadis pujaan suker dan bertanya kepada siembok siembok juga menjelaskan kalau ibu tukang pecel itu mempunyai seorang gadis yang sedang menempuh pendidikannya di jawa, dan gadis itu teman suker waktu di sekolah. Isabella kemudian merumuskan kalu suker sudah punya pacar? Siembok menyela hal itu, setahu saya mas suker itu belum punya pacar ibunya yang sering ketemu dipasar sayuran sering bercerita klau suker belum pingin menikah justru suker pingin mengembangkan perkebunan karet seperti tuan siong.wah sosok pemuda kampung yangberfikir kedepan aku suka itu.. isabella tersenyum tanpa sebab..lhoh non ada apa? Ada yang salah dengan omongan saya non? Isabella geleng –geleng sambil mengucapkan terima kasih kepada mbok in yang bersedia datang menerjemahkan kata-kata suker.

۞         ۞           ۞

Keliling kaampung,

Huuuuuuurrrrrrr suaara motor suker yang memasuki gerbang kantor PT.pekebunan kelapa sawit, rambo julukan simotor diparkir disebelah kanan kantor ibu GM, suker masuk dengan rambut berminyak seperti anak muda belanda. Memakai baju baru dan celana yang lama, maklum baru bisa beli bajunya saja. Suker memberi selamat kepada ibu GM

selamat pagi ibu GM?

Apa kabarnya dipagi ini?

Sambil membawakan buah rambutan yang merah mberinag . isabella baru pertama melihat rambutan apa ini kok banyak bulunya ini buah atau obat suker?, Suker langsung mengambil satu buah rambutan mengupas kulitnya dan memasukkan buah rambutan yang lekang enaaaaakkkkk muaaaanis, dengan ekspresi mata dan wajah yang menggambarkan kenikmatan buah rambutan.

“ Pagi kok makan rambutan ker ?”

pak tukang kebersihan datang sambil membawa lap kaca dan mengambil buah rambutan kemudian ikut makan “ eemmmm muanis ngulo tenan?” Ah kalian ini mau ngerjain aku ya, sigadis belanda merasa tidak percaya dengan bukti-bukti kenimatan rambutan.

” yoo wezz pak gowo mule kono ibu isabella ora doyan!! “

Pak OB itu hanya diam dan mencoba menikmati satu buah berikutnya dan tak berhenti-berhentinya pak OB menikmati buah rambutan…hingga suker angkat bicara

“ ehhhmmmm katanya pagi-pagi makan rambutan?? “ pak OB hanya bisa menjawab “ kalau manis enak ya ngak apa tapi kalu kecut bisa buat sakit perut.

” Halla!!”

suker komentar. Isabella mencoba rambutan yang masih pentil dan kedua pria itu hanya diam dan ahhhh masam sabil memicingkan matanya kemudian melemparkannya ke suker betulkan kalian ngerjain saya.. bukan mbak mas OB takut , ini mbak coba yang merah “ ini bukan apel hijau ibu GM, kalau yang manis itu yang merah seperti ini monggo ibu”.pak ob mempersilahkan dan ternyata isabella tersenyum sambil berterima kasih kepada pak ob. Ya udah kita keliling kampung hari ini. Suker lansung mengemas tas isabella dan beberapa peralatan.

“ Keliling kampong dulu mas ” suker pamitan kepada mas OB

“ Jangan lupa pulang bawa rambutan lagi ”

“ Ya udah nanti saya bawaain sama pohon-pohonya sekalian buat mas mau? ”

“ Yooo janji yooo .nek ora tak laaaap Raimu karo iki ”

mas OB memegang lap kaca sambil mengancam canda, meskipun suker isisten ibu GM tapi tidak merasa dirina lebih muli dari mas OB karena menurutnya mas OB justru lebih mulia dengan bekerja menjadi OB daripada mencuri buah perkebunan yang sering dilakukan penduduk-penduduk diwilayah yang jauh dari pemantauan.

Keliling kampung dengan isabella adalah pekerjaan yang mengasyikkan, isabella mulai meledek suker,

” mau mampir di warung pecel mas? “ Dengan nada yang sedikit usil isabella menawarkan suker,

“ hemmmmm mulai ini ibu GM..”

“ kata kamu kemaren kalau mau menelitih kebudayaan jawa ya harus suka makanan jawa? saya mau meneliti siapa anak gadisnya ibu itu ”

” waduh tau dari mana kamu ibu isabella ?”

” secantik apa sih gadis itu? ” isabella terus melontarkan candanya suker hanya mesam mesem malu

“ bukan isabella itu bukan apa-apaku itu cuman teman saya waktu di SMA ?”..isabella mengulqng dengan perkataan suker waktu di warung pecel “ kamu ndak nolak cah ayu…hayooo gmn?” waduh kok tahu artinya nih ibu, ada yang ngak beres batin suker.

“ bukan itu artinya ibu isabella yang Ayu, cantik, dan manis itu artinya namanya ayu saja bukan ndak nolak cah ayu” suker mencoba berkilah.”

Isabella malah tertawa lebar waduh yang lagi jatuh cinta isabella terus meledek suker..akhirnya suker membelokkan setir ke kanan supaya isabella berhenti bertanya dan berpegangan. Waduh yang lagi malu, isabella malah tambah gelik…suker pun mengakui kalua kemarin itu iya ngak nolak cah ayu anak tukang pecel tapi itu hanya sekedar bercanda dan menghibur hati ibunya yang sudah lama ngak ketemu. Isabella hanya bisa tersenyum sambil memandang dengan pandangan meledek, waduh isabella kapan kita kerjanya kalau cuman tertawa seperti ini suker mencoba mengalihkan pembicaraan udah kan aku yang mau kerja… isabella menyela. Iya kita sekarang ke perkampungan, canda tawa mereka memisahkan kasta yang selama ini dianut oleh isabella, sekarang suker dan isabella seperti sesama pribumi yang memperjuangkan kesenian dan kebudayaan. Isabella kembali tertawa ia masih belum bisa menahan tawanya..suker berpura-pura tidak tahu dan memalingkan pembicaraan tentang kampung blangkon yang sudah dikunjunginya pada hari yang lewat.s

Mbekkk mbekkkk kumpulan kambing mengguasai jalan hingga mobil gip terhenti, suker turun dari mobil tanpa penutup itu dan menggiring kambing-kambing ke rerumputan disamping jalan seorang bocak kecil tidak memakai baju tapi pakai celana membawa pecut terbuat dari anyaman tumbuhan yang menjalar, memecut kambing bandot yang susah digiring suker “ ngene mas carane “ cepless ceples ceples, cambuk didaratkan ditubuh kambing bandot, dan berhasil sibandot langsung kabur.”waduuhhh kejdem tenan iki bocah,” si bocah cilik itu hanya meringis lalu ia meninggalkan sibocah,

Tumbuhan sengganen melambai-lambai, burung terocok menghampiri senganen dan menikmati buahnya,perkampungan pekebun karet dimana masyoritas penduduknya telah mempunyai tanah dan rumah sendiri namun masih bekerja sebagai buru penyadap karet di perkebunan tuan siong.

Siang itu mereka sampai diperkampungan dan pada hari itu pula salah satu warganya mempunya hajatan pernikahan putrinya, isabella mendatnagi perkumpulan itu para penduduk menyambutnya dan memberi minuman, kemudian isabella meminta izin untuk memoto kedua mempelai dan cepret sipenganten pria yang sedang bersanding dengan istrinya membusungkan dada seolah olah dilah gatot kaca, waduh over akting sekali nih mempelai, isabella kembali memotret janur kuning dan ibu-ibu dibelakang yang sibuk mengolah makanan sedangkan para bapak bapak bergotong royong mendirikan panggung wayang yang akan di laksanakan pada sore hari hingga malam, isabella menunggu pesta itu sambil berbincang bincang dengan tetua kampung, suker malah ikut samabatan mengaduk makanan di belakang, isabella banyak bertanya dengan budaya gotong royong.

Pak tetua kampung menjelaskan kalau budaya gotong royong adalah budaya indonesiaa jadi kalau tidak mau gotong royong ya berarti sudah lupa budayanya sendiri. Bapak tua menjelaskan , panjang cerita tentang keberadanmereka dikampung itu, pak tua menceritakn dulu masih saya dan beberapa warga yang tinggal disin dulu ini masih gagas yang hutan lah kalau bolehdibilang, tapi ngalhamdulilah sekarag sudah banyak penduduknya, ya mereka kebanyakan orang dari pondok perkebunan tuan siong yang mencoba untuk punya tanah sendiri dan menanam syuran buat makan, pak tua kembali membeberkan sejarah kampung mereka tak tersa pertunjukan wayang dimulai tapi isabella sedikit terkejutkarena yang tampil bukan wayang yang ditunjukkan oleh mbok ina melainkan wayang wong atau wayang orang yang berekting sebagai pemeran janoko dan arjuno. Isabella hanya bisamemotret pertunjukan itu, suker yang selesai bekerja besama pemuda seuisanya duduk menikmati ubi rebus dan teh hangat.

Matahari perlahan meninggalkan siang suasana sore kemudian berangsur angsur tiba, tanpa ada tanda tanda akan hujan tiba-tiba saja hujan mengguyur mobil gip tanpa kerudung yang ingin menuju pulang. isabella mengisyaratkan untuk berhenti, hari semankin gelap perkampungan telah jauh tertinggal, hujan mengguyur mereka dengan begitu derasnya, isabella mengambil mantel ditas rangselnya, suker meraih tangan isabella untuk berlindung dibawa pohon yang rindang, isabella membungkus kameranya dengan plastik dan suker mengambil penerang senter untuk memantau daerah sekitar. Hujan terus mengguyur mereka, suker kewalahan melindungi isabella dengan mantel, akhirnya suker berdiri dan melindungi isabella dari derasnya hujan, sedangkan suker harus basa kuyup meskipun pohon tempat mereka berteduh itu rindang tetapi derasnya hujan tetap saja mengguyur mereka,.

۞         ۞           ۞

walimah Ustadz Ihsan Dan Ustadzah Fridah

Malam yang bebahagia buat keluaga ustadz khair al-lihsan begitupula keluarga ustdzah faridah yang sudah resmi menjadi menantu kiyai, acara walimah dipesantern dimeriahkan oleh qasidah santri wati, dengan senandung yang membawa pendengar terhibur. Ayu menghadiri pernikahan ustadz ihsan dan ustdzah faridah. Citra sibuk melayani para tamu undangan yangdatang dari belbagai pondok pesantren, ayu segera membantu citra menghidangkan makanan dan minuman untuk para tamu undangan, keduanya menghibur diri dengan bercanda tawa, ayu mulai membicarakan. Tentang mas alamsyah panggilan terkhusus untuk kedua gadis sumatera itu. Kapa ya citra aku bisa berdampingan sama mas alamsyah? ayu berkhayal kemasa depan yang masih dijung masa,sambil membersihkan piring keramik berwarna putih, ayu terus bercerita tentang alamsyah.

Citra mulai nyelimbrung dengan ceritanya, “ ayu kalau mau bersanding dengan mas alamsyah harus ngalain aku makan roti ini “ citra menunjuk kue bolo satu piring yang terhidang, dihadapan mereka “ siapa takut ayu tanpa ragu menjawab” citra hanya tertawa

“ wahh memang sebesar bulan dan seindah bintang cintamu yu ke mas alamsyah , tapi tunggu dulu yu cintaku bahkan lebih besar dari bulan, cintaku itu segedek lima kali ukuran bulan dan seindah bintang –bintang yang ada diangkasa “

“ citra curang, ngak bisa gitu itu sudah jadi sentandar buatku, citra harus cari yang lain “

“ cintaku untuk ibuku segedek lima kali ukuran bulan dan cintaku kepada titk titik seindah bintang-bintang yang sedang berklap-klip diangkasa”

“ jadi siapa titik.. titik itu citra ?”

“ siapa lagi kalau bukan mas alamsyahku”

“Apaa citra tak getok kepalamu nanti”

“Waduh segitunya kamu ayu jangan marah nanti hilang cantiknya, tapi jujur Yu aku memang suka sama titik titik …waduhhh kok cemberut cah ayuuu”

Citra merangkul saudarinya yang sebel dicandai melulu oleh citra, “udah nanti kita bagi dua aja yaa mas alamsyahnya supaya adil..citra masih terus bercanda” ..”enak aja!!” ayu melepaskan rangkulan citra” alhamdulillah kamu ngak mau dibagi dua berarti mas titik titik buatku ya yuuu” “..ihhhh kamu citra, enak aja itu artinya kamu cuman dapet pisaunya aku yang dapet mas alamsyah”

“Waduuuhhh lagi seneng ini klihatannya” pak kiyai datang menghampiri kedua pelayan para undangan.. “ iya pak ustadz lagi gembir lihat ustadzah dengan ustadz ihsan” ayu menjawab komentar pak kiyai,

“ya udah terusin saya mau ke ruang dalam dulu”

Citra dan ayu saling memandang, kemudian ayu memberi tantangan kepada citra, siapa yang kedip duluan maka dia tidak berhak mendapatkan mas titik titik, oke citra tak mau menyerah seperti macan tutul yang mau saling menyerang, ayu langsung meniupkan udara ke mata citra, kemudian ayu mengangkat dua tangannya” horeeee aku menang” bapak-bapak didepanya lansung kaget. Dan menggelengkan kepala… udah ahhhhh bercandanya citra nyerah karenah kalah .waduh yang lagi nyerah.. ayu masih terus tertawa kecil , citra diam sambil memperbaiki kerudung yang tertiup ayu, tiupan angin topan hingga kerudung citra bergeser posisi…

“Oooohhh iya nih citra kapan kita pulang bareng ujian kan sekitar beberapa bulan gimna kalau kita pesen tiket dari sekarang “

“ ide bagus itu yu, dua minggu sebelum pulang kita keloket cari tiket, aku juga udah kangen sama ibu, bapak adik”

“ sama , aku juga kangen”

Walimatul ‘ursy berakhir pada pukul 22.30 para tamu undangan tidak ada lagi yang datang, ayu dan citra menegmas seluruh hidangan untuk diserahkan ke ibu-ibu tukang masak didapur.

Malam itu ayu tidur di pesantren al-ihsan, bersama citra.

Loket bus antar pulau, sudah didepan mata ayu citra menghampiri mang tukang jual tiket, tiket dipesan dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang berangkat pada musim liburan.

Setelah tiket dipesan ayu dan citra berangkat ke toko buku, citra mulai mencari al-quran buat adiknya dan ayu membelikan mas alamsyah buku sejarah kemerdekaan indonesia. Kedua gadis itu saling memberikan hadiah untuk orang-orang sepecial detik-detik kepulangan kesumatra untuk pertama kalinya menjadi hal yang sangat berarti untuk kedua gadis sumatera ini, dari oleh-oleh makanan, hingga buku mereka siapkan. Ayu yang baru saja diberi bibinya uang buat oleh-oleh lansung memborong, begitu pula citra yang baru menerima gaji bulanan dari pesantren membelikan oleh-oleh untuk keluarga juga tetangganya.

“Kamu ngak kasih oleh-oleh buat mas alasyah yuu?”

“ sudah ini buku buat simas supaya bisa baca diwaktu luangnya”

“Bagus itu ayu mas alamsyah mestinya mencicipi buku-buku seperti itu sebagai pengetahuan”

Hari-hari penuh penantian ayu dan citra yang ingin malam cepat berlalu, kedua gadis itu menginap di rumah bibi ayu yang dekat dengana terminal sehingga dipagi buta mereka lansung menuju ke terminal.

Pagi itu ayu dan citra,mudik kekampung halaman….

۞         ۞           ۞

Suker diprintahkan untuk menjemput citra oleh pak ahmad dan ayah ayu lansung menjemput anaknya diterminal kota, ayu lebih dahulu pulang sedangkan citra masihmenunggu jemputan. Tak tahu siapa yang akan menjemputnya, ayu pamit terlebih dahulu karena ayahnya sudah menjemput terlebih dahulu, diperjalanan ayu melihat suker sedang mengendarai motor menuju kekota, tapi ayu takut dengan ayahnya yang memang galak. Ayu hanya memandang suker hingga wujudnya tertelan oleh simpang yang berkelok..ayu hanya berbunga-bunga melihat pujaan hatinya yang semangkin gagah.

“Assalamu’alaikum citra ?”

“Wa’alaikum salam mas alamsyah?”

“ Iya suker alamsyah, “

“ mau ke kota mas?”

“ saya sengaja jemput kamu citra”

Citra terlihat merah pipinya, bibirnya tak kuasa untuk tersenyum bahagia, suker menjelaskan kalu dirinya diperintahkan pak ahmad untuk menjemput citra, barang diangkut di motor suker, citra dibonceng belakang.

“ gimana kuliahnya citra? sudah semester berapa?”

“ citra sudah masuk semester enam mas, satu tahun lagi insyaallah bisa wisuda”

“ waaahhh, bisa jadi asisten pertanian itu citra”

“ amin mas . ohh iya mas? kata ayu, mas sudah jadi asisten, apa bener?”

“ahhh itu ngak bener, orang ngak kuliah seperti mas,mana bisa jadi asisten perkebunan citra!, aku cuman jadi asi..asal kerja aja citra, jadi pembantu gitulah biar lebih mudah membahsakannya”

‘ ngak apa-pa mas yang penting berkah”

“ ooh iya, surat bapak sudah sampai citra,?”

“ emmmm … udah,, udah mas”

“Alhamdulillah kalu surat bapak sudah sampai, berarti kirimanya sudah nyampai”

Citra mulai ketar ketir mau jawab apa sama mas alamsyah.

“Udah nyampek..”

suker mengurangi kecepatan dan berhenti tepat dirumah citra, ayah, ibu dan adiknya telah menunggu , “ mamper dulu mas biar saya buatin minum ’

“ udah terima kasih, mas harus kerja nanti terlambat.”

Pak ahmad. Menahan motor suker supaya mau untuk sekedar minum, tetapi rasa riku dan takut mengganggu suasana kerinduan keluarga membuatnya harus menolak permintaan pak ahmah,

” suwon sanget bapak yyyooo leee”

“ iyo pak, permisi dulu pak ,buk ,citra, . Asalamualikum’’

Hati yang mulai tersisksa meracuni hingga pikiran, pekerjaan harii itu tidak begitu maksimal suker hanya berdiam diri tanpa banyak bicara, sedangkan isabella yang tidak mengerti permasalahan menganggap suker hanya kecapeaan, isabella terus mengajak suker berkeliling kebun melihat perkebunan yang sudah lama tidak di cek oleh isabella. Perkebunan yang hijau menghampar tidak bisa menghibur suker canda tawa isabella juga belum mampu mengobati rasa patah hati suker.

Begitu pula citra ketika pertama citra menginjakkan kakinya dikampung halaman, rasa kerinduannya mulai terobati. sedangkan rasa cintanya kepada pujaan hatinya, belum terjawab apalagi suker menanyakan tentang surat bapaknya dan tidak secara langsung juga menanyakan surat darinya, tetapi keheningan citra saat itu membuat kedua insan yang telah lama berpisha dipertemukan dengan suasana yang mengharukan dan mempengaruhi hati mereka, suker yang merasa suratnya tidak disambut dengan cinta, citra yang serba salah antara sahabat dan cinta..hari yang penuh rasa kekecewaan.

۞         ۞           ۞

Ayu yang baru datang disambut oleh ibu dan adiknya, tetangga terdekat ayu sibuk menyalami ayu danmengucapkan selamat,ayu bercengkrama melepas rindu pada hari pertamnya.ibunya memasak masakan kesukaan ayu, sup ayam kampung. Saat pagi tiba ayu berpamitan menuju rumah citra untuk datang ke sekolah dasar dan memberikan motivasi kepada nank didik pak ahmad.,dengan senang hati pak ahmad mempersilahkan ayu dan citra untuk memberikan motivasi kepada anak-anak desa..

Setelah perjalanan pulang ayu yang mengendarai sepeda motor ayahnya bersama citra dikejutkan oleh seorang pemuda yang mengendarai mobil gip bersama seorang wanita eropa. Ayu lansung ingin memastikan kalau itu mas alamsyah, sepeda motor ditancap citra berpegangan erat. …kemudian melintasi mobil gip.

“Mas alamsyah?” ayuu menyapa sambil mengendarai sepeda motor.

Suker berhenti dan isabella memperkenalkan diri

“saya isabella general meneger disini,”

“ saya ayu, ini teman saya citra, “

Suker mulai menjelaskan kalu mereka adalah gadis-gadis kampung lama yang melanjutkan studinya dijawa, wajah suker tidak mampu menatap citra sedangkan citra hanya tertunduk malu. isabella menyambut hangat perkenalan kedua gadis itu.’isabella juga menawarkan agar kedua gadis itu bisa berkunjung di kantor nantinya,

“ mas nanti malam aku main kerumah mas “

“ mongggoooo ayu dengan senag hati, mas dirumah nanti malam”

Citra hanya terdiam tak mampu mengucapkan kata-kata, suker yang masih belum mampu menatap wajah citra bergegas menaiki mobil dan berpamitan kalau ia mau kerja sehingga tidak bisa ngobrol lebih lama.

“ya allah mas alamsyah tambah gagah,dan bener-bener sukses”

Citra menyahuti dengan perkataan yang meluluhkan hati ayu” bagaimana kalau wanita bule itu pacar mas almsyah?”

Ayu terdiam dan melanjutkan perjalanan pulang, keduanya hening saling memikirkan apa yang sedang terjadi antara suker dan ibu isabella. Cinta dan benci menyelimuti hati para wanita yang mulai tergores hatinya, keheningan yang berlanjut hingga citra memasuki rumah..”

“ayu yuk   mampir dulu”

‘” terima kasih citra lain kali yaa”

Sesampainya dirumah ayu bertanya kepada ibunya, tentang mas alamsyah, mendengar cerita dari ibunya ayu merasa lega. Tetapi ayah ayu yang baru saja pulang dari kerja mandor diperkebunan karet tuan siong, mendengar cerita cinta anaknya langsung tidak menyetujui..

” bapak ngak akan setujutu kalau kamu, suka sama suker”

“Ya ngak apa-apa thoh pak” ibu ayu membela anak gadisnya yang sedang jatuh cinta

” sukerkan juga udah bekerja tho pak! Apalagi?

“ Pokoknya bapak tidak mau kalau kamu sama suker itu ”

“ tapi pak, mas alamsyahkan sudah kerja diperkebunan? ” ayu mulai meyakinkan bapaknya.

“ Bukan itu masalahnya ayu, suker itu tidak berpendidikan!! bukan anak kuliahan, dia cuman asisten bule itu, tidak ada wahnya”

“ maksud bapak wahhnya itu,, apaaa ?” ibu ayu bertanya-tanya..

“ ya iya kalau anak buruh saya, kemudian nikah sama anak saya dimana wahhnya?”

“ jadi bapak ngak suka sama mas alamsyah karena bapaknya buruh bapak?” Ayu mulai meneteskan airmata.

“Hah itu dia ayu, kamu harus sadar, kamu itu anak mandor, anak kuliahan makanya kamu harus cari calon yang sepadan dengan kamu?”

“Bapak ngak adil..” ayu menagis dan memasuki kamar, niatnya kerumah Mas Alamsyah hilang karena sikap bapaknya yang tidak menerima mas suker.

“ wahh..anak dikuliahkan buat pinter kok pulang mau sama bocah tidak berpendidikan” bapak ayu bergeleng geleng sambil merapikan topi mandornya.

Ibu ayu memasuki kamar ayu dan menjelaskan tentang sikap bapaknya dari pertama kali ayu mengirim surat ke alamsyah, “bapakmu langsung membakar surat kamu buat suker.” Tapi itulah bapakmu yu, bapakmu tidak ingin direndahkan dengan mendapatkan anak burunya sendiri.

“Sungguh nasib sianak buruh, anak yang selalu dinomer duabelaskan, kehadirannya tidak diinginkan, memang kami adalah anak buruh, tapi kami juga manusia kami bukan kerbau ternak yang hanya dimanfaatkan daging dan tenaganya”

Menyadap karet bersama bapak, suker berdiam diri dibawah pohon cempedak, mengingat masa-masa kecilnya ketika ia harus membantu bapak memungut getah karet dari ancak, hingga meniggalkan pelajaran bahasa indonesia, masa kecil yang membawa suker terlelap dibawah pohon cempedak. Hingga isabella membangunkannya, perlahan isabella membangunkan suker agar, melanjutkan ke afdiling 5 dekat sungai. Ditengah perjalanan kawanan kera riuh sambil menggoyang-goyangkan pohon suker merasa curiga dengan tingkah gerombolan kera, suker melihat suasana semak-semak belukar. Kawanan kera kemudian berhenti menggoyang pohon, tak berapa lama, seekor ular sawa melintas dihadapanaya suker langsung menjauh dan melempar ular sawa dengan kayu cabang. Ular sawa menyelinap di sela-sela kayu busuk kemudian menghilang.

Isabella memotret kawanan kera, yang bergelantungan.

“ ada apa suker?”

“ cuman ular sawa isabella? mari kita lanjutkan perjalanan ”

Perjalanan menuju afdiling 5 ditempuh selama tiga puluh menit, isabella menikmati perjalanan kemudian menyapa suker yang dari kemarin terlihat murung..

“ ada masalah suker? Coba berbagi mudah-mudahan masalh itu bisa terselesaikan “ isabella mulai mengjak suker untuk berinteraksi, yang selalu diam tak berucap.

” Ooh tidak ada, hanya mungkin saya kurang istirahat semalam saya bergadang sama pemuda di pos “

suker kembali fokus dengan perjalanan, isabella memahami suker yang ingin sendiri menyelesaikan masalah hatinya. Isabella mengubah topik pembicaraan dengan kisah ketika ia di belanda. Suker mulai tertarik dengan hal-hal seperti cerita isabella yang berbau pendidikan bukan masalah cinta. Isabella melanjutkan kisah bagaimana ia menghabiskan waktu di universitas ia menggali ilmu. Semua waktu ia dedikasikan untuk penelitihan diperpustakaan, hingga muncullah sebuah karya tulis tentang keberhasilan Hindia belanda menguasai perdagangan di Nusantara. Suker kemudian kembali bertanya kapan isabella kembali kebelanda? Isabella hanya bisa tersenyum.

Afdiling lima telah didepan mata, sawit yang masih muda di foto sebagai dokumentasi. Begitu pula, alam sungai yang ada disekitar tanaman sawit.

“ Saya mau mandi dulu isabella,agar lebih segar “ suker menuju sungai yang jernih, isabella asyik memotret pohon kelapa sawit yang masih berusia muda daunnya hijau subur.

Saat suker asyik berenang . isabella, diserang gerombolan tawon manyang yang bersarang dipelepah pohon sawit , isabella berlari meceburkan diri ke sungai karena panik . Sedangkan suker berada di ujung sungai. Mendengar suara

‘kecebuur “

suker lansung berenang menuju suara itu ternyata isabella yang menceburkan diri kesungai diserang gerombolan tawon manyang, meskipun bentuknya kecil tapi serangannya juga mengerikan. isabella meminta tolong terlalu berat baginya untuk berenang dengan sepatu dan pakaian jeans,. Suker lansung menyelam begitu dalam dan mengangkat tubuh isabella yang lemas.

Ya tuhan, isabella terlihat shok.suker menyopot sepatu isabella dan merapikan rambutnya yang terurai basah..isabella merasa ketakutan suker segera menenagkan isabella yang terlihat panik dan lemas.

Hingga isabella perlahan melepaskan gengamannya dan berterima kasih atas pertolongan suker. Isabella kagum dengan suker, saat-sat suker selalu melindungi isabella menimbulkan rasa cinta isabella, begitu pula sebaliknya suker mulai suka dengan perempuan eropa itu, meskipun rasa sukanya akibat cintanya kepada citra hening tak ada jawaban.

Suker mencoba menghangatkan suasana dengan api unggun kecil, kayu bakar yang berserakan dikumpulkan suker untuk menghangatkan tubuh yang basah kuyup, suker berlari di tepi-tepi sungai yang bersampah mengorek-ngoreknya dan memancing dilubang belut dengan tangannya, belut kecil terangkat,dari lubangnya. Belut kecil itu dipangangnya hingga isabella merasa aneh mengapa ular itu dimakan. Sukerpun menjelaskan kalau itu adalah belut yang enak untuk dimakan, isabella mencoba mencicipinya,dan ternyata isabella suka.

Penelitian harus dipending dengan eksiden yang menimpa isabella,

۞         ۞           ۞

WARUNG PECEL IBU AYU

Citra datang bersama ibunya untuk sekedar bersilaturahim ke keluaga ayu, kue bolu buatan citra dibawa kerumah ayu.. ayu dan ibunya menyambut kedatangan citra dan ibunya, ibu citra berbicang-bincang kepada ibu ayu, sedangkan ayu curhat kepada citra mengenai hubungannya dengan mas alamsyah. citra turut bersedih meskipun citra suka dan cinta dengan alamsyah tetapi untuk saat itu rasa sedihnya mendengar suker adalah anak tap berpendidikan citra bersedih, ayu mulai sadar kalau bapaknya memang tidak suka dengan suker untuk itu ayu terpaksa melepaskan cintanya. Bapaknya memberikan dua pilihan meneruskan kuliahnya atau meneruskan hubungannya dengan suker. Ayu memilih untuk tetap lanjut kuliah dan merelakan pujaan hati sejak SMA..citra hanya terdiam karena dirinya juga merasa kalau suker memang sudah tidak lagi suka dengannya.

“lhoo anak gadis kok sedih semuaaa?” Ibu citra memergoki kesedihan ayu dan citra,

“ yok citra kita kepasar ”

“ Ayu aku kepasar dulu lain kali aku kesini ? ”

Sesampai dipasar sayuran ibu citra membeli sayur bayam, dan ikan gabus. Citra memilah milih ubi jalar yang akan dibuat makanan, pasar sayur terletak dijalanan pengunjungnya dari berbagai desa, berkerumun mencadi satu..namanya pasar sayur.. dimana sayur adalah jualan yang dominan dijual dipasar itu.

Isabella dan suker melintasi pasar itu citra mencoba mengamati mereka dari kejauhan , isabella terlihat begitu nyaman disisi suker citra mulai cemburu. Citra mengalihkan pemandangan yang membakar hatinya itu dengan membeli umbi-umbian. Bayangan sukeer hilang dari pasar sayur. Seiring matahari meninggalkan siang, kembali diufuk barat.

۞         ۞           ۞

UNDANGAN SYUKURAN

Ba’da shalat ‘isya undangan makan-makan dirumah pak ahmad didatangi oleh jema’ah mushalla al-wustha begitu pula suker dan bapaknya turut menghadiri undangan makan-makan, hidangan makanan khas syukuran dari ingkung ayam bakar hingga jajanan, pisang juga tesedia bagi pengemar pisang. pak ahmad mulai mengutarakan niat syukurannya, karena citra sudah sampai dirumah dengan selamat juga prestasinya yang baik, tasyakuran diadakan sebagi rasa syukur atas nikmat yang diberikan allah kepada keluarganya, dan bapak-bapak sekalian moga-moga juga bisa mendoakan anaknya yang akan kembali ke jawa untuk melanjutkan studinya yang masih dalam proses, para jama’ah masjid mengaminkan kemudian pak ahmad membaca al-fatihah dan membacakan doa syukur nikmat.

” Monggo bapak-bapak kita makan bersama,”

sambil makan bapak-bapak berbagi cerita tentang lahan gambut yang terkenal sangat sulit untuk ditanami bagaimana tidak dimusim penghujan lahan akan tergenangi oleh air dan dimusim kemarau lahan sangat mudah untuk terbakar, makanya pemilik lahan gambut cukup pusing menghadapi dua tantangan itu. Ada seorang bapak bertopi kopiah putih yang bertanya tentang hal itu kepada pak ahmad, pak ahmad belum menemukan solusinya, kemudian pak kopiah putih itu menyakannya ke suker, suker juga masih belum menemukan solusinya sambil bercanda suker menyarankan untuk menanami lahan gambut dengan pohon ubi suker memaparkan,

“ wah ngak balen mas sama tenaga membersihkannya”,

pak ahmad memanggil anknya yang memang mengerti tentang pertanian, citra datang menemui bapaknya dan menceritakan permasalahan para pembuka lahan baru, citra memberi solusi agar lahan tersebut ditanami dengan pohon sawit karena sawit mampu menyerap banyak air, namun untuk kebakaran tentunya hal tersebut faktor kelalaian manusia bukan faktor alam. Tapi bisa juga ditanami oleh tumbuhan yang cepat dipanen seperti semangka atau sayuran sehingga bila musim banjir penanaman dapat dihentikan, citra juga menjelaskan agar bapak-bapak selalu memperhatikan musim tanam agar tidak terperangkap pada kerugian yang disebabkan banjir.

“Wah perlu diuji coba itu ndok, kok pinter tenan”

pak kopiah putih mendapat pencerahan.kemudian bapak baju petak-petak disampingnya berkomentar pula

” itu mas bedanya orang sekolah sama kita kita”

“ bener itu mas “

lelaki disampingnya menambahkan. Bapak-bapak silih berganti berpamitan karena besok mau kerja, begitu pula bapak suker undur diri, ketika suker ingin beranjak dari tempat duduknya pak ahmad memanggilnya untuk suatu pekerjaan sepertinya,

“ Waduh kok buru-buru anak mudaaa”…pak suker memegang bahu suker sambil memijitnya.

Inti dari pembicaraan pak ahmad adalah kesediaanya untuk mengantar anaknya kekota besok pagi. Suker bersedia. Baru pak ahmad memanggil citra untuk sekedar bercerita bertatap muka, mungkin ada yang perlu diselesaikan pak ahmad menduga ada hal penting, tapi suker hanya tertawa dan undur diri.citra kemudian mengantar mas pujaan hatinya hingga depan rumah

“ Saya pamit dulu citra..salamu’alaikum “

“ wa’alikum salam kang mas”

Suker tetep dingin meskipun dipanggil dengan kang mas ia terus berjalan melintasi malam yang kelam tanpa cahaya lampu hanya cahaya bulan yang menemani kesendiriannya, berjaln tanpa berharap banyak hanya berserah diri, semoga mendapatkan apa yang ia cita-citakan setelah bertemu dengan isabella.

۞         ۞           ۞

Pagi-pagi buta suker telah sampai dirumah pak ahmad dengan sirambo yang siap kapan dan dimanapun, citra terlihat habis meneteskan air mata.begitu pula raut wajah ibunya yang terlihat bersedih namun, demi pendidikan anaknya dan masa depan anaknya kedua orang tuanya melepas anaknya dengan harapan ilmu yang dipat bisa berguna bagi dirinya dan masyarakat. Citra mencium tangan bapak dan ibunya dan memeluk adik bungsungnya” rajin belajar ya dek” tas diankut suker ke motor

“ pak ibu citra berangkat assalamu’alaikum “

“ wa’alaikum salam nduk, jangan lupa ibadahnya”

“Iya buk”

Suker membonceng citra meninggalkan rumah kayu, melintasi kebun karet yang terhampar luas kemudian disambut dengan perkebunan kelapa sawit tempat suker bekerja, rambo terus melaju tak peduli dengan cinta mereka, suker tak banyak bicara, citra memulai pembicaraan yang dianggapnya mampu mengubah suasana menjadi lebih bersahabat.

“ Mas memang nagk kerja hari ini?”

“Kerja citra, nanti sekitar jam sepuluh”

“Oooo jadi ngerepotin saya ya mas”

“ Enggak apa-apa kan cuman sekali seumur hidup”

DeeekGGGgg

hati citra berdetak, berati mas alamsyah memang tidak suka denganku mestinya mas alamsyah jawab mudah-mudahan bisa mebonceng kamu terus, kalau memang mas suka sama aku!!, suker masih terus berdiam diri tidak ingin melanjutkan apa yang telah terjadi, padahal citra sudah ngebet ingin ditanya langsung oleh suker tapi suker justru kurang faham dengan perempuan seperti citra. Diterminal kota, bus besar telah bersia-siap untuk berangkat..citra membuka bingkisan untuk suker,   “ mas ini dari ayu dan ini dari citra dibaca ya mas “

Citra meninggalkan suker dengan hati yang masih terus bertanya-tanya, sedangkan ayu dengan sangat terpaksa tidak menemui suker hanya melambaikan tangganya dari jendela kaca, melihat ayu melambaikan tangan kepada suker bapaknya yang ikut mengantarkannya matanya melotot sambil mengucapkan kata-kata yang tidak mengenakkan untuk didengar suker, tapi suker hanya bisa menerima kenyataan karena apa yang dikatakan adalah realita dari dirinya “ anak buruh tidak berpendidikan’”. Niatnya untuk melanjutkan studi begitu membara dan diperjalananya kata-kata itu seolah-olah memberi semangat suker untuk belajar tentang sejarah.

۞         ۞           ۞

Tepat pukul sepuluh suker sudah berada dikantor dan isabella telah menuggu sekitar dua jam, suker mohan maaf atas keterlambatanya, isabella hanya terdiam tidak menanggapinya menurutnya keterlambatan hari itu disebabkan oleh gadis-gadis kuliahan sedangkan karir bagi isabella adalah hal yang diutamakan, namun dibalik itu isabella cemburu karena suker lebih memilih untuk mengantar citra dari pada liburan bersama isabella di air mancur.

Suker mulai mengeluarkan jurus-jurus penakluk orang yang sedang ngambek, satu jurus dia keluarkan.

“ nenek keriput pakai batik, wajah cemberut kok mangkin cantik”

isabella langsung menyelah “enak saja saya disamain dengan nenek-nenek”

oke nih yang kedua dengerin jangan cemberut,

” buah palem dimakan manis! wajah tesenyum oh mangkin manis “ isabella hanya tertwa   ” coba kalau buah plem dimakan kecut” suker lansung nyambung “ buah palem dimakan kecut wajah tersenyum oh mangkin iiimutttttt”   “udahh kerja lagi”   isabella terhibur hatinya

“Baik ibu isabella “, suker lansung menagmbil tumpukan tulisan isabella selama dua jam tentang wayang kulit dan wayang orang, kemudian isabella menulis tentang jarang kepang begitu masyarakat sekitar melafaskan. Kata demi kata ia himpun menjadi bank tulisan,suker sibuk menjilid setiap judul yang ditulis oleh isabella, disela-sela kerja isabella menawarkan pekerjaan baru, untuk suker. Suker tetap fokus dan menaggapi tentang penulisan tokoh-tokoh pejuang Nusantara yang dulu ditulis oleh isabella sebagai pemberontak. Suker menyambut niat baik itu untuk ditulis dengan objektif, suker juga menyarankan agar isabella mencari nara sumber yang memang mengerti tentang sejarah para pejuang itu.

“ Bagaimana kita menelusuri para pejuang itu?, “

“ Untuk pejuang seperti tenku umar cut nyak dien kita bisa ke aceh atau tuanku imam bonjol di sumatra barat,”

“ Kita selesaikan dulu tulisan tentang budaya jawa baru kita ke aceh atau ke sumatera barat ” Seperti dikejar date line, satu hari penuh mereka mengolah data yang dikumpulkan oleh isabella dan suker di berbagai kampung sekitar perkebunan. Dari foto wayang orang hingga poto pengantin yang belagak gatot kaca.

Isabella mulai jenuh dan meninggalkan ruang kerjanya perutnya yang lapar, melangkahkan kakinya untuk mencari makanan. Isabella kelaur kantor kemudian menghampiri bingkisan yang ada di motor suker bungkusan yang rapi sepertinya makanan. Isabella membawanya ke dalaam ruang kantor, suker boleh kita nikmati kue ini? Itu bukan kue isabella itu buku. Isabella memastikan isi bingkisan itu dan ternyata benar buku sejarah dan satu kitab yang tidak pernah disentuh olehnya. Yang ini apa suker?

“ooppp ..itu al-quran ibu isabella, tolong berikan ibu.”

“Alkuran apa itu?”

“Alquran itu kitab suci umat islam wahyu allah yang disampaikan kepada nabi muhammad melalui malaikat jibril..ibu isabella”

“Ooh saya tahu ini seperti bibel” isabella memberikanya kepada suker. Maaf suker saya suda buka bingkisan kamu. Ngak apa-apa isabella, sambil merapikan tulisan isabella dan menjilidnya. Ceklek!! Ceklek!!

Diwaktu yang tepat pak OB datang dengan membawa sate, yang dibungkus didaun pisang aromanya yang membangkitkan selera mengalihkan penciuman kearah pak OB,

“ mas suker!! leren dulu kita makan-makan mumpung ngak keluar,!!?”

Sate yang dibungkus daun pisang diletakkan diatas meja, dengan mengiris lontong petak-petak kemudian dihidangkan ditiga porsi piring, “ wah pas mantap sekali mas rasanya”

Isabella mencoba tusukan yang pertama ternyata komentarnya tidak jauh beda dengan suker rasa kenikmatan sate kambing itu tetap dirasakan isabella yang sedang lapar, daging kambing yang disate mas OB memang luar biasa enaknya, lontongnya yang tidak terlalu lembek dan tidak terlalu keras pas sekali kombinasinya, isabella menikmati tusukan demi tusukan hingga tak tersisa kecuali tusuk bambu yang terkumpul rapi diatas piring keramik putih. Sedangkan suker hanya menikmati beberapa tusuk sate, saat suker menikmati dua tusuk terakhir isabella dengan cepat menyambar tusukan terakhirnya dan

“ammmm”

tusukan terakhir disantap isabella sambil tersenyum, kemudian suker bergurau

“ yang terakhir makan cuci piring ..haya siapa yang terakhir”

terlihat pak OB sudah minum air putih dan isabella masih memegang tusuk sate, “ wah berarti siapa lagi kalau bukan isabella yang nyuci piring? Suker menambahkan bumbu-bumbu candanya” isabella hanya mesam-mesem

“ iya saya yang bersiin piring”

“ waduhhhhh ngak usah ibu GM ini sudah tugas saya disini” pak ob langsung membereskan piring bekas tempat sate selaku OB melihat tugasnya dikerjakan oleh orang lain apalagi ibu GM tentu membuat pak OB bergegas mencucinya, untuk merapikan tulisan yang telah dijilid.

Suker kembali merapikan tulisan yang telah dijilid dan menempatkannya dirak khusus, isabella mendatangi suker sambil membantu suker merapikan jilidan-jilidan karyanya, “ aduh jadi ngak enak inikan tugas saya isabellaaa” Isabella meraih kedua tangan suker kemudian berucap “ kamu bukan karyawan saya kamu adalah sahabat saya yang terbaik” suker tambah salah tingkah, dengan bahasa tubuh yang tidak mempercayai kalau isabella sudah menggapnya seperti apa yang ia katakan, isabella meletakkan kedua tangan suker di bahunya dan berucap coba tatap saya dan buktikan kalau memang ada kedustaan dari mata ini.

“ Aduhh jangan isabella ”

suker melanjutkan pekerjaannya, isabella hanya bisa mengatakan lima puluh persen isi hatinya, begitu pula suker yang selalu menyembunyikan isi hatinya terkhusus bagi isabella.

Seperti perahu yang mengantarkan seorang putri menyebrangi sungai kemudian meninggalkan perahu tak berharga, suker hanya takut karena dirinya bukanlah seorang bangsawan atau orang gedean, jika orang pribumi sendiri saja sudah menolaknya tentunya orang yang berkasta tinggi juga tidak jauh berbeda. Aku seperti sampan pecah yang hanya menjadi loncatan setiap manusia yang ingin melintasi sungai, kemudian meninggalkanku.

“ Mari suker ikut saya “

suker mengikuti isabella dan mengajaknya untuk pergi kerumah isabella untuk membawa buku-buku sebagai referensi penulisan para pejuang pra- kemerdekaan.

۞         ۞           ۞

NINJA[9] DIKEBUN

Malam tak seperti biasanya angin yang bertiup kencang diikuti dengan petir yang menyambar pohon kelapa hingga terbakar,hujan terus mengguyur perkampungan dan perkebunan, ternak yang masih berada di perkebunan berlindung dirindangnya kelapa sawit.hujan akhirnya reda namun rinti-rintiknya masih terus membasahi bumi, para satpam keasyikan tidur disetiap pos ronda, para petugas jaga malam enggan untuk sekedar melirik areal perkebunan, suasana perkebunan yang lepas kontrol dari petugas jaga malam hanya seorang centeng[10] perkebunan masih berkeliaran mengawasi perkebunan, centeng yang sudah tua itu memang sangat paham dengan kondisi hujan rintik-rintik, menurutnya hujan kala itu adalah hujan maleng, mbah tua itu mengontrol perkebunan dengan mendayung sepedanya sambil membawa senter dan rokok tembakau yang sudah dilinting didalam plastik kresek putih. Divisi demi divisi ia terus menempuhnya hingga saat ia berada di batas desa gerakan dan suara mencurigakan terdengar olehnya, suara sekk seeekk sek… buk. Jok siiit sek buk..perlahan ia berhenti sambil berjalan mengarah suara buah yang jatuh dari pohon kelapa sawit.

Siembah tiba-tiba berteriah keres, “ Kampret cari makan malam-malam ” gerombolan ninja itu langsung mengelilingi siembah tua berbaju hitam kaus dalam putih. “Mbah kalau mau hidup lebih baik mbak pulang tidur yang pules” siembah hanya bergerak menunjukkan kuda-kuda silatnya, “ sampeyan masih muda sudah suka Ninja “ gerombolan ninja-ninja itu mulai menyerang siembah dengan serangan dadakan siembah sempat kewalahan. Tapi siembah yang memang kerjanya berkelahi satu persatu ninja terkapar. Tinggal satu ninja kecil yang ikut-ikutan mencuri diperkebunan, “ ampun mbahhh..ampun mbahhh “ sambil merengek dan menagis takut dikabarkan kepada orang tuanya. “Lhoo bocah pentil sudah berani jadi ninja mau jadi apa kamu “ gerombolan ninja terkapar juga meminta ampun. Siembah menghampiri sininja kecil dan langsung mencewer telinganya sampai muter-muter sininja kecil..

“ Mbah ampon mbah sakit mabah”

“mau saya jewer apa saya laporkan kebapak kamu hah bocah pentil !!”

Sininja kecil tetep memilih kedua, sininja kecil juga sadar kalau sampai dilaporkan kepada orang tua bahkan lebih berat hukumannay,, siembah kemudian memanggil ketua dan menasehati jangan berbuat seperti yang barusan mereka lakukan.siembah juga bertanya sudah berapa buah yang mereka ambil, jawab siketua baru tiga buah. Siembah memberikan kesempatan untuk ninja-ninja amatiran itu untuk pulang lalu tidur yang nyenyak, bukannya siembah yang kamu suruh, heh bocahh!!

Saat siembah berjalan bersama ninja-ninja amatir untuk pulang sebenarnya sininja amatir satu kampung dengan siembah makanya siembah mengajak pulang bareng sambil jadi kawan cerita,namun dalam jarak sepuluh meter. Kelompotan pembunuh bayaran kembali muncul untuk mendekati perkampungan, perkampungan tempat siembah tinggal kampung lama. Kelompotan pembunuh bayaran menuju rumah suker para ninja amatir dan siembah yang rumahnya berdekatan dengan suker terus memantau pergerakan dari kejauhan.

Ninja-ninja amatir yang sudah sadar akan nasehat siembah ikut mengintai kelopok pembunuh bayaran. Lima pria bertopeng mulai mengetuk pintu rumah suker, suker yang memang belum tidur membuka pintu rumahnya tanpa rasa curinga setelah suker keluar tidak didapati seorangpun rumah suker yang hanya diterangi oleh lampu teplok, menghasilkan bayang bayang mencurgakan dan ternyata benar. Lima pria bertopeng langsung menyergap suker kemudian membawanya dibelakang rumah. Siembah dan para ninja amatir langsung menuju belakang rumah dan sininja kecil membangunkan bapak suker ketua ninja amatir menghubungi bambang temen suker yang ronda dipos kamlink bersama pemuda desa.

Siembah datang dengan melompat empat meter kedepan..

“ Hey kampriiettt..lepasin suker !!”

Gerobolan pria bertopeng melingkari siembah dan sibruang hitam masih menyekap suker, siembah diserang kawanan gerombolan pria bertopeng..pakk ..pukk waduhh ..pak pak puk..waduh, perkelahian sengit terjadi ninja-ninja amatir mulai menolong siembah yang tertendang punggungya kemudian tersungkur. Secara bergerombol ninja amatir menyerang gerombolan pria bertopeng, siembah bangkit dan menolong suker dari sibruang hitam. Bruang hitam mengeluarkan keris dari belakang bajunya..perkelahian tak terelakkan suker membantu ninja-ninja amaatir yang kewalahan,,, bapak suker datang dengan bambang dan pemuda desa yang lagi ronda. Sekali serang pria bertopeng langsung terkapar.. tinggal sibruang hitam siembah menyemburkan tembkau pait kemuka sibruang hitam dan saat bruang hitam mengucek mata satu tendangan melesit kedagu sibruang hitam, sibruang terpental dan jatuh mencoba bangkit namun para pemuda sudah memegang kepala sibruang hitam ingin dipatahkan…

”   ammmpuuun ammmpunn ”

Melihat gerombolan pria bertopeng tidak berkutik, para pemuda membawa kepos kamling dan memukul kentongan tanda kampung sedang genting. Siembah yang sudah lelah pulang tidur nyenyak tidak mengikuti proses eksekusi lima pria bertopeng.

Warga yang sedang nyenyak tidur langsung keluar rumah dan berkumpul di poskamling, tanpa ragu-ragu suker membuka topeng sibruang hitam.. suker terkejut setelah melihat wajah pak hadi asissten perkebunan. Lailahaillalah para buruh karyawan juga tercengang melihat wajah pak hadi. Suker langsung naik darah dan menggakat broti petak tetapi pak ahmadd yang datang melihat kejadian itu lansung mencegah suker “ sabar sabar sabar leee.. ojooo ojoo sabar” suker masih pitam tapi karena pak ahmad yang memintanya agar tidak memukul sibruang hitam suker terdiam. Bambang mulai melucuti satu persatu penutu wajah sipembunuh bayaran bambang juga terkejut, ternyat teman SMAnya, alex,tigor,anto dan hendro.

“Jadi kalian yang selama ini nyelakain suker?”

Alex selaku bos diSMA mewakili tiga sahabatnya” maaf mbang kami dibayar sama pak hadi, setelah kami dipecat karena mencuri pupuk digudang kami di bayar pak hadi untuk menyerang tuan ruben juga suker mbang!!”

“ Maafkan kami mbang suker” tigor mulai ngoceh ..

Alex juga mengaku kalau dalang pencuriaan pupuk digudang adalah pak hadi.

“Udah kalian memang harus dibawa ke polisi”

suker mengancam pria bertopeng itu. Hingga larut pagi eksekusi terus dilakukan. Namun sebahagian warga kembali kerumah untuk tidur ninja-ninja amatir juga menyelinap dikrumpulan warga yang pulang kerumah. Tetapi para anak muda kampung meliburkan diri untuk kerja karena mereka juga resah dengan adanya pembunuh bayaran.. hingga azan subuh lima pria itu masih terikat di batang pohon kelapa..dengan keadaan lemah tak berdaya.

Setelah pagi mulai terang anak muda kembali mengintrogasi, Mr Rubeen dan isabella juga mendatangi melihat pak hadi.. mr ruben hanya geleng kepala..begitu pula isabella yang merasa tidak percaya.

Wiyu wiyu wiyu petugas keamanan perkebunan milik mr ruben datang dengan mobil pengangkut para pelaku kriminal..

Suker, bambang dan para pemuda hanya bisa ikhlas petugas membawanya ..

Wiyu..wiyu wiyu lima prian itu terduduk lemas tanpa ada perlawanan.

۞         ۞           ۞

CINTA QUEEN WILHELMINA

Bintang berkedip dan bulan tersenyum malam yang indah dengan bintang-bintang yang asyik berkerlap-kerlip dan bercanda, bulan yang selalu tersenyum menerangi malam yang biasanya murung, malam ini terasa dingin. angin yang bertiup kearahku berlahan –lahan menerbangkan tulisan-tulisan puisiku. Secangkir susu hangat yang masih mengepulkan asap setia menemaniku, tangan ini ingin selalu menuliskan keindahan malam kali ini, sedangkan hati ini selalu ingin menuliskan sosok yang menarik hati ini, seperti seorang pahlawan yang selalu menolongku. Saat aku termenung dialah penghiburku, saat aku bekerja dia selalu membantuku, saat aku terdiam dia selalu membuatku tersenyum, saat aku takut dia selalu menjagaku, saat aku menulis dia slelau ada disampingku. Dia penakhluk hati, hati yang selau berharap dan menginginkan kehadirannya, namun malam ini sosok itu tidak bersamaku. Aku ingin melanjutkan alur cinta ratu wilhelmina, aku ingin mengabadikan cinta wilhelmina dalam sejarah.

Sumatera, indonesia. Malam yang berbintang

Isabella

Susu yang mulai dingin diteguk, pena diletakkan diatas meja lembaran-lembaran puisi dikemas, tulisan dimalam itu diselipkan dalam buku harian isabella, malam itu isabella bercerita dengan bintang, bulan dan secangkir susu. Dan ia merasa lega dengan menggoreskan sosok penakhluk hati dalam lembaran kertas putih. Dan berharap anggin yang menghamburkan tulisannya menyampaikan kepada makhluk penakhluk hati, baik itu dalam mimpi atau dengan bisikan hati.kemudian membalasnya dengan senyuman bulan dan kerlipan bintang.hanya itu harapan isabella berharap panakhluk hati menerima cintanya dan melanjutkan cinta ratu wilhelmina hingga sejarah mencatatnya sebagai sebuah kesucian cinta.

Malam terus larut isabella menutup malamnya dengan indah.

۞         ۞           ۞

Citra yang baru menginjakkan kakinya dipesantren al-ihsan disambut dengan riang dan tawa santri-santri wati yang sudah lama menanti kehadiran ustadzah citra. Dari tarikan hingga pelukan menghujaninya bertubi-tubi, citra hanya bisa tersenyum dan tertawa bahkan hingga akhirnya citra meneteskan air mata kebahagian yang hadir begitu saja menghampirinya, ustadzah faridah dan ustadz ihsan hanya bisa tersenyum melihat kerinduan anak-anak kepadaanya. Citra melanjutkan mengemas barang ditemani anak-anak menuju kamar yang sudah dibersihkan yang mengejutkan citra. Asrama yang menanti kedatangan citra terlihat rapi tak satupun sampah disekitarnya, citra beristirahat sambil melanjutkan khayalannya dimobil yang sejenak tertunda, hingga menghantarkannya kesebuah mimpi disebuah tempat yang tak pernah didatangi olehnya. Seorang gadis asing menghampirinya kemudian memberinya sepucuk surat akan isi hatinya yang tak terbendung kepada penakhluk hati, kemudian citra tersentak bagun, dan melaksanakan shalat malam.

Pesantren al-ihsan yang terlihat sepi anak-anak terlihat tertidur pulas, tak ada yang minta ditemani untuk pipis malam itu semunya tidur dengan nyenyak mungkin kecapeaan karena merreka bergotong-royong membersihkan sekitar asrama dan kamar ustadzah citra.citra mencoba memeriksa anak-anak dan membetulkan selimut yang tidak sempurna, kemudian mengunci kamar dan keluar sekedar melihat suasana malam. Ditatapnya langit terlihat terang dengan taburan bintang, burung hantu tiba-tiba hinggap dipohon mannga besar dibelakang kamar kecil mencari mansa. Citra menuju kamar dan membolak balik mata kuliah esok hari. Mata kuliah yang sepertinya akan dibahas disemester enam.

Lembaran-lembaran dibacanya dibolak balik, sesekali ia menulis hal penting dari isi buku itu hingga suasana fajar mulai kembali, suara ayam jantan yang berkokok dan disambut oleh suara ayam jantan yang lainnya, sahut menyahut hingga citra membangunkan anak-anak untuk berwudhu dan menuju masjid. Anak-anak yang kecapeaan lumayan sulit untuk dibangunkan ada yang sudah duduk ditepikasurnya kemudian balik tidur, ada juga yang masih tetap tidur meskipun teman-temannya sudah mengajaknya untuk berwudu. Citra menghampiri sianak dan mencoba membangunkan sianak yang tadi ngak mau bangun mendengan suara ustdazh citra ia bangkit perlahan sambil mengucek-ngucek mata, kemudian menyusul teman-temannya berwudu, azan subuh berkumandang. Kemudian shalat subuh diimami oleh ustadz ihsan.

Aku adalah manusia yang beruntung disaat sahabatku harus bekerja menjadi buruh dan kerja harian namun allah memberikanku kesempatan untuk kerja diperkebunan Mr.rubben. bapakku juga sudah mampu mengolah tanah yang ditanami sayur mayur dan lima ratus pohon karet.malam itu suker berfikir sendirian dikamar ukuran tiga kali tiga, ia duduk diatas meja tempat masa SMA mengerjakan tugas-tugas sekolah baik itu puisi ataupun matematika yang memang sulit baginya.

Kini ia kembali untuk menuliskan sebuah cerita lucu untuk rekan kerjanya isabella. Suker mulai menulis sebuah cerita seorang hakim dengan sang pemburu, hakim yang memang terkenal hakim yang cerdas dan berpengetahuan yang sangat luas seluas jidatnya yang terlampar seperti pantai yang tak berombak. Hingga tulisannya harus terhenti bisikan hati menganjurkannya untuk menulis puisi tulisan cerita lucu ia singkirkan dan mencoba menulis puisi tetapi penah yang tetap berhenti diatas kertas itu tidak mampu untuk menuliskan isi hatinya yang memang belum meyakini akan cinta sejatinya. Ia hanya meyakini kalau rasa suka yang timbul bukanlah dari rasa cinta namun pelampiasan cinta yang terabaikan, jika seorang pemburu membidikkan anak panahnya ke arah seekor kijang dan panah itu meleset sedangkan kijang berlari maka anak panah selanjutnya akan berburu kijang yang ia dapati. Sungguh hati suker tak bisa menuliskan puisinya meskipun bisikan ke hati terus menggodanya untuk menuliskan sebaris puisi cinta.namun hati yang mudah untuk berbolak-balik akhirnya berpaling untuk menuliskan puisi-puisi indah

Penah terus menuliskan isi hati, kertas putih mulai terbarisi oleh tulisan-tulisan cinta. suker harus menutup tulisannya dengan kalimat kekangumannya akan isabella.

“Aku seperti unta yang hina namun ratu eropa menyambut tali tunggangan dan menunggangiku berkeliling padang pasir. Tidak seperti dayang-dayang yang jijik melihatku bahkan melempariku dengan rasa kehinaan yang ada pada raut wajah mereka..engkau ratu eropa yang tak mungkin datang sekali lagi kenegeri berpasir ini”

malam yang menyatukan tiga manusia untuk menulis dan berfikir. cinta seperti anughar yang mampu menyatukan minyak dan air, menyatukan bara dan salju. Seolah olah tidak mungkin terjadi. Tetapi, cinta selau seperti anughrah. yang mendatangi siapa yang ingin menghargai cinta, maka cinta datang sebagai anugrah dan jika seorang ingin mengkhiyanati cinta. cinta akan datang untuk membuatnya selau bersedih. Karena cinta adalah anugrah terbesar yang diberkan kepada manusia.

۞         ۞           ۞

 

WAYANG KULIT DAN ISABELLA

Wayang kulit yang biasa dimainkan pak tukang wayang atau juga “dalang” dipanggil oleh para penggemar kesenian wayang tersebut. pentas wayang ternyata mengundang isabella untuk mempelajari apa itu wayang kulit. Suker yang selalu menemani Isabellla baik itu dalam kontrak kerjanya atau hanya sekedar mengikuti keinginan Isabella seperti saat itu, keberadaan Suker disamping Isabella tentunya membawa kemudahan untuk selalu mempelajari budaya Nusantara. Hanya satu budaya nusantara yang Isabella pelajari, kemudian Ia tuangkan dalam bentuk tulisan yang nantinya akan dipresentasikan di Belanda. Moment yang sangat indah bagi Isabella bisa menelusuri berbagai seni kebudayaan jawa dan selalu ditemani oleh sang penakhluk hati gadis Eropa itu. Isabella mulai melihat wayang kulit yang telah usai dimaikan oleh pak dalang. Wayang yang ditancapkan dibatang pisang Isabella mencoba untuk menggambarnya karena gambarannya kurang bagus maka Suker yang memang mempunyai bakat untuk sekedar menggambar tanpa diminta oleh Isabella dua gambar Ia sodorkan kepada Isabella. Setelah Isabella puas memegang dan membolak balik wayang kulit, aksinya mulai konyol dengan memerankan dirinya sebagai dalang meskipun sebenarnya Isabella hanya ingin menelusuri hati Suker.

Sosok perempuan diangkat oleh Isabella dan memerankan kalau perempuan itu adalah seorang ratu eropa yang datang dari jauh,untuk berwisata kesebuah pulau impian dimana segala keinginan dapat terpenuhi dipulau itu. Ratu eropa itu dimainkan isabella sebagai seorang ratu yang menyamarkan dirinya menjadi seorang penjual makanan dipinggir jalan. Dan sosok lelaki didatangkan isabella, lelaki itu adalah sosok pria yang gagah yang tidak memiliki kegentaran untuk membela kebenaran, saat seorang penjual makanan dipinggir jalan dirampas hartanya oleh seorang pria jahat yang dikisahkan isabella sebagai penjahat sakti yang selalu diburu pasukan kerajaan, kemudian terjadi perkelahian antara pria gagah perkasa dengan penjahat sakti, dan ternyata sipenjahat mengakui kehebatan sipria gagah perkasa yang mampu mengalahkannya dengan ilmu kebaikannya, hingga penjahat sakti memberikan harta rampasan kepada sipria gagah,, isabella mulai mendatangkan penjual makanan yang sebenarnya adalah ratu erapa, sosok penjual makanan itu tiba-tiba mendatangi pria gagah dan menyatakan kesedianya untuk dijadikan teman dalam hidupnya..isabella kembali menancapkan kedua wayang kulit itu ke batang pisang yang sudah dibersihkan kulit-kulitnya hingga kelapisan dalam.

Dan kembali bertanya kepada suker seandainya dialah pria gagah perkasa itu maukah ia menerima cinta si penjual makanan?

Suker hanya tersenyum sambil berfikir kemudian ia mengambil tokoh pria gagah dan penjual makanan pinggir jalan.dan memaikan peran masing-masing saat sipria gagah perkasa ingin mengungkapkan isi hatinya tiba-tiba seorang pangeran kerajaan terkuat didunia dengan menunggang kuda datang.

Ceklek,ckelk ceklek, eiiikkkkk..

suara suker yang mencoba menirukan pak dalang, isabella hanya tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya sedang sorot matanya terlihat rasa bahagia yang tidak mungkin bisa terdustakan olehnya.sosok pangeran itu didatangkan suker dari tokoh wayang kulit yang tertancap di batang pisang.secara kejam seorang pangeran menghukum pria gagah yang mencoba memikat hati sang ratu eropa yang menyamar sebagai penjual makanan pinggir jalan. Sebagai hukuman pangeran pria gagah dicambuk seratus kali dan melawan tahanan-tahanan kerajaan eropa. Ratu eropa yang ternyata adalah manusia sempurnah akan kecantinya itu harus mengadakan pilihan antara pangeran dan sipria gagah. Ratu eropa akan menerima cinta pangeran dan bersedia menjadi primaisurinya.Namun, apabila sipria gagah itu mampu mengalahkan para tahanan maka pria gagah itulah pilihan ratu eropa.

hahhha hahhhah hahhahah hahhahahha ..

suker belagak tertawa menirukan keangkuhan sang pangeran. Dengan sangat kejam sang pangeran sendiri yang menghukum dengan saratus kali cambukan, cambukan yang terkuat seumur hidup sang pangeran mengelupaskan kulit pria gagah perkasa, cambukan demi cambukan ternyata membuat pria gagah tak berdaya. setelah hukuman cambukan dan pria gagah masih mampu untuk berdiri maka sang pangeran murka dan mengeluarkan para tahanan untuk bertarung serta menjanjikan seandainya tahanan itu mampu membunuh pria gagah maka tahanan itu mendapat kebebasan.

Pertarungan yang sangat sengit terjadi berkali kali antara para tahanan dan pria gagah perkasa,sosok pria gagah itu tetap menggunakan jurus kebaikan yang selalu mengalahkan para tahanan. sang ratu mulai bisa tersenyum ketika tahanan yang terakhir hanyalah seorang pria tua yang sudah tidak berdaya. Sedangkan sang pangeran sangat cemas, ia tidak bisa duduk diatas kursi kemegahannya justru pangeran menempati kursu-kursi penonton.. melihat tahanan terakhir adalah pria tua tak berdaya sang pangeran melakukan tipu muslihat dengan membidikkan anak panah ke arah sipria tua, anak panah itu melesit dan tertancap dileher sipria tua…pangeran kembali tertawa ternahak-bahak karena ia telah mendapat khabar kalaulah penjahat paling dicari dan terkenal kesaktianya yang mandra guna, pangeran telah meyakini kalau ia pasti menjadi suami sang ratu..kemudian mata sinisnya memandang wajah ratu yang kembali bersedih…selesai …suker menancapkan wayang-wayang itu ke batang pisang… isabella yang tadinya tertawa kecil kini terlihat murung dan menunjukkan ketidak setujuan dengan kisah yang tertunda.

“ Lanjukan !! “

dengan nada penuh harap isabella mencoba agar suker melanjutkan kisah yang tertunda..

” baik-baik..buah palem rasanya manis isabella tersenyum waduh kok mangkin manis”

suker mulai membuat isabella tersenyum, ternyata berhasil dengan wajah tersenyum satu kata terucap lirih “

“ lanjutkann kisahnya..””

..suker kembali mengambil sipria gagah dan sang penjahat sakti mandra guna kemudian wayang-wayang itu diaduh hingga seorang pria sakti mampu mengalahkan sipria gagah melihat kekalahan sipria gagah sang pangeran begitu gembira melompat-lompat hingga sang pangeran merasa dunia ini miliknya pangeran fly dan tak sadar kalau ia melompat ke arena pertarungan untuk ikut bertarung, melihat pria gagah yang tersungkur tidak bangkit sang pangeran lansung menendang pria gagah dan pria gagah malah terbangun seperti singa yang dibangunkan dari tidurnya. Sang pangeran terlihat heran sambil melangkah mundur. Penjahat sakti mandra guna juga tertawa melihat pangeran bingung dan pangeran lansung menghunus pedang dan menusuk dada yang ternyata kelemahan sipria sakti mandra guna. Pria sakti itu langsung terbaring tak bernyawa..sipria gagah tidak gentar dengan pangeran yang membawa sebilah pedang.

Pria gagah lansung menyerang pangeran dengan jurus kebaikan hingga pedang pangeran terpental dari arena sang pangeran merasa terancam akhirnya mengerahkan pasukan untuk membunuhnya dengan bringas para pasukan kerajaan membabi buta menusukkan pedang tajam ketubuh pria gagah perkasa. Tubuhnya mulai terjatuh dan terbaring tak bernyawa..pangeran kembali tertawa dan gembira..namun, sang ratu yang merasa ditipu oleh pangeran lansung meraih busur pengawal disampingnya dan membidik kening pangeran licik dengan anak panah. Anak panah yang dilepaskan dari busurnya melesit dengan cepat dan mengenai sasarn.anak panah itu dalam waktu sekejap menembus kepala pangeran yang dipenuhi kelicikan….selesaiii..gmn isabella?

Isabella justru kecewa dengan kisah suker dan berpaling meninggalkan suker begitu saja.suker beranjak dari duduknya dan menggejar isabella. Ternyata isabella sangat kecewa dimana isabella menginginkan kemenagan sang pria gagah yang ia ceritakan sebelumnya.isabella yang tetap tidak menikmati kisah suker duduk dimobil tanpa satu katapun, suker dengan tetap sabar mencaba menghiburnya kembali.

”.bagaimana kalau yang menerima cinta ratu eropa itu adalah pak dalang yang tidak gagah dan perkasa ini?”

suker menawarkan dirinya sendiri. isabella hanya bisa tersenyum dalam hati sedangkan raut mukanya tidak menunjukkan kegembiraan bila sang dalang menerima cinta sang ratu eropa. tetapi rasa malu, isabella yang sudah terlanjur ngambek dengan ekspresi wajah dan tingkah laku tentu membuatnya tidak menjawab rasa cinta sang dalang walau hati kecilnya berkata bagaimana kalau sang ratu eropa itu aku pak dalang????

۞         ۞           ۞

TDIWOL DAN GAPLEK

Saat masih kecil hingga usiaku saat ini makanan yang tidak mungkin tergantikan keunikan dan rasanya adalah tdiwul dan gaplek bagaimana tidak dulu waktu aku kecil makanan itulah yang selalu kami santap pagi dan siang malam makam beras campur jagung, tetapi bagi kami itu adalah biasa dan normal untuk dinikmati masyarakat terutama yang masih baru memulai penumbangan hutan dan hanya bisa menanam jagung dan ubi. Meskipun kadang babi-babi hutan tetap merusak pertanian tetapi hal itu bisa diantisipasi dengan menggunakan jebakan atau dengan menempatkan beberapa ekor anjing hingga kedatangan babi-bai itu dapat diketahui dan kemudian dilempari dengan ketapel. Suker duduk di batang pohon kayu trembusi yang tergeletak didekat gubuk sambil bercerita dengan isabella. Isabella hanya terdiam belum menemukan ide-ide bagus tentang penelitiannya, suker memberi solusi kepada isabella untuk menelusuri pabrik gaplek rakyat terbesar. Isabella setuju dan menempuh perjalanan yang lumayan jauh. Daerah ujung yang berbatasan dengan hutan belantara, perjalanan dengan mengendarai mobil gip yang memang handal untuk perjalanan yang berlumpur bebatuan diperjalanan segrombolan kera yang baru saja lewat menuju perkampungan melihat pemandangan kera-kera isabella memcoba melemparkan roti tawar yang dibawanya dari rumah dan kera itu mendekati makanan terbaru baginya, dan diikuti oleh kawanan-kawanan kera yang lainnya..karena perkampungan masih jauh perjalanan harus tetap dilanjutkan.

“ Bagaimana kamu bisa tahu kalau ada penduduk didekat hutan seperti ini”

Suker mulai bercerita perjalanannya kekampung yang bersebelahan dengan hutan itu, kalau ia sejak SMA selalu berpetualang bersama teman temannya dikampung itu. Dari agenda membersihkan ladang warga setempat hingga makan jagung dan ubi sipemilik ladang, suker juga meenunjukkan sebuah pemandangan yang jarang dilakukan oleh kaum perkebunan yang memang suka untuk bertani.

“ Jadi waktu kamu SMA selalu mengadakaan petualangan?”

“ Ya begitulah, berpetualang ke negeri luar adalah impianku waktu itu..tetapi sepontan teman-temanku bersorak” ojo ngimpiiii cak kampung????” suker hanya bisa geleng-geleng mengingat impiannya untuk bisa berpetualang ke luar negeri. Rasaanya memang hanya mimpi yang bisa mengantarkan ke negeri luar.

“ Ya hal itu tentunya mungkin suker? Contohnya aku aku juga ingin berpetualang ke negeri ini dan saat ini terbukti bukan?” isabella mulai memberikan cara berfikir yang bisa membuat suker yakin bahwa berpetualang ke luar negeri adalah impian yang bisa diwujudkan.

“Nah ini dia perkampunganya aneh bukan? “

“Waoo w ini pemandangan yang sangat menakjubkan”, bagaimana tidak rumah-rumah mereka persis seperti pepohonan. rumah yang terbuat dari perpaduan kayu ilalang dan

bebatuan yang disusun rapi menggelilingi rumah warga itu dililit oleh tumbuhan jalar hingga rumah mereka seperti pohon hijau. Terlihat pintu dan jendela yang tidak dikerumuni tumbuhan berjalar, dari atap hingga ke bawah semua terlilit oleh tumbuhan jalar.

Suker mengajak untuk mengunjungi warga setempat yang masih berada di areal ladang tempat mereka bercocok tanam, guuk guk guk guk guk guk gu guk suara gonggongan anjing bergerombol menggelilingi mereka. Suker malah tersenyum sedangkan isabella ketakutan berlindung dibeakang suker.. suker melemparkan makanan kegerombolan anjing-anjing dan ternyata gerombolan anjing langsung meninggalkan suker dan isabella. Hal itu adalah ciri khas anjing peliharaan warga setempat yang mengerti bahwa orang yang memberi makanan bukan musuh yang harus dimangsa.

”wooooyy teman”

suara dari ujung gubuk seorang perempuan muda berkulit kecoklatan dengan rambut terikat dijalin kebelekang mendatangi suker teman masa SMAnya, rida namanya. Rida pernah bersekolah diSMA dimana suker bersekolah tetapi perjalanan yang sangat jauh dari perkampunganya membuatnya patah semangat disamping itu orang tua yang tidak mendukung rida bersekolah juga menjadi kendala bagi rida. Rida langsung menyalami suker dan isabella, tak lupa pula rida menanyakan kabar teman-temannya yang sudah lulus sekolah. Suker terus berbincang bincang tentang masa sekolah kemudian memperkenalkan isabella.rida hanya tertawa melihat orang beramput pirang mata yang tidak seperti matanya yang hitam. Namun, kehadiran isabella disambut hangat oleh rida yang waktu itu berjaga kebun dari serangan kera-kera nakal. Makanan khas daerah disuguhkan oleh rida tiwul.. suker langsung melahap makanan penuh kisah itu. Isabella hanya melihat-lihat tiwul yang menghitam, isabella hanya heran melihat suker dan rida yang melahap tiwul dalam benak isabella kedua manusia itu sedang memakan tanah hitam.

“Ini dia yang namanya tiwul coba rasakan kenikmatannya”.

Tiwul dipiring terbuat dari tanah liat disuguhkan ke isabella, isabella hanya mencicipi tiwul maknan terbuat dari ubi itu, kemudian menelannya sambil memejamkan mata, rida dan suker hanya bisa melonggo melihat isabella yang mau makan tiwul. “ Waduh salut rida sama isabella” suker juga berkomentar sama. “Udah yok kita lihat cara pembuatanya” rida hanya memesankan kepada para penjaga berkaki empat untuk mengawasi kera-kera yang mencoba mencuri diareal pertanian.

Ubi yang di kupas yang memang bukanlah ubi biasa, mereka menyebutnya ubi racun karena ubi yang dimakan tanpa adanya proses penjamuran dapat memusingkan kepala pemakannya. Yang diklaim warga setempat adalah racun maka proses penjemuran dan penjamuran adalah fase terbentuknya tiwul, hingga ubi-ubi yang dijemur berjamur kemudian digiling dan kukus seperti ini, rida mengangkat tiwul yang ada dipengukusan. Sepanjang mata memandang hanyalah kebun ubi dan jagung sedangkan di areal penjemuran ubi-ubi yang sudah terkupas terlihat bergelantungan.

Isabella menggeluaarkan kamera dan mengabadikannya, pena dan buku kecil mulai memuat proses pembutan tiwul dari pengupasan ubi hingga dikukus.

“Nah sekarang kita bisa mencari pasangan tiwulnya yuk ikut saya”

rida mengajak suker dan isabella ke sebuah semak-semak seperti rawa-rawa dari tempat itu rida memasang jerat dari tali kemudian memanggil sipenjaga kaki empat untuk menelusuri hulu rawa-rawa dan mencari siburung ruak-ruak.. melihat segrombolan anjing yang menelusuri jejak ruak-ruak kawanan ruak-ruak berternagan dan berlari kencang dan pada saat rua-ruak itu kabur kawanan burung itu terperangkap pada jerat yang dipasang rida. .

.”dapat rida bersorak”

tiga ekor ruak-ruak terjerat dan membawanya ke gubuk dan memanggang tiga ekor burung rawa itu. Sebagai penghormatan akan kedatnagn isabella satu ekor burung panggang itu disuguhkan ke isabella, dan satu ekor untuk teman rida suker, namun, aneh sekali isabella melihat si gadis hutan itu seeokr burung panggang di potong potong menjadi beberapa bagian dan memanggil penjaga kebun berkaki emapat dengan siulannya yang tidak mungkin bisa dilakukan isabella..

twiiiiuuuuuuttt..

siulan rida mendatangkan kawanan anjing yang lapar, satu persatu anjing itu diberi makanan burung ruak-ruank panggang. Suker juga mengikuti jejak rida dan isabella sudah tak tahan untuk mencicipi burung panggang tetapi rasa ingin memberi anjing-anjing itu lebih ia sukai dari pada melahap burung panggang. Dengan perlahan isabella membagikan bagian-bagian burung panggang ke anjing rida. Rida hanya tersenyum melihat isabella yang ternyata penyayang akan hewan.

۞         ۞           ۞

Liburan semester telah berlalu penghuni kampus sudah berdatangan seperti semut yang mendatangi makanan,citra dan ayu dan citra mencoba mengadakan jalan-jalan ke tempat bersejarah salah satu tujuan mereka adalah istana bogor. Perjalanan kali ini agak berbeda dengan perjalanan yang dilakukan ayu pada tahun-tahun berikutnya. Ayu dan citra lebih memilih menenpuh perjalanan dengan sepeda, meskipun perjalanan sangat-sangat melelahkan tetapi dua gadis sumatera energik itu tetap bersemngat melintasi setiap tanjakan dan jalan yang menurun dan menikung tajam, bagi mereka berpetualang dengan sepeda adalah pengalaman yang tidak bisa dibeli. Apalagi kalau masa tugas sudah memadati agenda tentunya berpetuang sangat tidak mungkin untuk diwujudkan, nah berhubung waktu itu tugas belum ada mereka gunakan untuk refresh agar lebih bersemangat menghadapi semester enam.

“Ayu kapan ya kita bisa ngumpul sama kelurga lagi?”

“Ya mungkin setelah kita liburan nanti citra, tapi kalau aku ingin tetap disini sama bibiku “

Sambil bercerita dan terus mendayung sepeda, hingga kedua gadis itu mampir dikedai penjual minuman, kemudian pejalnan terus dilanjutkan dengan semangat.banyak kenikmatan saat mengendarai sepeda selain juga olah raga, berseda juga bisa merefres otak yang jenuh dengan melintasi pemandangan baru seperti taman bunga yang beraneka ragam warna jenis dan harumnya juga berfariasi. Tikungan-tikungan tajam juga memacu andrenalin sipengendara, sedangkan jalan yang menanjak merupakan refleksi kesabaran yang harus dilakukan oleh setiap manusia. Itulah petualangan yang selama ini dinantikan

۞         ۞           ۞

NEDERLANDSCH INDIE COIN 1920-1945

Menelusuri coin belanda,

Setelah menuliskan budaya-budaya jawa yang terangkut oleh suku jawa yang datang ke pulau sumatera, tentunya proyek baru harus tetap dilakukan demi memanfaatkan peluang bisa berada dipulau sumatera dan sebelum meninggalkan sumatera yang menyimpan banyak misteri yang belum pernah ditelusuri oleh peminat sejarah. Isabella merasa penting baginya untuk menemukan misteri misteri peninggalan yang berfisat materi kekayaan belanda.masa-masa keemasan perkebunan yang dikelola kolonial hindia belandaa dan para serikat eropa lainnya mengalami kemajuan pada abad ke 19. Dan saat para tentara jepang daatang ke indonesia tahun 1942 para pemilik kekayaan sangat khawatir akan penyitaan pihak jepang atas harta yang mereka miliki apalagi jepang waktu itu sedang menghadapi sekutu yang memang musuh yang berlevel atas bukun level medium atau easy melaikan level nomor wahid. Maka pengumpulan harta secara instan sangat digalakkan oleh jepang, dan pemilik-pemilik perusahaan adalah sasaran empuk tentara jepang untuk menikmati hidup dari pada melirik harta pribumi. Maka para pemilik harta mengadakan penyelamatan melalui penguburan harta yang nantinya akan dikunjungi dan dibongkar pada saat sumatera aman dari hegemoni tentara jepang. Para orang kaya belanda meninggalkan sumatera menuju negaranya dan akan kembali mengunjungi harta benda yang disimpan ditempat-tempat rahasia. Namun code-code itu tetap mereka tinggal disumatera. Tujuan isabella adalah memecahkan code-code yang memang menunjukkan akan kekayaan yang terrahasiakan.

Suker hanya mencoba memahami tulisan-tulisan dan denah-denah tempat harta itu disimpan,salah satu code adalah pohon yang rimbun dan sungai kecil. Isabella yang tidak memahami sama sekali dena harta kekayaan itu hanya memutar-mutar penah sambil menerawang denah yang sudah usang itu. Suker mencoba membawa ke pohon besar yang dulunya diceritakan sebagai gudang dan tempat peralatan berat disimpan. Kini suker membonceng isabella dengan sirambo yang sudah sangat lama tidak berkeliling divisi-divisi perkebunan, sirambo yang selalu siap mengantarkan dua manusia yang masih dislimuti oleh penasaran untuk menemukan harta para kaum elite belanda. Pohon-pohon kelapa sawit yang terhampar luas mengubah alam yang dulunya adalah hutan semak belukar kini menjadi perkebunan yang menghasilkan uang.

Suker yang sudah sampai ditempat pohon rindang yang dulunya diklaim sebagai pohon yang kenyang dengan pupuk oleh suker. Ternyata adalah sebuah pohon misteri yang menyimpan satu code rahasia. Pohon rindnag sudah tertemukan dan beranjak mencari sungai disekitar pohon sejauh mata memandang tidak ditemukan satu sungaipun di arel itu hanya genagan-genangan air yang masih terlihat tenang tidak mengalir, suker mencoba meyakinkan isabella kalau dulunya tempat itu adalah sungai kecil yang kini hanya digenagi oleh air karena pengairan dihulu sungai dibendung dan dialirkan ke rawa-rawa demi menjaga kelapa sawit muda dari terjangan banjir dari hulu sungai, isabella hanya bisa mengikuti suker yang tau persis penanaman pohon kelapa sawit itu hingga menghasilkan buah sempurnah. Lalu isabella menunjukkan code selanjtnya yaitu burung yang sedang bertengger ke pohon rindang dan terbang begitu jauh menuju arah selatan.

Dan memasuki kawasan perkebunan karet yang bukan lagi teritorial isabella, hal tersebut sangat menyulitkan perjalanan ke wilayah itu disamping pohon-pohon karet yang semak belukar juga ancaman-ancaman bisa saja menimpa mereka berdua, isabella akhirnya mundur dari perburuan harta itu, hanya suker yang bisa diandalkan oleh isabella namun, suker tidak tertarik dengan penelusuran harta yang masih fiktif itu. mungkin saja denah itu sengaja mengalihkan dari tempat yang sesungguhnya salah satu kemungkinan adalah merentet coin-coin yang ditemukan secara tunggal seperti coin tahun 1856 yang ditemukan oleh isabella di rumah kotak secara terpisa. Isabella hanya lebih memilih untuk berhenti berburu hal mistis seperti itu, dan mengalihkan penelitian yang lebih bersifat ilmiah bukan anggan-anggan.

Isabella akhirnya memilih untuk mengaktifkan dirinya dalam penelitian asal mula perkebunan yang dikelola ayahnya, dan sirambo harus membawa kedua manusia itu ke kantor general meneger. Perjalanan yang sangat melelahkan bagi isabella dengan menggendarai sepeda motor. Sesampai dikantor isabella hanya bisa terduduk tanpa banyak kegiatan tidaak seperti biasanya isabella yang aktif. Kini isabella pulang lebih dahulu untuk merehatkan diri sementara, suker hanya bekerja diruang GM seorang diri dari pengumpulan data para mandor hingga jumlah keseluruhan data itu dikumpulkan kemudian dipresentasikan penghasilan kelapa sawit hari itu dan hari kemarin.

Bekerja tanpa ditemani isabella bukan hal yang biasa dilakukan suker ketika ia ingin bertanya tidak didapati isabella yang biasanya selalu bersamanya dijam-jam kerja, kini ia harus menuntaskan pekerjaan itu seorang diri.

“Lhhhooo kok sendiri mas suker? Pak OB datang dengan setelan bauju khas OB miliknya,

“Iya nih mas, sendiri untung mas datang!!”

Pekerjaan kembali digeluti suker dengan jeli suker memisahkan data dari data berbagai divisi yang berbeda. Sebenarnya pekerjaan tersebuta adalah pekerjaan asisten perkebunan pak hadi dikarenakan pak hadi diangkut ke penjara maka tugas pak hadi sementara dikerjakan oleh suker selaku asisten pribadi iasabellla.pak ob melihat suker kerja tanpa teman pak ob membuatkan minum buat suker sebagai energi baru, pak ob yang tidak paham dengan penjumlahan dan hitung-hitungan rumit seperti apa yang dilakukan suker maka ia hanya duduk sambil mengajak suker ngobrol masalah perkebunan.

Isabella bisa kembali bekerja setealah hari kemarin apsen kini isabella mengangkat asisten baru yang menjadi rekan kerjanya asisten itu didatngkan dari pulau jawa. Sedangkan untuk jabatan general meneger masih dipegang oleh isabella, sebelum ia kembali ke belanda.

Suker kini lega bisa fokus dengan tugas barunya pengimput data para pekerja yang tugasnya keliling divisi dan mencatat data para pekerja yang nantinya sangat berguna bagi para pekerja sesuai apa yang dijanjikan tuan rubben penaikan gaji bagi karyawan yang memiliki etos kerja yang tinggi, dan bantuan beasiswa sesuai apa yang dijanjikan isabella kepada murid murid berprestasi. Meskipun hanya anak dari karyawan yang bekerja diperkebunana milik tuan rubben.namun bea siswa itu sangat bernilai bagi anak-anak yang ingin melanjutlan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Isabella memulai kerja baru yaitu penelusuran perkebunan kelapa sawit milik ayahnya tuan rubben.

Suker yang kini meliput data kelapangan kembali disambut oleh gadis-gadis desa yang bekerja sebagai buruh harian. Masss.. bonceng, teriakan-teriakan para gadis yang sedang menganyunkan babatnya ke rerumputan. Suker hanya bisa menanggapi ngak muaatttta nanti pake jonder… hanya sekedar canda para buruh harian untuk menghilanagkan lelah mereka.

Diperjalanan suker distop para anak SD yang ingin ikut numpang ke sekolah, suker merenteng anak-anak SD ke berbatasan kebun dan anak-anak itu melanjutkan dengan berjalan kaki. Suker hanya bisa menikmati pekerjaan sebagai pengimput data dari data pekerja yang masih singgel hingga yang sudah berkeluarga. Mondar-mandir keliling divisi dapat diselesaikan dalam tiga hari dan ia sudah memasuki hari yang terakhir. Data yang belum diimput hanya divisi dekat perkantoran maka laju motornya semangkin ngebut. Data lansung diserahkan ke isabella, terlihat asisten baru yang terlihat sibuk menjalankan pekerjaannya dilapangan asisten baru itu sangat ramah beda dengan asisten yang sebelumnya memilki budi pekerti tinggi hingga menjulukinya dengan sihati lembut. Memang asisten yang memiliki hati lembut tidak pernah merendahkan pekerja apalagi menganiaya, budi pekertinya yang tinggi menunjukkan kalau ia bukan orang sembarangan. Namanya pak ibrahim. Sungguh pekerja memiliki seorang asisten yang perhatian dengan mereka suker juga senaang melihat pak ibrahim yang baik hatinya.

Melihat kinerja suker dan pak ibrahim isabella lebih merasa tenang untuk meninggalkan perusahaan milik ayahnya, tetapi hatinya yang sudah tertakhlukkan oleh sumatera yang menyediakan segalanya. Niat isabella untuk kembali ke negeri belanda akhirnya diundur hingga perkebunan dan penelitihannya tercapai dengan target yang maksimal. Tak lupa dengan realita kerja suker yang selama ini selalu membantu isabella, dengan persetujuan tuan rubben suker diberi kesempatan untuk melanjutkan studi ke belanda jika ia memang ingin melanjutka studinya, melihat suker sudah mengerti bahasa belanda secara teks. Beasiswa itu semata-mata penghargaan PT perkebunan bagi pribumi yang memiliki etos kerja yang tinggi serta memiliki jasa-jasa yang baik.

Mendengar kabar isabella suker merasa tidak percaya, suker hanya terdiam sambil berfikir belanda aku jadi mahasiswa. Setelah berfikir dan berkhayal setinggi langit suker menyetujuinya tetapi untuk keputusan bulatnya ia harus menemui pak ahmad selaku guru dan ustadz sebagai orang tua kedua yang harus diambil saran dan nasehatnya. Isabella merasa senang melihat suker menerima beasiswa ke negerinya. Isabella juga berkhayal seandainya mereka ditemukan di belanda tentunya kisah cinta yang didambakannya akan terwujud.

Pak ob memeberi selamat kepada suker atas penghargaan pihak perusahaan kepadanya juga nasehat-nasehat orang tua kampung dismapaikan kepada suker. Seperti jangan lupa untuk membangun kampung jika sudah sukses. Pak ob terharu dan berharap mas suker bisa pulang menjadi orang besar.

 

BERSAMA PAK AHMAD

Saat hujan mengguyur kampung lama suker berjalan berteduh dengan daun pisang menuju rumah pak ahmad, tekadnya yang bulat tidak menggurkan niat baiknya bersilaturahim ke rumah keluarga citra. Petir yang mengelegar dan hujan tidak kunjung reda, kilat membantu penerangan jalan yang berair sandal jepit dijengkeweng dan pelepah pisang yang mulai sobek-sobek dihantam derasnya hujan. Setelah ia menelusuri jalan-jalan yang banjir dadakan akhirnya ia sampai didepan rumah pak ahmad, suker berharap pak ahmad belum tidur. Langkahnya semangkin dipercepat. Pintu rumah diketok perlahan karena hujan semangkin reda suara ketokan pintu terdengar oleh pak ahmad yang lagi membaca al-quran beserta tafsiranya. Pak ahmad membuka pintu dan lansung mengajak suker memasuki rumahnya. Suker berlahan meletakkan daun pisang disamping pintu.

Pak ahamd sempat terkejuta dengan kedatangan suker yang terasa tidak seperti biasanya, pak suker langsung menanyakan niat kedatangannya, suker menjelaskan dengan bahasa sebaik mungkin tentang beasiswa yang diberikan PT perkebunan Tuan Rubben kepadanya. Mendengar beasiswa yang diberikan kepada suker pak ahmad menyambut positif akan beasiswa tersebut, namun, selaku orang tua pak ahmad memberi dua opsi kepada suker yang pertama meninggalkan nusantara yang memang membutuhkan orang terdidik untuk memperbaiki sistem pendidikan yang lebih baik, dan opsi kedua adalah menimba ilmu agama di sumatera barat agar kampung lama memiliki ulama penerus yang nantinya bisa mendakwakan isalam yang haq. Setelah pak ahmad mengajukan opsi dan menjelaskan panjang lebar tentang sisi positif dari setiap opsi suker tetap memilih agar bisa meneruskan studi ke belanda karena usianya juga belum terlalu tua untuk masa studi. Pak ahmad tetap mendukung keinginan suker pesan-pesan dan nasihat-nasihat disampaikan pak ahmad malam itu juga, dan diakhir pembicaraan mereka pak ahmad berharap kalau suker mau untuk menjalin hubungan kekeluargaan lebih dekat dengan pak ahmad. Suker hanya terdiam sambil terus berfikir akan niatnya ke belanda meneruskan studinya yang sempat terhambat.

Suker menyampaikan isi hatinya kepada pak ahmad tentang kisah cintanya kepada anak pak ahamd. tetapi suker tidak ingin pak ahmad menceritakan kisah cintanya kepada orang lain, suker bercerita bahwa dirinya memang suka dengan citra tetapi citra yang selalu dingin dengan surat suker, maka ia bertahap mengundurkan diri, dan saat ini ia masih suka dengan citra. Tetapi untuk lebih baiknya suker memutuskan untuk melanjutkan studinya dibanding berkeluarga, pak ahmad memahami isi cerita suker dan terus memberi nasihat kalau dinegeri orang tetaplah mengingat Nusantara sehingga rasa cinta Nusantara tidak tergadaikan dengan kenikmatan dinegeri maju seperti belanda. Suker mengguk dan menyampaikan salam kepada ibu citra yang sudah tidur. Pak ahmad memberikan sebuah pusaka kepada suker, seperangkat alat untuk shalat dari peci sarung dan sajadah. Dari cerita pak ahmad dahulu hal seperi itu dilakukan oleh kiyainya ketika ingin meninggalkan pulau jawa. Sebagai bekal jika sudah tiada lagi yang bisa menemani hidup maka allah adalah tempat mengaduh jeritan hidup diperantauan. Suker berterima kasih dan berpamitan untuk kembali kerumah dan bersiap-siap meninggalkan Nusantara.

Petuah orang tua adalah pusaka terampuh untuk bekal merantau, petuah orang tua adalah tameng terkuat dalam menangkis pemahaman-pemahan asing yang dapat menggelincirkan seorang perantau dari tujuan perantauannya. Merantau tanpa tujuan seperti menggelilingi padang pasir yang tidak berair.

Hujan yang reda kini binatang-binatang seperti bancet dan kodok kong meramaikan pesta dengan beradu suara antara mereka, suarang kong… kong dari katak meramaikan perjalanan suker menuju rumahnya. Sesampai dirumah suker menemui kedua orang tuanya dan menceritakan bahwa pak ahmad menyetujui cita-citanya untuk melanjutkan studi yang sempat terhenti. Ibu dan bapak suker sangat berat melepaskan tulang punggung kedua dari keluarga itu, tetapi bapak suker sadar akan kesempatan yang tidak mungkin didapati suker bila ia tidak melanjutkan studi. Suker yang masih bersemangat untuk merantau demi menimba pengetahuan termotivasi dengan sokongan kedua orang tuanya, gurunya, pak ob dan pihak PT perkebunan yang memberikan kesempatan kepadanya, yang mana isabella adalah orang yang sangat berperan demi keinginan suker melanjutkan studi kebelanda.

Sambil tiduran dan memikirkan apa yang harus ia persiakan kebelanda, suker mulai ragu dan ia memutuskan untuk shalat hingga hatinya bisa diterangi oleh cahaya kebaikan dan memudahkan dirinya mengambil sebuahakeputusan yang berat. Antara Nusantara dan Negeri Belanda..

“ Ya Allah Berilah Kekuatan Dan Ketenangan Hati Hamba, Hingga Hamba Dapat Mengambil Keputusan Ini, Rabbana La Tuzigh Qulubana Ba’da Idz Hadaitana Ya Allah”

Kantor general meneger,

Pagi itu suker sudah menunggu kedatangan isabella, suker duduk sambil membawa buku dan pena.Ia ingin menulis bagaimana kuliah dibelanda, dan bagaimana seharusnya calon mahasiswa belajar disana, isabella dengan busana khas belanda ingin menunjukkan inilah budaya belanda. suker menyambut dengan mengucap selamat pagi. Isabella menjawab dengan bahasa belanda.. wah suatu traning persiapan menuju belanda, suker mulai menulis apa saran isabella kepadanya. Setelah panjang lebar suker diberi pengarahan tentang dunia perkuliahan dibelanda isababella mengajaknya untuk menerima beasiswa yang dijanjikannya. Ya belanda negeri impian suker belanda. nederlandsch…nederlandsch..isabella tak lupa memberikan alamat bila ia ingin berkunjung ke belanda.

Dalam perjalanannya kebelanda suker sengaja memilih kapal laut, agar beasiswa yang diberikan kepadanya bisa lebih hemat dibanding ia memilih pesat terbang yang tiketnya selangit harganya. Perjalanan dari pelabuhan ke laut lepas dinikmati, dengan perlengkapan yang disediakan ibunya supaya ia bisa makan selama diperjalanan, gaplek adalah makanan Nusantara yang memiliki ketahanan hingga bermingu-minggu, ya gaplek yang dijadikan bekal suker menuju negeri belanda. perjalanan yang panjang belum juga menghantarkannya dinegeri impian.

Kapal yang berlabu selama berminggu-minggu itu menepi dipelabuhan seorang penumpang kapal yang katanya

“ Mas mau kemana ?” bapak tua dengan janggut putih mencoba mengajak berbincang. Suker terhentak dari lamunan negeri impiannya,

“saya ingin ke belanda pak!!

“wah ngapain kamu kenegeri penjajah itu, lebih baik ikut bapak saja ke mekkah?”

“ mekkah pak ?”

“Iya ke makkah mekarramah, mau ikut bapak? Bapak mau menunaikan ibadah haji.”

“ Terima Kasih pak saya, diberi amanah untuk pergi belajar ke belanda pak”

“ oh ya sudah kalau kamu tidak mau berhaji, pergi saja kamu ke negeri itu”

Pak tua itu merasa diremehkan padahal menurutnya hajikan lebih mulia, dibandingkan pergi kebelanda. Suker hanya bisa menerima kekesalan pak tua itu, tetapi suker tetap membantu pak tua menurunkan barang-barang dari kapal setelah kapal menepi dipelbuhan . Pak tua tetap masih bermuka murung padahal sudah mau haji, suker hanya bisa melihat pelabuhan mekkah yang ramai.

TERDAMPAR DINEGERI ANTA BARANTA

Satu hari kemudian beberapa orang yang berangkat dari mekah turun disebuah pelabuhan yang orang-orangnya berpakaian serba jubah. Negeri apa ini? Suker bertanya-tanya. Suker asyik melihat pemandangan yang asing itu hanya air saja pemandangan yang tidak asing bagi suker. Rumah-rumah didekat pelabuhan yang aneh, tanah yang berwarna kuning berpasir seperti cerita pak ahmad padang pasir apa ini yang namanya padang pasir? ..manusia berdesakan ingin turun suker tetap saja asik memantau pelabuhan dan memperhatikan kapal-kapal lainnya yang berdiam diri.

Ya allah, suker terkejut melihat barang-barangnya sudah hilang terbawa oleh penumpang yang lainya. Suker segera turun dari kapal dan mencari-cari barang yang hilang. Suker tidak bisa berkomunikasi dengan para penumpang lainya sedangkan penumpang dari Nusantara sudah turun dari kapal untuk berhaji. Sedangkan kapal yang dinaiki suker adalah kapal tujuan makkah belanda!! atau saya yang salah naik kapal? Suker panik sedangkan kapal tak juga berlayar suker hanya termenung dipinggir pelabuhan. Ia bersedih dan hanya bisa menatap langit yang biru cerah dengan cahaya matahari yang membara..hanya seperangkat alat shalat yang masih ia pegang sedangkan uang beasiswa, gaplek bekal dari ibunya, pakaian dan buku pemberian isabella hilang terbawa penumpang lainnya.

Allahu akbar allahu akbar

suara azan ..masyallah apakah aku di indonesia, suker terhentak mendegar azan tetapi kenyataan berbeda ini negeri anta baranta. Suker berjalan menusuri panasnya matahari menuju sebuah masjid. Penduduk setempat melihat ada keanehan pada diri suker, seorang asia yang menapakan kakinya dinegeri anta baranta.

Shalat zuhur ia laksanakan, sesudah shalat ia dikerumuni oleh anak-anak kecil dan memegang rambut suker. Suker ketakutan dan berlari dari masjid.. ia merasa dianiaya oleh anak anak yang memegang dengan keras hingga rambutnya tercabut. Suker kemudian melihat anak-anak berambut keriting itu matanya besar dan rambutnya kriwul..apakah ini negeri anta baranta batinnya bertanya-tanya?

Ta’al ta’al

seorang anak mendatangi bapaknya yang memangginya suker, mulai mempelajari bahasa negeri anta baranta itu, ta’al berarti marilah kesini anakku, dalm benak suker tercatat kata ta’al!perutnya yang mulai berbunyi kelaparan, tidak ada makanan dan minuman ia hanya bisa berjalan dan orang-orang disekitar tetap memandangnya aneh..ajnabi..ajnabi.. para anak-anak melemparinya dengan gaplek miliknya, suker mulai bersemangat melihat gaplek-gaplek itu mengejar anak-anak dan menemukan bingkisan gaplek dari ibunya sedangkan tas dan uang sudah raib. Ia terduduk lemas hingga, ia terkapar dipinggir masjid tempat ia shalat zuhur.

Seorang kakek tua membangunkannya dan memberinya makanan dan minuman,suker lansung memakan-makanan sejenis roti dan meminun minuman hitam asam, kakek tua bertanya dengan bahasanya. Tetapi suker tidak mengerti bahasa sikakek tua, tapi kakek tua sempat mengucapkan ta’al. Suker mengikuti sikakek tua menaiki seekor keledai dan membawanya kerumah miliknya yang tidak jauh dari pelabuhan untuk sekedar tidur. Sikakek sangat menghormati tamu, dari makanan hingga tempat tinggal disediakaan kakek,

Suker mulai mencari-cari buku dan ia menemukan mushaf, melihat mushaf rasa ingin membacanya timbul begitu saja, dimalam itu suker membaca surat al-baqarah..dengan irama asia yang khas. Sikakek mendengarkan bacaan suker dan menunggu hingga ia selesai membaca, ketika suker menutup bacaannya dengan shaqallahul’azim. Kakek menghampirinya dan berkata dengan bahasa negeri anta baranta, suker tetap tidak paham. Sikakek meninggalkan suker dan datang membawa gaplek miliknya.. beserta uang dan pakaiannya. Suker berjud syukur akan nikmat allah dipertemukan dengan barang-barngnya.

Sikakek menjelaskan kalau tasnya terbawa oleh penumpang yang menaiki kapal bersamanya namun sipenumpang itu takut dituduh pencuri. Suker berterima kasih dengan bahasa tubuh..dan dapat tidur nyeyak sambil memegang tas dan perlengkapannya..

Dipagi harinya suker menaiki kapal yang memang berhenti satu hari penuh dipelabuhan itu, untuk mengangkut barabg-barang dagangan dan membawanya ke belanda. kakek tua mengantarkan suker dengan keledai miliknya, diakhir pertemuannya sikakek menghadiahkan mushaf karena kakek terharu mendegar orang asing bisa membaca al-quran.

“Ya allah sungguh engkau maha besar ya allah”

Sukir meninggalkan negeri anta baranta menuju negeri impian, nederland!! Saat kapal berlabu sikakek hanya mengangkat tangannya dan melambaikannya suker tersenyum dan melambaikan kedua tangannya. Negeri anta baranta yang mengesankan!

۞         ۞           ۞

PEROMPAK BERCADAR

Kapal yang berlayar menuju negeri impian dihadang oleh kelompotan peropak bercadar pasukan peromak yang terlihat kejam menendang setiap penumpang yang ingin melawan, barang-barang milik penumpang dirampas paksa oleh para perompak bercadar.suker yang waktu itu bersembunyi ditumpukan barang-barnag selamat dari perampokan sedangkan penumpang lainya terlihat linglung karena harta bendanya hilang dari genggamannya. Para wanita yang kehilangan harta benda mengis sedangkan para perampok bercadar tidak memperdulikan keadaan para penumpang. Kapal tetap berlabuh karena tidak satu barangpun diambil oleh perompak karena kapal ereka hanya kapal kecil dan jumlah mereka sangat banyak maka harta berharga seperti uang dan emas yang mereka rampas.

Perompak bercadar melopat kekapal kayu dan melanjutkan aksinya kekapal yang akan berlabuh diwilyah zona hitam itu. Suker hanya bisa mengelus dada melihat kejahatan manusia, tidak bisa berbuat banyak hanya tanggannya yang menegadah kelangit berdoa agar perjalanan selanjutnya terbebas dari mara bahaya.

Gaplek yang masih tersisa dinikmati dengan air putih. Suker terkenag oleh keluarga, pak ahmad dan isabella. Gaplek rebus itu berlahan-lahan ia nikmati demi mengganjal perut, seorang bangsa eropa yang ikut menumpangi kapal mendekati suker, suker menawarkan gaplek miliknya. Pria eropa itu tertawa melihat gaplek sambil berucap

“ indonesia kamu?”

“Iya tuan saya orang indonesia!! “

Gaplek dimulunya langsung ditelan sejak berminggu-minggu ia tidak berkomunikasi dengan bahasa indonesia, hanya bahasa tarzan yang ia gunakan.suker berbincang panjang lebar menghabiskan malam dengan tuan eropa. Pria eropa itu ternyata seorang ilmuan dari inggris yang meneliti tumbuhan-tumbuhan hutan indonesia. Sebagai ilmuan harta dan bekal dihabiskannya mewujudkan impiannya mengumpulkan data tumbuhan-tumbuhan hutan indonesia, pria eropa itu sudah menghabiskan waktunya dihutan sumatera barat dari hutan pegunungan yang memisahkan padang dan solok sudah dijelajahinya kini pria inggris itu ingin mengajukan karya ilmiahnya kepada profesor pembimbingnya. Suker hanya mendengarkan sabil menikmati roti kering yang diberikan pria inggris. Suker juga bercerita kalau ia bekerja dengan orang eropa asal belanda yang memberinya kesempatan belajar dibelanda. Suker kemudian bertanya mengapa orang eropa sepertimu mau menaiki kapal? Coba lihat disekelilingmu hanya orang berkulit hitam dan ras-ras asian yang ikut dikapal barang itu. Pria eropa menjelaskan kalau hartanya habis untuk membiayai penelitihannya di indonesia hingga ia harus menaiki kapal laut yang lebih murah. Dan suatu saat pria itu akan kembali lagi ke Nusantara.

Suker mengajaknya tidur , tetapi pria eropa itu takut kalau tulisannya dirampok seperi harta emas dan uang orang-orang sebelumnya. Suker memahami pria eropa itu, baginyaa uang bukanlah apa-apa dibandingkan hasil penelitihannya yang berbulan-bulan.

“ Ya saya mengerti tuan, tulisan itu lebih berharga daripada Uang atau emas ”

“ Kalau begitu temani saya untuk tidak tidur orang indonesia ”

“ Saya bisa tidak tidur kalau tuan mau bebagi cerita tentang eropa!!”

“ Mau cerita apa kamu orang indonesia?”

“ Saya mau cerita tentang ratu inggris ”

“Itu gampang anak muda!!” Pria itu bercerita begitu panjang dan melelahkan baginya, suker mendengarkan sambil berbaring dan terlelap tidur. Pria eropa itu hanya bisa berdiam diri dan akhirnya ia ikut terlelap.

Khukkkk khukk suara dengkuran kedua pria malang itu menambah keunikan malam dikapal, derasnya obak tidak menganggu kenimatan tidur kedua petualang. Hingga fajar perlahan meramba alam..disusul dengan matahari yang mulai menampakkan diri. Sipria eropa tetap saja tidur kelelahan bercerita, suker membangunkannya.

“Bagun Tuan!! Sudah pagi “

“ Tulisnaku!! ”

pria inggris itu klabakan mencari tulisannya, suker menunjukkan kalau tulisannya disembunyikan dibawah kain ia tidur. Pria eropa baru teringat kalau dia sendiri yang menyembunyikan tulisan-tulisannya dibawa kain tidurnya.

Perjalanan yang melelahkan baginya, rambut sudah mulai tidak terlihat rapi kulit yang dibasu dengan air laut terlihat berubah kecoklaatan. Kumis suker seperti bajak laut…sungguh petualang dari Nusantara!!

Pria inggris itu mulai berteriak ….

“Aaaaakkkkkkkuuuuuu datttanggggg!!!!!! “Sambil melambaikan tangganya ke pelabuhan.

“ orang indonesia kita sudah sampai daratan!! “

Sebuah pelabuhan barang sudah diambang mata, kapal-kapal barang saling menurunkan barang pria eropa itu sudah tidak sabar lagi untuk turun dari pelabuhan. Sipria eropa itu juga berpesan belajarlah dieropa untuk menggali ilmu yang ada dinusantara. Kemudian ia melambaikan tanggannya dan pergi meninggalkan suker, suker hanya tertawa melihat pria eropa itu…

۞         ۞           ۞

 

NEDERLANDS

Kapal barang itu merapat kepelabuhan para pengangkut barang berbondong memasuki kapal sepertinya mereka adalah orang asia, diantara kuli panggul ternyata seorang pekerja asal nusantara yang tidak pernah kembali ke kampung halamannya, mas riduwan. Perkenalannya dengan riduwan yang bermula dari kapal berangsur menjadi teman dekat suker riduwan juga rela membantu suker untuk menemukan alamat isabella yang ternyata masih jauh dari pelabuhan riduan memberi jalur-jalur yang harus ditempuh oleh sukir bila ingin menemukan alamt isabella, dari gang dan nama jalan ditulis hingga alamat itu ditelusurinya sendiri. Sungguh kota yang mengah bangunan yang tinggi dan tatanan kota yang teratur, langkahnya yang mulai melemah harus mengakhiri perjalanan mencari alamat isabella. Seperti mencari telur cicak ditepung terigu perlahan dan terus mencari.

Mr!! Can you tell me this addres ?

Suker terus bertanya dari satu orang keorang yang lainnya, namun tidak satu pun menghampiri suker penampilanya yang asing juga menjadi faktor keengganan orang yang ditanya, betapa tidak kumis yang sudah memanjang dan janggut menghitam lebat serta rambut yang terlihat madul-madul sungguh tampang yang asing. Apalagi peci hitam yang dipakainya. Menambah keasingan dirinya.

Langkah suker terhenti disebatang pohon yang dibawahnya tersedia bangku tempat untuk duduk dan beristirhat.

Allahu akbar!!

Lidahnya berucap mengenang kebesaran allah yang telah menyelamatkannya dari berbagai musibah, hingga kini ia berada dinederland. Seperti mimpi rasanya, manusia yang serba berkecukupan dari mobil-mobil hingga kemewahan yang tidak pernah terlihat olehnya. Diwaktu istirahatnya seorang kakek datang dengan membawa koper kecil dan ikut duduk disampingnya sepertinya kakek itu tertarik dengannya.

Mr you came from Asia?

Yes sir. Iam suker alamsyah from indonesia, sumatera

Suker mulai diajak ngobrol sikakek tua, saling bertukar informasi hingga sikakek bertanya tentang tujuannya ke tempat ini, suker mulai menceritakan tentang tujuannya ke belanda bahwa dirinya mendapat beasiswa dari tuan rubben pemilik saham terbesar PT perkebunan kelapa sawit di sumatera, suker tak lupa menyodorkan alamat isabella yang ia miliki. Sikakek sangat terkejut kalau sibocah awut-awutan itu mendapat beasiswa ke belanda. kakek tua mulai membaca alamat yang disodorkan suker, sikakek tertawa kalau dunia ini dipenuhi oleh misteri yang tidak dapat terduga oleh siapa pun, sikakek langsung mengajak suker ke rumahnya, dan menelusuri gang-gang kecil sambil bercerita tentang sumatera. Suker hanya berbaik sangka kalau kakek itu tidak mungkin berbuat buruk padanya, dari raut wajahnya dan cara berbicara sepertinya kakek tua itu adalah seorang terpelajar.

Rumah yang bertaman bunga mulai dijejaki suker, dari kolam renang hingga tempat santai terlihat mewah.

this is my house

kakek itu menjelaskan kalau itu adalah rumahnya, seorang nenek menyambut kakek tua dan mempersilahkan suker masuk. Hingga sikakek menyarankan agar ia bisa menginap dirumahnya. Sikakek menjelaskan panjang lebar tentang nusantara yang menurut suker ceritanya adalah cerita benar adanya. Dari cerita sumatera hingga pulau jawa, kalimantan sulawesi dan papua. Kakek itu sangat menguasai nusantra, kakek tua mulai menceritakan akan siapa sebenarnya dirinya.. ternyata kakek tua itua dalah salah satu dosen di universitas yang ada dikota itu..saya pengajar materi sejarah Nusantara. Suker membongkar perlengkapannya dan menyodorkan uang hindia belanda tahun 1856 yang dibawanya dari sumatera.

Coin itu diletakan diatas meja sikakek tambah terbelalak melihat coin yang disodorkan suker. Sebagai ahli sejarah kakek tua bernama david itu mulai mengusut asal coin itu, suker hanya memaparkan singkat kalau coin itu adalah milik isabella. Kakek tua mulai mengajaknya ke sebuah pustaka pribadi dan membukakan satu buku sejarah tentang VOC..suker hanya mendengarkan sikakek tua itu bercerita.

Sinenek datangg sambil membawa roti dan daging panggang, santapan malam dihidangkan diatas meja yang elit. Seperti meja bangsawan. Suker menikmati makanan lezat itu setelah berbulan-bulan ia hanya makan gaplek. Sikakek tetap mengajak cerita suker tentang coin itu, suker menutup diri hingga sikakek tidak begitu bersemangat menggali coin-coin itu.

۞         ۞           ۞

Dipagi hari udara sejuk dan pemandanagan indah kota terlihat lalu lalang manusia eropa sibuk dengan kegiatanya, sikakek berjalan menelusuri tortoar menuju kampus tempat sikakek mengajar. Suker mulai memberanikan diri bertanya tentang bolehkan ia ikut bersama sikakek menghadiri kuliah. kakek david dengan senang hati membawanya keruang kelas..dan menjadikannya nara sumber tentang coin hindia belanda di sumatera.

Perkuliahan dihadiri oleh orang-orang eropa yang gemar tentang sejarah Hindia belanda di Nusantara. Suker mulai menceritakan coin hindia belanda yang hanya ia paparkan secara singkat kemudian diakhir pembicaraanya ia menggangkat coin tahun 1856 yang ia bawa.. para mahasiswa eropa itu terbelalak dengan realita pembicaraan suker. Coin misteri sejarah itu ternyata berada ditangan suker manusia Nusantara.

Mr david mulai angkat bicara untuk mengajak para mahasiswa mengadakan penelitihan lib rery reset mengenai coin hindia belanda yang beredar di nusantara, kehadiran suker dikampus itu disambut hangat. Mr david mengajaknya untuk berbincang-bincang tentang coin-coin yang lainnya.. sungguh sikap yang sedikit mencurigakan mengapa sikakek tua begitu minat tentang coin-coin itu, suker tetap membatasi ceritanya dan tidak menceritakan tentang rahasia peti besi yang memuat misteri harta belanda di nusantara.

Mr.David membawa suker keruang penerimaan mahasiswa asing untuk didaftarkan menjadi mahasiswa di universitas itu. Suker sangat berterima kasih dengan mister david, sebagai calon mahasiswa suker disarankan mr david agar memulai belajar tentang sistem perkuliahan yang nantinya akan diajarkan di universitas.

Bagaiman denagan alamat ini ? suker mulai bertanya-tanya..

۞         ۞           ۞

Menulis Cerita Nederlands Indies Coin

Pepaduan antara pengalaman dan pengamalan menimbulkan rasa keingin tahuan suker akan asal coin yang ia pegang, sungguh coin itu membawa semangat baru baginya untuk sekedar melirik sejarah nederlansch indies coin 1856, suker mulai menulis tentang coin itu ditemukan. Dari tulisannya ia merasa bahwa kejadian atau sejarah yang terjadi ditahun itu ternyata penting untuk dituliskan seperti siapakah pencetak coin Nederlandsch indie coin thaun 1856? Ternyata coin itu diterbitkan pada masa king williem III seorang raja yang memang menguasai seluruh nederland dari ekonomi hingga pemerintahan ia sangat berperan didalamnya, king williem juga pernah mengerahkan kapal dagang kenusantara maka besar kemungkinan coin itu memang dijadikan sebagai alat tukar diperdagangan. Pada tahun 1856 memasuki wilayah Nusantara hal tersebut diikuti oleh kawanan kapal dagang VOC yang memang bertujuan menanam kepentingan di Nusantara.

Sebagai pelajar dari nusantara suker juga menulis tentang perlawanan-perlawanan pejuang nusantara, seperti imam bonjol dan pejuang lainya, sungguh seperti dilautan ilmu dibelakang disamping dan disekeliling ruangan itu hanya terdapat buku-buku sejarah yang tidak akan habis dibaca dalam satu hari. Sungguh luar biasa pustaka sejarah ini suker manggut-mangut sambil meneruskan tulisannya tentang Nusantara. Meskipun mentari berangsur meninggalkan alam. Suker tetap asyik menikmati lautan ilmu dan terus haus untuk menikmati segarnya keilmuan yang dijamukan dihadapannya.

Mr. David yang sudah tidak kuat duduk mendatangi suker untuk menemaninya menikmati perjalanan sore hari menuju rumah.tetapi hati suker yang mulai jatuh cinta dengan pustaka mulai tergoda dengan rumah mr. David yang serba berkecukupan. Sebagai seorang murid! suker akhirnya mengikuti ajakan mr. David . suker membantu membawa buku-buku mr.david yang akan dikoreksinya diruang kerjanya dan suker tetap membawa beberapa buku untuk dibaca di waktu malam.

Keliling bersama Mr. David

Suatu keberuntungan bisa bertemu dengan sejarawan seperti mister david, orang yang menghargai ilmu pengetahuan. Bahkan manusia dari Nusantara yang satu ini bisa menikmati fasilitas yang serba ada, dari ruang kamar yang disediakan hingga makan dan minum.Mr. David merupakan sosok sejarawan yang memiliki toleransi tinggi dalam keagamaan sebagai penganut ateis namun Mr. David tetap memberikan kebebasan suker dalam meyakini tuhan.kadang suker hanya bisa berdoa agar Mr. David mendapat hidayah islam.

Suker apa yang kamu inginkan dari alamat ini?

Mr. David mulai mengajak suker berbincang-bincang. Suker yang memang sudah bisa menyetir mobil duduk diposisi kanan sambil mengendalikan sibulat yang membandel. Suker menjelaskan kalau alamat itu adalah alamat guru sejarahnya setelah pak ahmad. Jika pak ahamd adalah sosok guru sejarah isalam maka isabella adalah guru hindia belanda, suker banayk belajar dari isabella dari membaca literatur belanda hingga mempelajari bahasanya. Mr. David melihat beberapa rambu jalan kemudian mengisyaratkan untuk menikung kesimpang yang memiliki monumen ditenganya, sebuah gapura. Suker mengikuti instruksi Mr.david hingga alamat yang selama ini ia impikan terwujud. Rumah yang megah dengan arsitektur tinggi dan terdapat scurity yang sepertinya adalah ras Asia. Kulit sawo matang dan fece yang tidak asing baginya.

Mr. David mencoba meyakinkan alamat yang dituju suker dan ternyata benar alamat tersebut adalah alamat isabella dan ibunya. Dari balik pintu seorang wanita sedang berjalan menuju gerbang didampingi pria berbadan tinggi berwibawa dan terlihat kalau ia adalah seorang yang memiliki capabelity. Suker melihat raut wanita yang selama ini ia cari sosok isabella yang berjalan sambil tertawa kecil penuh rasa kebahagian di raut wajahnya. Suker mulai tidak percaya dengan realita dan ia mencoba bertanya kepada security apakah memang wanita yang sedang berjalan adalah isabella. Seorang scurity mengiyakan dan kembali bertanya apakah ada pesan atau keperluan yang bisa disampaikan nantinya? Suker merasa puas dengan kenyataan langkah mudur ia putuskan, Mr.david terlihat bingung apa yang terjadi? Suker mencoba tersenyum dengan kenyataan. Mr.david mencoba kembali bertanya tentang wanita berambut pirang apakah ia adalah guru sejarahnya? Suker mengiyakan dan melanjutkan perjalanan selanjutnya menuju kekampus.

Why looked soo sad son!

Suker menjelaskan impiannya bisa kembali melakukan riset bersama isabella namun isabella sepertinya sudah memilih rekan yang menurutnya adalah rekan yang tepat. Mr. David hanya tersenyum dan memberikan nasihat tentang keilmuan tidak harus dipelajari karena seseorang atau kebutuhan kita sendiri, namun, keilmuan mestinya dimunculkan dan dipelajari karena kebutuhan orang lain akan ilmu tersebut. Mr. David menunjuk ke rak buku yang berderet ribuan judul buku dan menjelaskan bahwa kebanyakan pengarang buku itu telah meninggalkan karangannya, begitu pula aku! Mr. David menyodorkan dua buku panduan sejarah yang ia tulis, kemudian ia berkata bahwa buku itu tidak akan bermanfaat bagiku ketika aku mati. Melainkan orang-orang setelahku akan membacanya dan akan mengambil pengetahuan darinya. Bukankah itu adalah perbuatan yang mulia? Mr david berargument.. suker hanya terdiam dan mulai berfikir keras.sungguh aku sangat tersesat hinga ke negeri ini jika hanya ingin meneruskan penelitian bersama isabella.

Mr. David kembali meneruskan bacaannya dan suker mengikuti jejak Mr.david,

Disela-sela rak buku seorang gadis beramput pirang mulai memilah sebahagian judul buku, suker yang sudah tidak sabar untuk bertemu isabella langsung menghampiri wanita itu. Awal pertemuan itu sangat dingin isabella yang terlihat tidak mengenal suker dan suker yang ingin bertemu namun merasa tidak layak untuk kembali menjadi asisten riset. Suker menyodorkan tanggannya isabella terlihat bingung dan mencoba menghindar. Sosok suker yang berambut panjang dan kumis yang belum dicukur serta brengos lebat tentu memalingkan isabella. Isabella terlihat gugup dan melangkahkan kakinya menuju rak yang ada disebelahnya namun tangganya atertahan oleh pegangan suker. Isabella !! tunggu,

Seketika itu pula isabella memalingkan wajahnya dan memperhatikan sosok asing itu, suker mulai mencoba mengingatkan tentang dirinya yang kocak

“ buah palem rasanya kecut isabella cemberut terlihat imut” ..

Suuu ker!!

Isabella masih belum percaya kalau itu adalah dirinya, berita yang tersebar kalau suker melanjutkan studinya ke jawa dan tidak meneruskan ke belanda. karena suker lebih memilik jalur laut maka berita yang tersebar suker tidak kebelanda. isabella mengajak suker untuk berbincang-bincang mengenai risetnya yang diterbitkan oleh percetakan terkenal dibelanda dan banyak ilmuan yang menyambut karyanya justru karyanya yang meliput data secara objektip lebih disambut oleh belbagai sejarawan terkemuka.

Di cafe isabella duduk bersamaan dan disaat kedua manusia pencinta sejarah itu berbincang seorang lelaki yang sangat tidak asing bagi isabella tiba-tiba meraih tangan isabella dan membanya keluar cafe, lelaki itu terlihat berang dengan wajahnya yang memerah. Isabella hanya mencoba menjelaskan. Kejadian namun hal itu hanya sia-sian. Suker mencoba menjelaskan dengan sedikit berbahasa belanda justru silelaki itu tambah berang dan memukul suker namun secepat kilat ia menangkis pukulan itu..

easy bancet!!

Lelaki itu hanya terlihat bengong sambil berusaha melepaskan tangannya. Isabella melepaskan genggaman suker dan mengajak sipria berang menuju mobil yang diparkir diperpustakaan.

MAKHLUK BERHIJAB HIJAU

Hijab Hijau adalah hijab terkahir yang mengesankan aku dan citra, warna itu selalau merasuk kedalam mimpi-mimpiku, seperti warna yang menghantuiku namun ketika aku bangun justru aku ingin kembali bermimpi dengan mimpi yang menghantui. Seperti dedaunan yang telihat indah oleh mata dan menebarkan kesejukan didalam hati. Kini aku harus menunggu hingga daun hijau itu berguguran dimusinya

Ya rahman irham dha’fana…ya aalllahhh tsabbit qulubana.

Suker merasakan dirinya terbawa arus cinta yang menghanyutkan pikirannya, disaat itu pula ia memutuskan untuk membenahi niat berazam menyelesaikan secepat mungkin studinya di bidang sejarah. Mr.david Tidak bosan-bosannya untuk membimbing suker tentang beberapa pembelajran sejarah.

Yaa alllah kenapa hijab hijau itu selalu memalingkanku dari buku-buku ini?

Bayangan hijab hijau selalu berkelebat dihapannya, sepertinya aku memang harus pergi ketaman hijau hingga bayangan itu akan sirna dengan hijau daun ditaman. Ia langkahkan kaki menuju taman yang lumayan jauh sambil berjalan ia memikirkan mengapa aku selalu dihantui, oleh hijab hijau itu..

Saat kaki kanan dan kirinya mulai pegal karena jauhnya perjalanan suker mengistirahatkan sikanan dan kiri dibangku kayu yang sudah tidak layak untuk diduduki namun letihnya berjalan memaksanya untuk berhenti dan menikmati keindahan taman, udara yang sejuk ia hirup perlahan sampai nafasnya kembalai normal dan pikirannya terasa sedikit lebih fresh. Di tengah taman itu terdapat sebuah toko bunga yang memang sering dihampiri oleh para pengunjung taman untuk sekedar melihat atau juga membeli beberapa tangkai bunga..seorang penjual bunga terlihat sibuk menata bunga-bunga indah

Hijau mungkin engkau adalah wanita terbaik yang pernah aku temui namun dirimu seperti dedaunan yang tidak akan jatuh pada manusia seperti aku. Wahai daun yang hijau sampaikan salam rinduku untuk saudariku dialam daunmu.

Warna adalah gambaran hatimu hijau menandakan keanggunan bila aku memandangmu, hijau? kadang aku berfikir mengapa engkau mengambil sebuah keputusan yang sangat baik, engkau putuskan untuk meninggalkan musafir bertongkat tanpa naungan daunmu yang rindang, engkau tinggalkan musafir ini dinegeri padang pasir tanpa air dan tanpa harapan, sungguh aku musafir bertongkat.

Wahaiiiiiiiiiii dedaunan

wahaaaaiiii ranting yang setia terhadap dedaunan

wahaaaaiiiii burung burung yang selalau berkicau diteduhnya dedaunan sampaikan isi hati ini untuk manusia berhijab hijau, sampakan cinta musafir ini.

Ya rahman irham dha’fana

Sungguhhhhh hamba manusia yang lemah,sungguh hamba telah terjerumus dalam dosa.tapi Aku adalah hamba yang tidak mungkin terbebas dari rasa cinta. Cinta kepadamu ya allllaaaahhh… cinta kepadamu ya rasululllllaaahhh…cinta kepanya makhluk ilahi yang berhijab meneduhkan hati

Aku terus merasakan cinta ini semangkin memburu, aku menahan gerumuh cinta yang tak mungkin terbendung, aku hanyut dalam arus cinta maklukmu ya allllaahh.

Ya Lathif Ulthuf Bina

kelembutan hati makhluk berhijab hijau adalah penakhluk hati musafir kumuh ini, seperti meraih kapas yang baru saaja dipanen oleh petani kapas, bahkan kelembutanya mampu meninak bobokan sianak kecil..

ya allla sungguh engkau maha akan kelembutan.

Makhluk berhijab yang telah pergi meninggalkan negeri padang pasir, makhluk berhijab yang telah memilih sang pelipur hati, memilih akan keistimewaan dan meninggalkan makhluk bertongkat tanpa alas kaki, memilih pangeran negeri peradaban yang bertopikan kebangsawanan. Aku musafir bertongkat yang selalu menunggu makhluk berhijab hijau.

Ya quduss

Ya allah yang maha Suci, sucikan cinta kami dari kotoran hati, sucikan cinta ini hanya untukmu, rasulmu, dan hambamu yang berhak untuk aku cintai, ya alllahhh jika makhluk berhijab hijau adalah milik sang pangeran, jadikan anak dan keturunannya makhluk yang tunduk kepadamu dan menjadi pejuang agamam….Aku sang musafir bertongkat yang selalu berhap akan datangnya makhluk berhijab muncul dihadapanku..

Suker yang terus menuliskan tulisan perwakilan hati. Mulai meneteskan air kedalam gelas kaca tetes demi tetes ia masukkan dalam gelas kaca hingga tetesan-tetesan itu memenuhi gelas kaya kemdian ia tuangkan tinta cair yang ada dihadapannya tinta itu terus menguasai isi gelas kaca..aku terperangkap oleh cinta yang sebenarnya adalah jernih namun nafsu dan keingginan syetan yang mengubah cinta bening itu menjadi menakutkan.

Mahkluk terbaik yang pernah aku temui adalah makhluk berhijib hijau,

citra akankan membalas puisi hatiku????

Aku hanya memiliki puisi

Aku hanya memiliki tulisan perwakilan hati

Aku hanya memiliki kertas putih

Aku hanya memiliki pena

Aku hanya musafir yang bertongkatkan pena, mengarungi padang pasir kertas yang luas tak bergaris, aku bukan pemilik topi kebangsawanan. Aku hanya musafir

Musafrir bertongkatkan pena

Musafir beralaskan kertas putih

Musafir cinta yang selalu menantimu

۞        ۞         ۞

CITRA DAN SEPASANG MERPATI

Masa terus berlalau, dan citra telah sampai kepada titik akhir pembelajarannya studinya berjalan dengan baik dan menghasilkan hasil yang istimewa, sebagai lulusan terbaik universitas tentunya mendatangkan banyak tawaran kerja, tawaran beasiswa hingga tawaran jodoh! Dan ketika citra memasuki pondok al-ihsan deretan santri mengucapkan selamat atas keberhasilannya.

“ Selamat ustadzah citra!”

Seorang gadis manis yang mulai dewasa memberikan kenang-kenangan kepada ustadzahnya, gadis manis itu afifah yang sudah tumbuh remaja.

” Jazakillah khairan afifah ”

citra tersenyum dan mengajak afifah untuk membantunya berkemas, pak kyiai datang bersama nyai kemudian mengajak citra kerumah dan maka-makan bersama disana hadir ustadzh ihsan dan istrinya ustadzah faridah. Beserta sikecil humaira yang senang bermain boneka di lantai keramaik. Kiyai menyampaikan rasa syukur atas keberhasilannya hingga ucapan selamat juga ia haturkan. Begitu pula nyai tetap memberi semangat kepada citra agar terus mengamalkan ilmunya.

Ustadz ihsan dan ustadzah faridah tak lupa menyampaikan terima kasih atas kerja keras citra dima’had. Citra juga menyampaikan rasa ribuan terima kasih atas segala kebaikan kiyai nyai ustadz ihsan juga istrinya yang selalu memberikan segala bantuan. Hingga suasana keharuan menghinggapi ruang makan itu, dan tiba-tiba suara kentut humaira terdengar

THUUUtt ..

Hahhahahahha

ustadz ihsan malah tertawa melihat putrinya kentut. Suasana berubah menjadi renyah.

Seperti biasanya citra memilih bus untuk pulang ke sumatera, perjalanan panjang ia habiskan dibus besar yang melaju kencang pulau jawa disebrangi hingga hutan-hutan sumatera dan tikungan-tikungan tajam ditempuh, pemandangan hutan yang masih menghijau menjadi pemandangan yang menghibur para penumpang

Disamping citra duduk seorang ibu yang lagi hamil kerudung hitam dan raut wajah yang kurang bergairah, ibu hamil itu mula mula bertanya kepadanya dari nama hingga tujuannya, citra memulai bercerita tentang nama dan tujuannya. Mobil terus melajau sedangkan mentari mulai menghilang cahayanya mulai tertelan rimbunnya dedaunan hutan. Ibu hamil itu banyak bercerita tentang ayah dari bayi yang ada didalam perut, ia mulai mengawali cerita pertemuannya dengan pria ganteng.

Awalnya pertemuan itu berawal dari sekolah yang menjadi tempat mereka berdua bekerja sebagai seorang guru di sekolah menengah. Ibu itu menuturkan bahwa pertemuan berlanjut kepada pernikahan yang langgeng namun satu bulan setelah pernikahannya datang seorang ibu muda yang mengaku dirinya adalah istri pertama pria ganteng suaminya, sepontan ibu hamil tidak mempercayainya hingga ia memanggil suaminya dan menjelaskan kalau ada seorang ibu muda bertamu, dengan wajah berang sipria ganteng mengusir ibu muda yang ternyata adalah istri pertamanya.ibu muda itu meninggalkan rumah dan menuntun seorang anak laki-laki berusia dua tahun dengan baju donal memakai topi dengan sandal berbunyi encet encet sikecil itu berjalan hingga suara encet-encet tidak terdengar,

Hmmm itulah citra yang namanya berkeluarga, harus sabar ini semua adalah cobaan!!

Ibu hamil itu membelai sijabang bayi yang ia kandung dengan kasih sayang matanya yang berkaca-kaca dan raut mukanya mulai terlihat memancarkan keteduhan setelah beban hatinya tercurahkan. Citra juga memberi semangat dengan sibuah hati yang nantinya akan menjadi satu-satunya teman hidup. Ibu hamil itu mulai tersenyum dan menawarkan roti kelapa kepadanya.

Silakan ini ada roti !!

ibu hamil kembali bercerita kalau suaminya memang orang yang keras dan suka main tanggan padahal sisuami tidak pernah meninggalkan shalat, ibu hamil itu terheran akan sifat suaminya yang patuh kepada tuhannya namun tidak memperlakukan wanita dengan sebaik-baiknya..citra hanya menyampaikan kalau manusia yang palaing sempurna adalah rasulullah yang memperlakukan keluarganya dengan baik hingga citra bercerita akan kebaikan rasulullah terhadap umul mukminat aisyah.

Khairum khairukum liahli wa ana khairukum liahli

Rasul pernah berpesan kepada ummatnya kalau sebaik-baik kam adalah manusia yang baik kepada keluarganya karena rasul sendiri adalah manusia terbaik bagi keluarganya.

Mobil melaju menelusuri jalan berkelok hingga bus besar itu berhenti untuk makan minum di bukit tinggi. Jam gadang terlihat menunjukkan pukul tujuh pagi udara sangat sejuk dingin dan fresh terlihat delman yang lagi menggankut turis menyebrangi jalan menuju jam gadang. Citra dan ibu hamil sempat berhenti diterminal bukit tinggi..

“ Pak berhentinya lama? ”

Ibu hamil bertanya pada seorang supir berkumis tebal dan rambutnya acak-acakan, pak supir melengos dengan wajah seramnya.

“ Masih lama ibu? Kita mau bonkar muat dan memperbaiki mesin! Sekitar jam satu siang kita baru berangkat”

. Bus lintas sumatera itu akan berakhir hingga ujung sumatera, Dengan nada sangat halus pak supir menjawab soal ujian ibu hamil..masyaallah batin siibu hamil lembut sekali pak supir berwajah seram ini. ternyata tampang tidak berpengaruh kepada lembutnya hati pak supir.

Sopan sekali ya citra /? Ibu hamil melanjutkan ekspresi kagumnya dengan pak supir. Citra hanya manggut-manggut. Ibu hamil ingin menghabiskan waktu untu jalan-jalan di sekitar bukit tinggi.

“ Bagaimana citra kita cari makan dulu, setelah itu jalan-jalan mau?”

ibu hamil menawarkan idenya dan ide itu disetujui citra, sekalain jalan-jalan mumpung mobil lama berhenti. Warung sambal balado dikunjungi citra dan ibu hamail, sambil menikmati makan. Ibu hamil juga memesan sanjai manis dan sanjai pedas.makanan khas oleh itu dibeli ibu hamil untuk ibu citra..

“ ya allah ibu, citra ada uang kok ibu” citra menolak pemberian ibu itu namun ibu hamil itu ingin memberi oleh-oleh untuk ibu yang telah melahirkan anak sesolehah citra.

” Ibu pingin punya anak seperti kamu, kalau kamu menolak berarti kamu tidak mendukung keinginan ibu”

ibu hamil memasukkan beberapa bungkus keripik sanjai kedalam tas citara, ibu betul-betul kangum sama kamu citra masih muda berpendidikan juga bisa menjalankan perintah tuhan. Ibu hamil itu terkesan dengan citra.

“ Ya udah kita jalan-jalan nanti keburu siang “

ibu hamil itu menyewa sado kuda dan menawar berapa ongkos untuk jalan-jalan keliling jam gadang, setelah disepakati kuda jantan itu melaju berlahan mendaki ke bukit jam gadang hanya terdiam hanya jemarinya dan kelilngkingnya yang bergerak menunjukan menit dan detik

Kaliling jam gadang dengan delman memang bisa menghilangkan setress kecil. Pemandanagan dan udara segarnya bisa mengobati rasa benci, angin dan alamnya bisa meniupkan rasa cinta. Sedangkan germecik air dari bukit mampu menyampaikan pesan cinta . sado kuda itu terus berjalan-jalan

“ Ibu lai tau a koo? “Pak supir sado memberi informasi sejarah kepada ibu hamil

“Apa pak saya tidak bisa bahasa minag?” ibu hamil itu berasal dari jawa kemdian di pindah tugaskan ke aceh sebagai pegawai Negeri.

“ Maksud saya rumah itu adalah tempat kelahiran bung hatta” pak supir sado menjelaskan panjang lebar.

Citra melihat rumah sederhana yang terbuat dari material kayu, dan pikirannya langsung terbang ke belanda bung hatta pernah ke belanda untuk studi.. ya allah sedang apa mas sukir dibelanda sana? Citra termenung sambil melihat rumah bung hatta. Angin kesejukan tiba-tiba mendatnagi citra hingga rasa cinta itu muncul begitu saja, berharap gemercik air menyampaikan cintanya kenegeri kincir. Sado terus melajau ke terminal, ibu hamil terlihat fresh wajahnya memancarkan rasa optimis dan citra yang sedang melamun dikejutkan oleh ibu hamil .

“ Eiyyy nglamun apa tho nduk? ”\

“ Ehhh ibu, ndak ibu, saya teringat teman saya yang studi di belanda ibu, setelah melihat rumah bung hatta” citra memaparkan sambil mesam mesem.

“ Ooohhh ya nanti dia pulang, pasti cowok? ”

Citra terlihat malau menjawab pertanyaan UAN ibu hamil..citra hanya tersenyum dan sorot matanya terlihat malu.

“ ngak usah dijawab, ibu sudah bisa menduga citra! Ibu juga penah muda tapi muda ibu bandel tidak seperti kamu”

Citra kembali berinteraksi hingga sado itu berhenti diterminal bus, jam gadang menunjukkan pukul dua belas, bus yang akan berangkat jam satu siang terlihat sudah dibersihkan dan barang-barang tersusun rapi dibagasi. Citra dan ibu hamil menuju musalla untuk menjama’ shalat zuhur dan asar..

“Cinta seperti keripik sanjai yang manis bila ia menghampiriku namun cinta juga sepedas keripik balado bila ia mulai enggan bertegur sapa denganku”

Sepasang merpati putih terbang di udara kepakan sayapnya mengahntarkan kedua merpati itu ke rumah gadang betengger sambil merapikan bulu-bulu yang teruraikan oleh angin. Seekor merpati jantan mencoba merapikan bulu merpati ptih dan kedua merpati itu terlihat sangat serasi. Citra hanya memandang kedua merpati itu hingga bus itu melajau meninggalkan bukit tinggi.

۞                    ۞                    ۞

Seperti penjual pansit keliling dengan membawa gerobak berisi mie dan ayam yang diberi bumbu sedap,begitu pula pemandanagn dihadapanku seorang penjual makanan ringan menawarkan jajanan kepada suker seorang lelaki berkulit hitam menawarkan makana yang terbuat dari gandum, suker membeli makanan dari gandum sipria tinggi kulit hitam berhenti dihadapan suker dan melayani dengan baik.

Penjual makanan itu melanjutkan dagangannaya, suker menikmati kue dari gandum sambil membaca buku sejarah peradaban pulau jawa. Dipertengahan buku tertulis sejarah kerajaan mataram. Sambil menikmati kue satu gigitan kemudian dilanjutkan lembaran yang sempat tertunda oleh kenikmatan kue gandum. Sangat mengagumkan bisa membaca sejarah secara gamblang.

“ Hai orang indonesia ”

Seorang anak muda menyapa suker, suker meladeni pria itu kemudian sang pria berbadan tinggi itu malah kurang ajar buku sejarah yang sedang dibacanya dirampas dan dibuang ketong sampah! Sipria mulai cari masalah ternyata pristiwa dicafe bersama isabella belum terselesaikan baginya.

“Bisa kamu kembalikan buku saya mister?”

Suker mencoba mencari solusi, dan sipria tetap saja berlagak jagoan kaki kanannya dinaikkan diatas bangku sambil mempropokasi suker, suker hanya terdiam dan bergerak mengambil buku yang terbuang ditong sampah. Memasukkan buku penting itu dimasukkan kedlam tas rangselnya. Perlahan ia meninggalkan sipria yang sedang dirasuki amarah hebat karena suker mencoba mendekati isabellla tunangannya. Melihat suker memalingkan diri dari ancamannya spontan pria tinggi itu berteriak keras..

Hei anak buruh!! Mengapa kau malu-malu!!

Suker langsung berpaling mendatangi sipria tinggi kemudian menanyakan apa maksud sipria mencacinya dengan kata-kata anak buruh,

Hahahhaha

masih belum sadar kamu anak buruh!! Pria tinggi itu menegaskan maksudnya sambil melotot layaknya kompeni yang mengancam buruh-buruh perkebunan. Suker mencaba menahan amarahnya meskipun hatinya seperti diiris-iris namun ia tetap berusaha menahan diri.

“ Jadi kamu memang sengaja menghina saya ?

baik!! Lain kali kalau ingin menghina kami tolong baca sejarah ayah dan ibumu yang bisa makan karena makan kekayaan bangsa kami!! Hingga kamu lahir dan mencaci kami. Ingat itu bancet!!

Suker meninggalkan pria tinggi, sipria tinggi tidak terima dipermalukan harga diri ayah dan ibunya tas rangsel suker dirampas dan diinjak-injak wajah pria itu merah tanda naik darah!, suker hanya terdiam sambil tersenyum.

“ Persis seperti ayahmu yang menyiksa bangsa buruh !!” suker memperhatikan aksi sipria berbadan tinggi kemudian mengambil tas rangsel yang sudah lusu dan berdebu, perlahan ia bersihkan debu dan meninggalkan sipria tinggi.

Berjalan kaki menuju pustaka diperjanan isabella menghampiri suker menyapa isabella dan mengajaknya kesebuah cafe soft drink. Mesikpun kocek hanya pas-pasan. Isabella kembali menceritakan buku yang ditulisnya hingga menjadi best seller dikalaangan peminat sejarah. Isabella mengajak suker untuk bedah buku sejarah Hindia Belanda di Sumatera. Karya isabella itu memang lagi boming melihat isabella gembira rasa amarah kepada bangsa belanda. wajah yang murung mulai terhibur dengan suguhan soft drink dan senyuman isabella. Isabella mempertegas ajakannya. Sambil memberikan buku karangannya kesuker, isabella membuka lembaran ke pertengahan buku halaman 253 yang menceritakan anak seorang pekerja perkebunan yang banyak membantu isabella melakukan penelitihan. Suker hanya berkata

Waaoooowwwww ini mengesankan isabella?

Suker tidak menyangka jika isabella menuliskan dirinya dalam buku sejarah!, isabella juga menjelaskan jika suker mau ikut bedah buku sungguh hadiah terindah yang pernah diberikan kepada isabella. Suker menyambut undangan penulis muda berbakat isabella..

Thanks suker tangan kanannya meraih tangan suker kemudian berucap

“ Sungguh kehadiranmu di beda buku nanti adalah hadiah terindah dalam hidupku! “

Suker hanya tersenyum dan kembali menikmati soft drink, sambil mengucapkan terima kasih atas undanagan isabella suker mengemas rangsel.

Isabella menuju kasir dan membayar minuman suker hanya berpasrah dengan aksi sang maneger. Kedua manusia itu meninggalkan cafe kemudian menaiki mobil menuju acara beda buku dihotel wilhelmina.

Isabella mulai berbincang masalah suker yang sebentar lagi merampungkan studinya dibelanda. Apakah ia tetap di belanda atau kembali ke Nusantara? Isabella juga banyak cerita tentang hubungannya dengan pria tinggi yang pernah berjalan bersamanya, suker hanya menyerahkan sepenuhnya kepada isabella.

“ Jika kamu bisa menerimanya mengapa tidak?”

“Aku sudah pacaran dengannya sebelum aku ke Nusantra dan kehadiranmu disini tentunya mengundang amarah baginya” isabella memberi rahasia hidupnya yang belum pernah ia ceritakan kepada siapa pun. Bahwa isabella adalah menjelaskan kalau pria tinggi adalah anak dari seorang profesor pembimbing mata kuliah sejarah. Pertemuan dengannya diawali dengan seringnya isabella berkunjung kerumah profesor dan pria tinggi itu selalu mengantar isabella pulang. Dari pertemuan yang berlarut-larut akhirnya pria tinggi jatuh cinta dengannya sedangkan isabella tidak merasakan kecocokan dengan pria berwatak kasar. Tetapi tunangan keduanya telah disetujui oleh tuan Rubben dan juga Profesor ayah pria itu..

“ Bagaimana menurutmu suker?”

Suker hanya terdiam mendengar penjelasan isabella

“Bagaimana suker?” Isabella kembali bertanya

“aku tidak tahu isabella. Am so sorry…”

HOTEL WILHELMINA

Wajah-wajah yang sedang menggandrungi penulis muda isabella rubenn we like you, sepanduk para penggemar diangkat dua orang siswa yang menghadiri acara beda buku milik isabella.

“ Miss tunggu sebentar!! “ seorang fotografer menminta isabella untuk difoto

“Oh silahkna! “

Cepret satu petikan gambar isabella dan suker yang berdekatan wajah isabella yang tersenyum optimis!..isabella menuju ruang beda buku sambutan peserta sangat meriah ada yang meminta isabella menandatangani bukunya hingga ada yang ingin berfoto bersama.

Acara beda buku diaawali dengan tarian jarang kepang yang sengaja diundang isabella dari group kesenian duta besar indonesia

Acara beda buku dimulai dari pemaparan isabella hingga cerita-cerita yang dikisahkan dipulau sumatera kemudian isabella memperkenalkan sosok asing yang ada disebelahnya. Isabella memperkenalkan kalau pria berbaju kotak-kotak ini adlah asisten riset dinusantara.beda buku berakhir dengan acara foto bersama penulis isabella rubben!!

Thanks ya suker..kamu sudah memberikan hadiah terindah itu!!

Isabella mengajak suker untuk menemui ibunya, suker menolaknya karena ada janji dengan Mr.david untuk mengadakan penulisan sejarah kerajaan majapahit. Waow boleh saya ikut denganmu suker? Isabella juga tertarik dengan rencana penulisan majapahit.

Oh itu sebuah rencana hebat suker!! Isabella sudah tidak sabar ingin ikut bergabung dengan Mr. Davit pengarang kisah klasik nusantara. Suker menyambut keinginan isabella untuk ikut mengadkan penghipunan data kerajaan majapahit.

Ayo apalagi yang kita tunggu ? isabella menancap gas menuju rumah MR.davit

۞        ۞        ۞

Mr.david ? nice to meet you! Isabella terkagum bertemu sejarawan ternama seperti mr.davit

Nice to meet you !!

mr.davit mengajak isabella ke perputakaan pribadinya dan mulai mengolah data untuk dilanjutkan dalam bentuk tulisan, data-data tentang majapahit akan dikumpulkan menjadi tulisan ilmiah.

Suker menyusun buku-buku yang dijadikan referensi mr.david. pengolahan data dilakukan oleh suker dan mister David menuliskannya dalam bentuk tulisan. Isabella juga antusias memncari berbagai data dari pustaka Mr.david..suker membolak balaik halaman mencari data tentang kekuasan maja pahit! Isabella menghimpun data peradaban dimasa majapahit.

“ Kamu terlihat serius sekali suker? “

Mr. David berkomentar sambil membawakan satu cangkir coklat untuk isabella dan suker.

“ Sepertinya kalaian berdua sangat cocok untuk mengadakan riset semacam ini” ia menambahkan

“ Ya kami berdua telah menghasilkan satu karya tentang Nusantara dan Hindia belanda MR?” isabella menambahkan kecocokan mereka berdua.

“ Saya sudah membaca buku karyamu isabella, dan penulisan majapahit itu terinspirasi dari penggembara ini . Mr. David memegang pundak suker sambil menepuknya pelan..ya ini adalah inspirasi saya!!”

Imperium majapahit yang menguasai seluruh Nusantra diliput oleh Mr.david dalam karyanya “ the men from Java”

۞        ۞        ۞

NEWS PAPER TODAY

Pagi yang membawa berita dan cerita baru dari berbagai media cetak yang membanjiri pasar baca manusia, dari kalangan muda hingga aki-aki selalau menikmati berita maupun cerita dari karya para jurnalis. Koran-koran diedarkan hingga kepara langganan pengantar koran sibuk mengelilingi perumahan mewah milik para konglong merat dan pengusaha kaya

Hot news!!

Seorang bocah ras afrika melemparkan koran kedepan rumah isabella, ibu isabella yang menikmati joging pagi dihalaman mengambil koran yang dilempar sibocah aafrika, hot news..penulis muda dengan pria Nusantara

sebuah kolom yang dianggap tidak baik bagi ibu isabella, apalagi foto berdua yang menjadi kover tulisan itu terpampang hal itu membuat ibu bella merasa tidak nyaman dengan kelas sosialnya. Dengan penuh amarah ibu bella memberikan koran yang memuat berita hangat isabella!

Apa ini isabella? Apa kamu sudah gila ? ibu isabella terlihat marah hebat!!

Isabella meraih koran itu dan tersenyum mengapi pemberitaan itu. Ini kenyataan mom? Isabella malah membaca dengan semangat.

Ibu isabella meninggalkan anaknya yang sudah gila menurutnya, dan menelpon ayah isabella agar memutuskan beasiswa pria asia itu. Tuan rubben lansung percaya dengan kabat istrinya dan menghentikan beasiswa kepada suker alamsyah! tanpa sepengetahuan isabella.

Dikolom lain berita buku best seller juga terpampang dihadapan isabella..buku itu adalah buku karya sejarawan asing yang sedang menyelesaikan studi di universitas ternama dibelanda, setelah membaca biografi penulis buku itu isabella tercengang dan tidak percaya mengapa suker tidak membicarakan terlebih dahulu tentang tulisannya.

 

 

NEDERLANSCH INDIES COIN 1945

Writer: Suker Alamsyah

Seorang penulis muda mahasiswa bimbingan sejarawan terkemuka the writer off java Mr. David. The writer off jave adalah gelar Mr. David yang diberikan universitas kepadanya.

“ Ini bodoh !!” Isabella membanting koran yang meliput tulisan suker!, sambil memengang kepala dan mencoba bernafas normal. Isabella merasa reputasinya tersaingi oleh asisten pribadinya yang hal itu tentu menurunkan popularitasnya selaku penulis buku best seller belum satu bulan tulisannya membombardir pasar baca kini hadir tulisan yang lebih matang dan berbobot Nederlandsch Indie Coin 1945..Isabella merasa dikhianati oleh asisten peribadinya.

Bergegas mengambil jaket dan kunci mobil Isabella meninggalkan ibunya yang berkomunikasi lewat telpon. Isabella menemui suker yang sedang mengadakan beda buku dihotel yang sama Hotel wilhelmina. Suker tidak bisa berbuat banyak ketika ia diundang ke hotel bersama Mr.david.. awalnya suker mengira hanya mister david yang akan membuka acara bedah buku itu.

Mr. David menyodorkan buku yang baru saja terbit dihari itu NEDERLANSCH INDIE COIN 1945

Writer: Suker Alamsyah!!

“ Ya Allah!! Inikan tulisan tentang riset saya dan isabella mengapa bisa terbit begitu saja!!”

Suker memulai cerita tentang bukunya dihadapan para peserta bedah buku.hanya kata-kata semangat perjuangan nusantara yang disampaikan suker tidak lebih dan tidak berpanjang lebar, para peserta akhirnya terkagum atas penjelasan suker yang mengubah pola pikir peserta bedah buku. Bahwa pejuang Nusantara bukanlah pemberontak pemerintah namun mereka adalah pejuang hak asasi manusia abad 18 yang tertindas oleh kolonialisme dan imperialisme eropa saat itu!!.. spontan para peseta memberi tepuk tangan yang meriah…

“You are the best!!”

Seorang peserta tak tahan mengungkapkan isi hatinya..suker berjalan meninggalkan acara bedah buku, kini Mr. Davit yang menjadi sorotan media cetak.

Suker tunggu!! Isabella meraih tangan suker dan mengajaknya untuk bebicara

Suker mengikuti isabella dan menjelskan apa yang terjadi. Isabella tidak menerima kalau risetnya terpublikasikan bukan atas namanya. Meskipun suker adalah penulis nederlandsch indie coin 1945 namun data-data yang ada adalah data yang dikumpulkan oleh isabella dan suker.

Kenapa kamu menulisnya ?

“Aku hanya mencoba menulis dan ternyata mr.david mengirim tulisannku dengan mencantumkan kalau aku adalah mahasiswa bimbingannya..apa yang harus saya perbuat bella? Masih tidak percaya denganku? ”Isabella hanya bisa menyesali pertemuannya dengan suker!,

“ seharusnya kau tidak bertemu denganmu suker!! Aku kecewa !!”

“Isabella apa yang membuatmu menyesali semua ini??”

Isabella hanya berjalan meninggalkan suker begitu saja, sedangkan suker tidak bisa berbuat banyak. Kepergian isabella yang membawa luka merupakan ancaman terbesar bagi suker. Ancaman studinya hingga ancaman hubungan baik dengan isabella

Mr.david menghampiri suker yang masih pusing,

“ Why you do this mister? “

“Kamu jangan menyesal suker, bukankah ketenaran adalah keinginanmu dari Nusantara dan sekarang kamu telah mencapai ketenaran dirimu melalui tulisanmu yang memukau ini?”

“Ya rabb!! Kuatkan hambamu ini”

Suker mencoba menyusul isabella dengan berjalan kaki menuju rumah isabella..saat ia menelusuri tor-toar seorang penjual roti gamdum yang selalu berkeliling menjaki tor-toar. Apa yang membuatmu bersedih anak muda! Pria hitam itu mencoba berinteraksi kepada suker.

Suker berhenti sejenak sambil menikmati kue dari gandum, dan menceritakan masalah yang dihadapinya.. apa yang terjadi hari ini adalah ancaman terbesar baginya. Bagaimana tidak jika isabella sudah kecewa denganku maka siapa yang menanggung pembayaran akhir semeter ini..pria hitam hanya tertwa dan memberikan solusi terbaiknya,

“ Kamu seorang muslim? “

“ Ya saya seorang muslim! “Suker menjawab

“ Tuhanmu tidak akan membiarkanmu begitu saja selagi kamu mau untuk berusaha, saya sudah betahun-tahun menjadi penjual kue gandum ini dan tuhan selalu bersamaku”

Suker terduduk di kursi kenyamanan, hatinya terhibur dengan pertemuannya bersama pria afrika yang memiliki rasa optimis dalam hidup, jika manusia sudah berpaling darimu sungguh engkau masi memiliki tuhan penciptamu yang selalu bersamamu. Sungguh kata-kata yang membuatku yakin akan kekuatan dan kebesaran allah

Allahu akbar!!

Allahu akbar!!

Allahu akbar!!

Zikir itu terucap dari lisan suker sambil menenangkan dirinya di kursi kenyamanan!!

“ Allahu akbar walillahilhamd”

Allah maha besar dan baginya segala pujian. Mengapa aku harus lari dari masalah bukankan maslah itu akan memburuku dan menemukanku kembali, semangkin aku lari dari kenyataan yang aku hadapi maka semangkin aku tertimpa masalah-maslah yang baru, sungguh aku manusia yang merugi jika terus berpalaing dari setiap masalah.

Ya raabbb berikan hamba kekuatan menghadapi kenyataan saat ini!! Amin ya rabbal ‘alamain.

۞        ۞        ۞

Tabungan yang kosong dan beasiswa dari tuan rubben terhenti secara tiba-tiba, uang semester yang belum terbayarkan memang beban buat suker hanya allah yang masih bersama suker, isabella yang kecewa karena tulisannya digarap suker! Serta tuan rubben yang menghentikan beasiswa cukup menjadi tekanan bagi suker!

Malam itu ia naik diatas atap rumah Mr.david tanpa ada teman berbicara, namun bintang, bulan dan kerlap kerlip binatang malam menjadi pengganti manusia yang tidak berpihak kepadanya..aku harus menyelesaikan studiku walau beasiswa itu tidak kunjung turun,

“ You look not good son!, jangan mengeluh jika kamu percaya tuhan !! “Mr.david mendatangi suker ia berjalan dengan tonkat dan balutan jaket tebal serta topi copio,

Saya pusing mister! Suker bercerita tentang beasiswa yang terhenti secara tiba-tiba.

Mr. David mengajak suker kelantai bawah, dan menceritakan kalau buku karangannya saat ini disambut oleh baik oleh pasar bacaan. Mr.David menyodorkan uang dolar kepadanya.

“ Ini adalah hasil tulisanmu nikmati dan menulislah untuk Nusantra, saya sadar kedatanganmu kenegeri ini bukan sebagai pemburu ketenaran! Tulisanmu adalah merupakan perjuanganmu terhadap Nusantara saya bangga memiliki murid sepertimu”

Suker berterima kassssih telah memberikan uang hasil penjualan buku tulisannya!!.

Kini suker mulai tenang denagan adanya pengganti beasiswa dari tuan rubben.uang hasil tulisannya esok akan diberikan kepada isabella jika memang isabella menginginkan uang itu namun, sepertinya hal itu akan menambah berang isabella. Suker hanya mencoba berbicara baik-baik tentang karya tulisnya. Seperti seorang budak yang baru saja dihardik majikannya, dunia terasa tidak berpihak kepadanya. Sungguh enggan majikan menyapaanya dengan sapaan yang terjadi diwaktu sebelumnya..

Dipustaka terlihat isabella bersama tunangannya suker menghampiri kedua manusia yang sedang tidak ingin berkomunikasi dengannya, suker memberanikan diri untuk menjemput isabella dan pria tinggi itu menahan tangan suker, tetapi isabella justru ingin berbicara lebih lanjut. Setelah kedua manusia itu berbincang dan mencari titik terang akhirnya isabella mengerti namun ia tetap merasa menyesal bertemu dengan manusia Nusanara seperti suker. Ia mencoba menghapus kisah Nusantara bersama suker dan memulai hidup baru dengan manusia jangkung mungkin namanya long men !! ya sepertinya nama itu yang cocok untuknya.

Suker bernafas lega huuuuffff

Suasana kembali membaik meski isabella merasa kecewa denganya namun itu hanya sementara menurut suker isabella tidak akan bisa menganti kisah nusantara yang mengubah cara hidupnya. Seperti menelan pecel hingga dtiwul rasa itu tidak akan pernah terlupakan dan budaya yang ia temukan tidak akan hilang dari pikirannya. Suker berjalan meninggalkan sepasang manusia eropa yang menjauh darinya, kini ia sudah lega dengan kenyataan dan sikap isabella yang membaik. Langkahnya semangkin cepat menuju tempat pembayaran uang semester akhir. Ditlusuri tangga demi tangga hingga ruangan tempat pembayaran itu ia temui

Pak no 17654 ini uangnya!!

No 17654 ehhmm ohh uangnya sudah dibayarkan oleh Mr.David”

Apa sudah dibayar Mister?

Ya sudah !!

Suker menuju lantai bawah untuk menemui mr.david yang sedang memberikan mata kuliah sejarah menunggu dikursi panjang sambil menggoyang-goyangkan kaki tak sabar bertemu mister david. Saat mister david keluar dari kelas suker langsung menghampirinya.

Mr. Davit why you do this for me?

Suker bertanya-tanya heran bukankan uang semester akhirnya cukup mahal? Mister david malah tersenyum sebagai orang ateis namun mister david masih memiliki sosial tinggi terhadap sesama manusia yang sedang membutuhkan bantuan.

“ saya yang bertanggung jawab atas segalanya dan beasiswamu kini saya yang akan menanggungnya saya sangat terhormat bila kamu menerima beasiswa itu”

Mister david mengajaknya menuju ruang kemahasiswaan dan didaftarkan sebagai mahasiswa asing yang memperoleh beasiswa atas rekomondasi pembimbingnya.

“Terima kasih Mr.David”

Suker mulai lega dengan semua masalahnya kini ia bisa fokus untuk menulis skripsinya mengenai kerajaan Nusantara. Lagi-lagi pustaka yang menjadi tujuannya, sambil menelusuri buku-buku sejarah kerajaan dinusantara. Suker juga menyempatkan diri untuk mengisi waktu ibadanya,

Shalat zuhur ia lakukan dipustaka diujung rak buku, ia mulai bertakbir dengan kedua tangan sejajar dengan telinga dan menadaratkan ke posisi dada. Membaca alfatihah dan beberapa ayat kemudian rukuk dengan posisi punggung lurus hingga ia mengakhirinya dengan salam

Assalamualaikum warahmatullah

Assalamualaikum warahmatullah

Lafasz-lafasz zikir yang diajarkan pak ahmad dibacanya perlahan kemudian ia meminta ampunan allah atas segala dosa..

Sajadah dari kain sarung itu ia lipat peci hitam dikemas dalam tas, tiba-tiba datang seorang yang dari awal kedatangannya dipustaka selalu mengamati shalat yang dilakukan suker.

“ Kenalkan nama saya Micel boleh saya bertanya tentang perbuatan yang baru saja kamu lakukan..??” Micel seorang pria berkaca mata,

“ Saya melakukan ibadah shalat, dalam islam itu adalah kewajiban.! “

Micel ingin menulis tentang bacaan shalat untuk diterjemahkan kedalam bahasa belandaa..

Suker dengan senang hati menbacakan perlahan bacaan shalat hingga akhir, setelah membaca suker meminta izin untuk melanjutkan belajar mengenai sejarah, suker juga menawarkan untuk membahas Nusantara! Micel hanya tersenyum ia tidak tertarik dengan sejarah ia lebih suka mempelajari teologi.

Maaf saya tidak begitu suka dengan sejarah!

“Ohh itu sangat wajar micel karena sejarah nusantara belum kamu baca dan setelah kamu baca mudah-mudahan kamu bisa mencintainya hahhahaha” suker mulai bercanda, dan micel pergi setelah berterima kasih atas bacaan shalatnya.

Saat menikmati buku nusantara seorang pria menghampirinya dan memberikan sepucuk surat undanagan

Di cofer depan Undangan itu terpampang foto isabella dan long men..desain bunga sepatu menambah keindahan undangan pernikahan itu

Isabella Rubben

Dan

William

Sungguh acara yang sanagat mendadak esok hari pesta pernikahan akan dilaksanakan dihotel Nederlansch pada pukul 10, suker mengemas surat undangan dan meninggalkan pustaka kembali kerumah Mr.David untuk beristirahat.

۞        ۞        ۞

WAYANG KULIT DIKAMPUNG LAMA

Anak-anak berlari gembira dengan pesta yang sedang berlangsung, para muda mudi terlihat sibuk menyambut tamu undangan, pak Ahmad dan ibu berpakaian rapi menyambut kedatangan sanak saudara family dekat dan kenalan-kenalan Pak Ahmad. Dengan senyum pak Ahmad menyambut kedatangan para tamu undangan. “Monggoo silahkan !!” pak Ahmad mempersilahkan familiynya untuk mencicipi hidangan begitu pula ibu citra mempersilahkan kaum ibu-ibu untuk menikmati jamuan pesta.

Di pelaminan yang dihiasi gagar mayang dua orang pengantin dikawal oleh dayang-dayang tukang kipas. Citra Dakhlaniati yang berhijab dan berbusana kebaya bersanding dengan suaminta Hariono seorang asisten baru diperkebunan Kelapa sawit mengantikan pak Ibrahim. Hariono kulonigrat adalah anak sahabat pak Ahmad yang baru pulang dari luar negeri, tetapntanya benua eropa. Menurut pengakuannya Hariono jebolan Master sebuah Universitas di Inggris. Hariono ternyata bukan pria sembaranagn Ia pemuda yang berpendidikan dan perlu diketahuia Hariono juga keturunan bangsawan yang termaktub diakhir namanya. Tidak seperti Suker hanya anak seorang buruh. Maka pantas Citra selaku putri seorang Kiyai berilmu Menikah dengan Mas Hariono terlihat serasi tidak seperti emas dan berlian bukan seperti ikan emas dan ikan selokan.

Citra terlihat gembira dengan pernikahannya, para sanak saudara memberinya selamat, hingga Ayu yang sudah menikah dengan Pak Ibrahim asisten lama perkebunan tuan Rubben juga datang. Sahabat dekatnya ayu mengucapkan selamat atas pernikahannya dengan mas Hariono tak lupa membisikkan kata-kata mereka diwaktu kuliah dahulu.

“ ini toh mas titik titiknya?” Ayu menggoda Citra sambil tertawa gembira.

“ iya Ayu disyukuri aja apa yang ada” Citra tersenyum

Dan kini giliran ibu suker dan bapak suker memberi selamat kepada citra.

“selamat ya nduk atas pernikahannya ibu doakan langgeng. Amin..”

Citra kali ini baru merasakan hatinya melayang ke udara meminta tolong untuk dipersembahkan kepada sang pria impianya, namun hal itu mustahil. .bapak suker menyalami hariono kulloningrat sambil berucap

” mas dijaga ya amanahnya ustadz ahmad jangan disia-siakan” bapak suker terlihat wajah penuh harap kalau yang duduk disebelah citra adalah suker.

Wayang kulit yang diperankan dalang “ tumplak tumpling tumplak tumling suara gamelan dan gendang meramaikan cerita wayang kulit, hingga acara itu larut malam. Pak ahmad duduk dikursi dimana dulu seorang pemuda bernama suker penah duduk dikursi itu, sambil menghirup udara dalam-dalam pak ahmad masih berharap kalau suker yang ada bersama anaknya dimalam penuh kegembiraan itu.

“ Pak ono opo tho? “

Citra menghampiri ayahnya yang duduk lemas dikursi papan..” bapak capek ndok sudah dari tadi berdiri terus tolong buatkan minum bapak ndok?”

“ Engge pak ” citra menuangkan teh hangat dan disuguhkan kepada bapaknya.

Sruuuputtt,

seperti suker yang menikmati teh hangat buatana ibunya, pak ahmad meneteskan air mata setelah minum teh hangat. Gelas kaca diletakkan diatas meja dan tangan kanannya menghapus air mata yang tiba-tiba saja datang..” jadi ingat sama suker saya ndok, padahal bapak ..ya alllah ini amanah suker buat bapak agar tidak menceritakan kepada siapa pun”

Citra hanya menatap langit dengan wajah penuh harapan agar bapaknya diberi kekuatan dan kesabaran menghadapi kenyataan putri satu-satunya yang akan segera dibawa ke kota bersama menantu barunya. Citra tetap optimis kalau jodonya adalah manusia terbaik baginya bagi keluarganya dan anak-anaknya. Sungguh aku telah menerima dengan taqdir ilahi..

“ Yo wes ndok sana temui mas mu nanti dia nyariin kamu ndok!”

Pesta itu merupakan pesta terbesar yang pernah terjadi dikampung lama, muda mudi bekerja keras untuk menyambut tamu yang membludak, dari siang hari hingga malam tamu-tamu tak berhentinya mengunjungi rumah pak ahmad sang pencerah. Seperti semut semut merah yang bergantian mengambil makanan dan menimbunnya disarangnya.

Baraklalllahu lakuma wabaraka ‘alaikuma wajamma’a bainakuma fi khairin..

۞        ۞        ۞

Aku suker Alamsyah

Aku mencari pesawat terbang destinasi jakarta indonesia. Di papan jadwal pemberangkatan tertulis nama tujuan dan waktu keberangkatan, aku berpamitan pada kakek tua Mr.David yang mengantarku. aku peluk erat-erat Mister David seolah-olah ialah orang tuaku sendiri. Tak kuasa aku meneteskan air mata atas perpisahan orang tua yang sangat berbudi luhur walaupun ia tidak mengenal tuhan, semoga Allah memberinya hidayah.

aku sodorkan Al-Qur’an kepadanya dan kuucapkan kata-kata perpisahan. Mister hanya tersenyum melepas kepergianku ia hanya berpesan jika kamu meyakini tuhan jangan pernah menyesali takdir. Sambil melambaikan tangannya yang sudah berkerut.

Aku sodorkan sekali lagi tiket dan dipersilahkan masuk oleh seorang scurity bandara, koper hitamku sudah hilang ditelam mesin dan mungkin sudah ada dibagasi pesawat. Aku tunjukkan paspor yang baru saja aku perbaharui, kakiku sudah tidah sabar untuk menapaki tanah Nusantra yang menyemebunyikan cerita sejarah juga cerita cinta. Pesawat itu mengudara meninggalkan nederlandsch awan putih menghiasi pemandangan sisi kanan dan kiri pesawat. Seorang pramugari menawarkan makan dan minuman

“Nusantara tunggu diriku, citra aku pulang membawa mahar Nederlansch Indie Coin untukmu Tunggu aku wahai penakhluk hati. Burung besi ini akan membawaku di hadapanmu”

Mobil perkebunan mengantarkan Suker ke kampung halmannya sawit yang dulunya hanya lima meter kini sudah setinggi delapan hingga sembilan meter, sungguh perubahan yang terjadi begitu cepat. Mobil itu melaju kencang suker yang hanya bisa menaiki grobak mobil terpaksa ia berdiam diri, jalan-jalan sudah ditaburi oleh karnel cangkang sawit.

Jalan yang halus dan rata mobil melaju menerbangkan debu-debu ilalang berterbangan, perkampungan baru sudah terlewati dan pepohonan karet mulai melambai-lambai hore suker mule, seperti itulah ekspresi pohon-pohon karet tua itu, sedangkan para penyadap karet terlihat serius jendat-jendit mengayunkan pisau deres ke kulit pohon. Disimpang jalan suker berhenti Ia ingin memberi kejutan kepada orang tuanya dengan berhenti diperempatan kemudian melanjutkan dengan berjalan kaki. Sedangkan mobil gerobak itu menuju latek perkebunan karet untuk mengambil pupuk.

“ Masyaallah kampung lama, aku dikampung lama…”

diraihnya tanah subur kampung lama dan ditebarkannya ke atas hingga tanah bercampur pasir itu berterbangan. ” waduh klilipen” suker meneruskan langkahnya, di kampung lama suker yang berjalan seperti orang biasa hingga masyarakat setempat tidak mengenal dirinya.

Huuuuuurrr

sepeda motor win khas kendaraan pekerja pabrik melintas dihadapannya. Ayu sahabat kecilnya berboncengan dengan Pak Ibrahim sambil menggendong anak usia satu tahun dengan hijab putih yang menutupi auratnya, kini sahabat kecilnya sudah berbusana rapi memakai hijab, baju dalam dan wajah yang teduh, ia telah memilih jalan hidup yang fitrah islam. Ayu dibonceng dan Pak Ibrahim sempat menyapa Suker.

Ndisek iki mas ” sebuah ungkapan untuk menunjukkan mereka akan duluan.

Pak Ibrahim yang tidak mengenal suker. Sebab Ia berbadan kurus tidak ada otot Hulk di badannya rambutnya juga panjang serta kumis yang belum sempat dirapikan. Perubahan fisiknya Mengubah penampilannya. seperti musafir dari Negeri anta baranta yang tersesat dikampung lama.

Ayu melihat sosok suker awalnya juga tidak merasakan getaran hati, namun ketika sijabang bayi mulet dan Ayu melihat sosok Suker pria malang. Ayu mulai sadar kalau cara berjalan pemuda berambut panjang, berbadan kurus,kumisan dibelakangnya adalah sosok sahabat kecilnya yang telah pulang.

”Ya Allah Mas Alamsyah sudah balik kampung”.

Ayu tersenyum tipis memandang sahabat kecilnya kemudian ia cium kening anak laki-lakinya Hanya dalam hati Ayu berdoa anakku jadilah orang yang sabar seperti sahabat ibu dibelakang kita. Matanya tak terpisah dari sahabatnya seperti ketika dirinya pulang dari Bogor dibonceng Ayahnya. Kini Ayu sudah menjadi ibu, ibu yang berhijab, ibu yang akan mendidik putra tersayang menjadi seorang pria yang baik.

menuju rumahku tentu harus melewati rumah pak Ahmad, pak kiyai terlihat sedang menggendong seorang jabang bayiabang, bayi merah yang diberas kencori kepalanya. Pak Ahmad mentahnik cucunya, dengan manisan. seorang perempuan berkelebat dengan pakaian serba besar dan hijab biru mengambil alih bayi merah itu sambil menimang-nimang wajahnya berseri-seri, pak Ahmad juga terlihat gembira. sepertinya usia bayi itu sekitar dua mingguan.. Citra terlihat sedikit gemuk tetapi masih terlihat cantik dan Mas Nigrat juga menimang nimang buah hati mereka. Mereka telah memiliki keluarga kecil.

Aku terus berjalan hingga kakiku berhenti disebuah rumah kayu, ku ketuk pintu papan itu perlahan

“ Assalamu’alaikum pak mak ? Suker pulang!! “

Suara bapak dan ibuku tidak kunjung menjawab kulihat sekitar rumah bapak ibu dan adikku sedang menyusun karet dipeti penampungan getah. Aku berjalan kuhampiri keluargaku spontan bapak, ibu dan adikku kaget terharu mereka merangkulku dengan aroma getah karet yang melumuriku namun itu semua seperti harum minyak kasturi yang diguyurkan kepadaku suasana pertemuaan itu mengubah segalnaya mengubah harum karet menjadi wangi, sungguh Allah Maha atas segalanya.

Aku iklaskan cinta yang selama ini menyapaku berinteraksi denganku dan kadang Ia memberi pesan singkat penuh harap meningalkanku. Kini cinta sejatiku telah hadir bersamaku. sosok Ayah yang tegar menghadapi hidup dan ibuku yang tak kenal lelah juga adikku yang setia menemani kedua orang yang aku cintai. sungguh cinta ini adalah cinta kepada ibuku, ayahku, adiku. aku cinta karena Allah keluarga itu adalah kami dan…. Aku Suker Alamsyah.

Bukit Tinggi, 6 : 29 WIB. 02 Maret 2013

۞     ۞       ۞

Referensi

  • Le Carrefour Javanais ( Nusa Jawa) karya Denys Lombard
  • Roman Rubber karya Madelon Szekely-Lulofs
  • History of money karya Jeck Weatherford
  • Sejarah kelapa sawit Universitas Sumatra Utara
  • Sejarah orang jawa ke Sumatra Universitas Sumatra Utara
  • Sejarah Perkebunan Padang Halaban Universitas Sumatra Utara
  • Menjinakkan Koelie : Praktik-Praktik Dehumanisasi Terhadapkuli Di Deli Dalam Novel Berpacu Nasib Di Kebun Karet Dan KuliKarya Madelon Szekely-Lulofs.Oleh SudibyoFakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada
  • Cerita orang yang dituakan dikampung halaman
  • Perdagangan dibelabuhan samarinda pada abad ke -19 oleh Itha Syamtasyiah Ahyat. Universitas Indonesia.
  • Wikipedia
  • Gambar diunduh dari http://www.google.com.

[1]Roman sosial

[2]Ancak adalah bahasa setempat ketika menyebutkan areal perkebunan karet yang akan disadap getahnya.

[3]Alif-alif adalah buku metode pembelajaran baca Al-Qur’an klasik yang terdiri dari Huruf Hijaiyah dan cara membacanya memiliki metode khusus sesuai pendalam guru dengan alif-alif yang diajarkannya.

[4]Jonder sebutan masyarakat setempat untuk menyebutkan alat berat pengangkut buah kelapa sawit dari divisi menuju ke pabrik pengolahan kelapa sawir menjadi minyak mentah

[5] Lek adalah kata sebagai penghormatan kepada yang lebih tua, biasanya lelek adalah seporang yang baru memiliki dua atau tiga anak hingga dipanggil lek bukan kang yang digunakan untuk pemuda lajang yang lebih tua.

[6]Muser adalah buah Kelapa sawit yang memiliki buah mengelilingi cela-cela pelepah maka disebut dengan kata muser

[7]Pimpinan sebuah pesantren.

[8]Wilikipedia.

[9] Ninja adalah julukan maling buah perkebunan yang sebenarnya hanya istilah dari niat jahat dengan mencuri dikebun sawit.

[10] Centeng adalah petugas keamanan yang biasanya memilikki bela diri yang hebat, pintar berkelahi dan disegani oleh para buruh yang lainnya, karena penampilanya yang sedikit angker.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s